Wednesday, February 27, 2013

Your Life is My Scenario [part 6-10]




6
      Aku memandang majalah yang dalam posisi terbuka di meja oppa siang itu. aku mengambilnya dan memperhatikan gambar besar yang terpampang disana. Photo Bae soo bersama pemeran “Fly High Agent” lainnya. 


Photo pertama bae soo terlihat sedang bersama seorang laki-laki dan perempuan bergaun biru memberi kesan bahwa mereka terlibat cinta segitiga. aku membalik halaman kedua bae soo dan pemain lainnya sedang dalam jamuan makan malam mewah. bae soo memakai tuxedo, tema photoshoot mereka mengambil setting waktu tahun 70-an. 
Aku menutup majalah itu dan mengambil majalah lainnya, sebuah majalah jepang. aku buka halaman pertama, wajah bae soo sudah menusuk mataku seketika, ada beberapa photo bae soo sedang mengadakan pemotretan di London. aku mengerutkan bibir. Beruntung sekali sekali dia... ckck.. senyum khasnya benar-benar aset untuknya, aku melempar majalah itu ke meja kemudian mengambil majalah lainnya. 


Aku memandang covernya, sebuah majalah cina. Bae soo menjadi covernya. aku mendengus kesal, kulempar lagi ke meja. sial.. tak adakah majalah lain yang tidak tertarik dengan bae soo?? aku bosan melihatnya dimana-mana..
      “Yoora~ssi, maukah kau menemaniku melihat bae soo di rehabilitasi? dia sedang melakukan observasi kan?” Woobin oppa tiba-tiba masuk.
      “oke..” aku berdiri kemudian berjalan keluar ruangan mengikuti oppa.
      Kami segera berangkat menuju pusat rehabilitasi penderita HIV/AIDS di daerah pinggiran kota Seoul. Aku masuk ke dalam, bertemu dengan petugasnya kemudian diantarkan ke tempat Bae soo melakukan observasi. Kami masuk dalam sebuah ruangan besar, terlihat banyak orang sedang melakukan aktivitasnya. beberapa orang sekilas tidak terlihat sedang mengidap AIDS, beberapa lainnya terlihat sangat kurus dan pucat, seperti mayat hidup. Aku mengedarkan pandangan ke segala ruangan, kemudian aku melihat Bae soo sedang terlihat berbicara dengan salah satu orang disana. Aku dan oppa duduk memisahkan diri di salah satu sudut ruangan dan mengamati bae soo yang masih mengobrol dengan pasien rehabilitasi itu. Pasien itu terlihat sedih, bae soo memandang pasien itu, wajahnya terlihat sangat serius.
      “Dia benar-benar berusaha, bukankah begitu Yoora~ssi?” oppa bertanya padaku dengan masih menatap bae soo
      “ya sepertinya begitu..” aku menjawab datar
      “Aku menyayanginya seperti donsaengku sendiri.”
      “Apa hubungan kalian sebenarnya, oppa?”
      “kami tidak memiliki hubungan apapun. tapi aku bertanggung jawab atas kematian ayah ibunya.” seketika raut wajah oppa mendadak sedih
      Aku memandang oppa dengan bingung

      “Saat itu aku masih muda, berumur sekitar 20-an dan dia 13 tahun. aku sedang mabuk malam itu, dan aku menabrak mobil ayah ibunya..”
      Aku menatapnya tak percaya.
      “ayah ibunya tidak tertolong. aku benar-benar hancur saat itu, merebut kebahagiaan seseorang... dia tidak punya anggota keluarga lain saat itu. kemudian aku meminta orang tua ku untuk mengadopsinya. Aku berpikir setidaknya aku bisa sedikit menebus kesalahanku.”
      “Dia marah padamu saat itu?”
      “ya.. dia sangat membenciku, 2 tahun aku mendekatinya namun dia sangat dingin padaku... akhirnya ketika dia berumur 15 tahun dia setuju diadopsi oleh orang tuaku. dia tinggal bersama kami saat itu.”
      Aku terdiam menatap Bae soo. “apakah kau menyayanginya karena kau merasa bersalah padanya?”
      “sampai sekarang perasaan bersalah itu masih ada. aku berusaha akan tetap menjaganya sampai kapanpun. aku tidak akan membiarkannya tersakiti atau celaka karena kesalahanku.” oppa menatap bae soo dengan raut sedih

      Aku menatap oppa, kemudian mengalihkan pandanganku ke bae soo. aku menjadi paham mengapa oppa terlihat sangat khawatir dan panik ketika syuting adegan mobil pada waktu itu. aku menghela nafas... jadi tingkah lakunya yang buruk selama ini adalah akibat masa lalunya yang menyedihkan?
Bae soo.. tak kusangka kau pernah mengalami hal yang begitu buruk seperti itu. tiba-tiba dadaku berdesir, aku menggeleng-nggelengkan kepalaku. berusaha mengontrol perasaan dalam hatiku. tidak.. jangan sampai aku jatuh simpati dengan musuhku!!

***

      “Kau cukup terlihat lancar dengan observasimu..” oppa menepuk punggung Bae soo
      “Aku harus bisa mendalami karakterku secara totalitas.. benar kan Yoora~ssi?” bae soo menatapku sambil menyeringai
      “Ya.. aku pikir begitu..” aku pergi meninggalkan mereka. aku keluar ruangan dan berjalan-jalan di area pusat rehabilitasi itu. menjauh sementara dari bae soo akan membantuku mengontrol hati dan otakku. aku menghela nafas panjang... sial..
      Beberapa menit aku berjalan mengelilingi area itu, tiba-tiba dari belakang muncul suara langkah kaki, aku menengok ke belakang dan disana terlihat bae soo sedang berjalan ke arahku..
      “Apa kau juga sedang melakukan observasi Yoora~ssi?”
      “tentu saja, aku hanya ingin memastikan aktor drama ku tidak melewatkan hal sekecil apapun.” aku menatap matanya
      Dia tersenyum, “tak kusangka kau begitu perhatian padaku Yoora~ssi..”
      “Kau pasti sedang merasa tinggi Bae soo~ah..” aku kembali berjalan meninggalkannya
      “Apakah kau begitu membenciku karena sikapku saat itu?” bae soo mengejarku
      “ya.”
      “Kau tipe orang pendendam yang mengerikan Yoora~ssi.” dia memandangku tajam
      “aku bisa lebih mengerikan dari ini jika kau ingin melihatnya.”
      “oh ya? hahahaha... aku tidak pernah takut padamu.” dia tertawa
      Aku berhenti berjalan, menengok ke arahnya. Aku tersenyum sinis. “kau tidak mengenalku, Bae soo~ah..”
      Bae soo tersenyum mendengar ucapanku. aku berbalik berjalan meninggalkannya. aku berjalan mantap. akhirnya aku memiliki kekuatan lagi untuk membencinya.

***


      Drama yang akan kami kerjakan berjudul “Angel wings”. Skenarioku bercerita tentang seorang laki-laki tampan bernama hyuk ah yang tidak pernah menghargai hidupnya, akibat dari keluarga yang broken home dan selalu mengekangnya, dia kebur dari rumah dan menjadi pecandu berat alkhohol, obat-obatan terlarang dan dia juga sering melakukan free sex. sampai suatu hari dia divonis menderita HIV AIDS, hidupnya mulai berubah, tidak ada sisa semangat hidup yang dia miliki, bagi dia hidupnya telah berakhir saat vonis itu juga.
      Sampai suatu ketika dia bertemu dengan seorang wanita periang bernama sooyi yang kemudian mengubah hidup kelamnya menjadi lebih berwarna. setiap hari mereka bertemu di sebuah taman, tempat sooyi sering menghabiskan waktunya dengan anjing peliharaannya. mereka sering mengobrol sampai beberapa bulan setelahnya namun Hyuk ah tidak menceritakan pada sooyi bahwa dia penderita penyakit AIDS. Sampai suatu ketika sooyi bercerita padanya bahwa dia bertemu seorang lelaki lain bernama sunghwan dan jatuh cinta padanya. hyuk ah yang diam-diam mencintai sooyi merasa sedih. Sooyi hanya bisa diam-diam memandang sunghwan dari jauh dan tidak berani berkenalan dengannya. hingga beberapa bulan, sooyi masih belum juga melakukan apapun untuk berkenalan dengan sunghwan. Hyuk ah pun merasa hidupnya tak lama lagi, berbagai penyakit datang menghinggapi tubuh kurusnya, ciri khas penyakit AIDS yang menggerogoti imunitas tubuh penderitanya. Hyuk ah ingin melakukan sesuatu untuk membahagiakan sooyi sebelum dia meninggal. akhirnya dia memutuskan untuk membantu sooyi agar bisa berkenalan dengan sunghwan. dengan berbagai usaha akhirnya sooyi bisa berkenalan dan semakin lama semakin dekat dengan sunghwan.
      Setahun kemudian tubuh Hyuk ah akhirnya tidak kuat lagi menahan virus mematikan yang menjangkiti tubuhnya. dia harus dirawat di rumah sakit. sooyi yang masih sering ke taman untuk bertemu hyuk ah tidak menemuinya. Suatu hari Sooyi datang ke sebuah rumah sakit untuk menemui temannya yang sedang dirawat disana. ketika dia sedang melewati sebuah kamar, lewat pintu yag setengah terbuka dia melihat hyuk ah sedang tergolek lemah diatas ranjang. Sejak saat itu sooyi selalu datang menemani Hyuk ah di rumah sakit sampai ajal menjemput Hyuk ah.
      Sebuah cerita bergenre tragis dan melankolis bukanlah tipeku. namun aku ingin membuat sebuah cerita yang berbeda dan sekaligus ingin menjajal kemampuan acting bae soo. Tokoh Hyuk ah bukanlah tokoh yang bisa dilakoni sembarang aktor. karakternya yang kelam dan suram namun memiliki sisi lain yang hangat membuatnya menjadi salah satu tokoh yang memiliki karakter kuat.

      Bae soo harus benar-benar berhasil melakonkan karakter hyuk ah atau dia akan terkena kritik pedas para kritikus film yang berlidah tajam dan membuat para penggemarnya kecewa. cukup menekan mentalnya. aku tersenyum sinis. kita lihat saja nanti...

***





7
      Sebulan kemudian, kami memulai pengambilan gambar pertama. Aku memandang sekitar area tempat kami melakukan syuting. oppa sedang terlihat sibuk mengarahkan kru-kru film, beberapa aktris lain terlihat sedang terlihat dikerubungi make-up artist. 

Di antara aktris-aktris itu aku melihat lee so eun. Melalui casting dia terpilih memerankan karakter sooyi. aku mendengus. awalnya aku tidak setuju. namun kemampuan aktingnya ketika dicasting untuk memerankan sooyi tidak buruk, serta didukung karakter lembut wajahnya yang innocent membuat oppa memilihnya. Mau tidak mau aku ikut setuju dengan keputusan oppa. Lagipula aku tidak ingin mencampur-adukkan masalah pribadiku terhadap soo eun dengan pekerjaanku. aku hanya mentarget bae soo. dimana bae soo? aku melirik jam, sudah setengah jam dia terlambat dari jadwal. dia merasa tokoh penting sekarang? aku mendengus kemudian menghampiri Oppa,
      “Oppa, Bae soo belum datang. dia terlambat setengah jam dari jadwal yang ditentukan.” aku tampak kesal
      “tunggu sebentar lagi, aku tadi meneleponnya katanya sedang di perjalanan. macet, sebentar lagi juga sampai.”

      Tiba-tiba sesosok laki-laki kurus berambut panjang dikuncir menghampiri aku dan oppa.
      “Annyeong hyung. maaf aku terlambat.” katanya sambil tersenyum.
      Aku memandangnya bingung, kemudian aku tersadar dia bae soo. aku terbelalak melihat perubahan barunya. dia benar-benar terlihat kurus dan pucat. bahkan tulang pipinya benar-benar terlihat tirus. aku memandangnya kaget,
      “Kenapa Yoora~ssi? kau terkejut dengan penampilan baruku?” dia memandangku dengan senyum menyeringai
      Aku kembali mengontrol ekspresi wajahku. “lumayan.”
      Dia tersenyum puas, “aku bahkan bisa lebih kurus dibanding ini jika kau mau.”
      “Kau akan terlihat seperti zombie daripada pasien AIDS.” aku berbalik meninggalkannya.
      Aku masih bisa mendengar dia tertawa terbahak-bahak. Sial..
      Sejam setelahnya, kami bersiap mengambil take adegan dimana hyuk ah terlihat memandang sooyi yang sedang bersama anjing kesayangannya di taman.
      “Action!!” oppa berteriak memulai pengambilan gambar
      AKu melihat Bae soo memandang eun soo dengan pandangan lembut. pandangan jatuh cinta. kemudian anjingnya berlari meninggalkan eun soo tiba-tiba. anjing eun soo ternyata menghampiri bae soo, akhirnya mereka berkenalan.
      “Cut!!” oppa berteriak mengakhiri adegan pertama kami
      Kemudian kami segera beralih ke adegan selanjutnya yaitu adegan hyuk ah membuka bajunya memandangi kaca untuk memperhatikan tubuh kurus akibat dijangkiti penyakit mematikan itu.
      “action!!”

      Ketika Bae soo membuka kaosnya, aku terkejut. kemudian aku berteriak dengan refleks. “Tunggu oppa!! apa-apaan itu? aku menyuruhmu untuk kurus. bukan berotot seperti itu!!” aku berteriak keras mengagetkan semua orang termasuk oppa dan bae soo.
      “Yoora~ssi..” oppa memandangku kaget.
      “Oppa. mana ada penderita AIDS memiliki tubuh berotot seperti itu??” aku memandang oppa tajam.
      Oppa memandang bae soo yang sekarang sudah bertelanjang dada dengan ototnya yang sudah terbentuk sempurna. bae soo terlihat kesal kemudian menghampiri kami,
      “Aku sudah bilang padamu aku tidak bisa kurus secara drastis dalam waktu sebulan. cara satu-satunya adalah melakukan gym. wajahku memang akan terlihat kurus tapi badanku mau tidak mau menjadi berotot. aku sudah memperingatkanmu tentang hal ini” dia memandangku tajam


      “Aku tidak pernah bilang akan mengijinkanmu memiliki tubuh berotot. kau bilang kau akan mengurusnya dan sekarang kau merusak segalanya!!” aku menaikkan nada suaraku
      “Aku tidak peduli!! aku sudah mengikuti perintahmu dan aku tetap ingin melanjutkan syuting ini!!!” dia juga menaikkan suaranya
      Aku melempar naskah tebal yang berda di tanganku ke dada Bae soo kemudian berbalik pergi berlari. aku benar-benar kesal. aku harus pergi dari situ sebelum amarahku semakin meluap dan semakin menghancurkan semuanya.

***

ost: baek ah yeon-daddy long legs



      Aku mengurung diri di kamarku seharian penuh. Teleponku berbunyi setiap sejam sekali. Oppa mencariku. aku sedang tidak bisa diganggu. emosiku sedang tidak stabil. aku benar-benar marah dengan Bae soo karena tidak mengikuti skenario yang kubuat. tindakannya benar-benar tidak profesional. aku menangis.. aku benar-benar kesal sampai aku tidak tahan lagi mengeluarkan air mataku.
      brr..brr..
      handphone ku bergetar, sebuah pesan masuk. aku membukanya dengan lemas.

sender: woobin oppa
01:23 pm
“Yoora~ssi, jangan menghilang.
kita masih harus melakukan syuting ini.
kita bisa membicarakannya baik-baik
dan kita bisa mencari jalan lain
agar adegan kemarin bisa kita selesaikan.”

      Aku memandang pesan oppa, kemudian melempar handphone ke atas kasur. Aku menekuk lututku, termenung memikirkan pesan oppa. Setelah beberapa menit terdiam, aku mengambil handphone dan menelepon oppa,
      “Oppa..”
      “Yoora~ssi.. terima kasih Tuhan.. akhirnya kau bisa dihubungi..” suaranya terdengar khawatir
      “maaf aku bersikap tidak profesional.”
      “lupakan hal itu, yang terpenting sekarang kita harus segera melanjutkan syuting kita. jadwal kita sudah mundur sehari. kau bisa ke kantorku sekarang?”
      “Oke oppa..”
      “baiklah. kutunggu di kantor. sampai ketemu nanti”
      ceklek.
***


      Ketika sampai di kantor oppa, aku berjalan menuju lift, aku berpapasan dengan soo eun,
      “oh.. kau sudah kembali? kukira kau tidak akan kembali.” dia tersenyum sinis
      “aku masih harus menyelesaikan tugasku. sekarang bisakah kita pura-pura tidak saling mengenal agar aku bisa segera pergi dari sini.” jawabku tak kalah sinisnya
      “Kau berperangai buruk Yoora~ssi. bertengkar dengan aktormu sendiri adalah hal yang sangat buruk. tidak profesional.” soo eun menatapku tajam.
      “kau tidak perlu memujiku.” aku segera melanjutkan jalanku, melewatinya. kemudian masuk lift.
      Sial sekali aku harus bertemu dia. aku menghela nafas berat. aku datang kesini untuk bekerja. bukan mencari musuh baru. bae soo sudah cukup membuat emosiku meledak. Sampai ke lantai 15 aku segera menuju ruang oppa. sekretaris sudah hafal denganku, dia menyuruhku langsung masuk. di sana aku melihat oppa sedang sendiri duduk di mejanya.
      “oh Yoora~ssi..” dia terlihat terkejut.
      “aku sudah memikirkannya oppa. aku akan menghapus adegan hyuk ah membuka bajunya. kita langsung skip ke adegan selanjutnya.” aku menatapnya
      Dia terdiam, “oke.. kita lanjutkan syuting besok langsung ke adegan selanjutnya.”
      Aku menunduk terdiam.
      “Aku tidak marah padamu yoora~ssi. aku tahu rasanya ketika karya yang kita buat dengan kerja keras diubah seenaknya sendiri oleh orang lain.” oppa tersenyum memandangku.
      Aku menatapnya terkejut dengan apa yang baru oppa katakan. “aku memang masih pemula bekerja di bidang ini, oppa. aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.”
      “oke... mari kita lupakan hal ini. kau sudah makan?”
      Aku menggeleng lemas
      “Aku bisa melihatnya. kau tak bersemangat seperti biasanya. ayo kita makan..” dia berdiri menarik tanganku keluar ruangan.

***


8
      Setelah mengadakan syuting hampir 3 bulan, akhirnya kami sampai pada take terakhir, yaitu adegan hyuk ah memandang sooyi terakhir sebelum dia dirawat di rumah sakit. pengambilan per adegan kami memang tidak urut, semua disesuaikan dengan kebutuhan dan waktu. 

Aku melihat Bae soo memakai kaos kuning, masih dengan wajah tirusnya. Selama syuting aku tidak berbicara dengannya sama sekali, biasanya jika aku ingin memberi saran pada karakter hyuk ah aku akan berbicara lebh dulu dengan oppa, kemudian oppa baru akan membicarakannya dengan bae soo. Aku menghindari gesekan dengan Bae soo agar tidak terjadi pertengkaran lainnya.

      “Yoora~ssi.. apakah drama kita ini akan bisa meraih award seperti drama kita sebelumnya?”
      “semoga..”
      “kalau kita menang award maukah kau pergi berkencan denganku?”
      Aku langsung memandang oppa dengan terkejut. tidak percaya dengan apa yang dikatakannya.


“Yaa.. oppa.. kau lucu sekali... hahahahaha..” aku tertawa terbahak-bahak
      “Hei.. aku tidak sedang melucu.. bagaimana?” oppa menatapku dengan tatapan menggoda
      “Oke.. tapi kau akan kesulitan jika berkencan denganku.”
      “Kenapa?”

      “karena makanku banyak..hahahahaha”
      “tenang.. jika kita menang award kita akan kaya. hahahahha...”



      Kami tertawa terbahak-bahak.. tiba-tiba aku melihat bae soo yang berada jauh di belakang oppa memandang kami dengan tatapan aneh. aku tidak memerdulikannya. bukan urusanku, aku melanjutkan lagi tertawa dengan oppa.


***



      Aku memandang poster rancanganku untuk drama “angel wings”. aku tersenyum puas.
      “Lumayan juga buatanmu, Yoora~ssi.”
      Aku menengok belakang. Bae soo tersenyum memandangku. aku memasang muka waspada.
      “Hei, tenang.. aku tidak sedang ingin memulai pertengkaran denganmu. Aku sedang tidak mood.”
      Aku mendengus, kembali menatap poster. “Pergilah, kau membuat moodku memburuk.”
      “Apa kau menyukai hyung?”
      Aku menengoknya lagi, “kau tidak perlu ikut campur.”
      “Kau tidak sedang berusaha merayunya kan?”
      “Apa maksudmu?”
      “hyung tidak pernah dekat dengan wanita sebelumnya. kupikir ada wanita yang berusaha mendekatinya untuk mengincar hartanya..” bae soo tersenyum lebar.
      Aku mendelik ke arahnya. lancang sekali dia mengatakan itu!!
      “Kau baru menggali kuburanmu sendiri bae soo~ah!!!” aku berteriak marah padanya.


Dia tersenyum. “aku baru membuka kedokmu, Yoora~ssi.”
      Aku mengayunkan tanganku pada wajahnya. dia menangkap tanganku, dan memegangnya kuat. “aku tidak akan membiarkanmu menamparku lagi, Yoora~ssi.” dia tersenyum penuh kemenangan
      Aku menarik tanganku berusaha melepaskan cengkeramannya pada pergelangan tanganku. “kau... kau...” aku terlalu marah sehingga aku kehabisan kata-kata.
      Dia tersenyum, aku langsung pergi dari situ, menangis tersedu-sedu. aku tak tahu kenapa aku menangis. seharusnya aku marah, bukan malah menangis. dadaku terasa sakit...

***


      “Annyeong Yoora~ssi, kau harus segera ke kantorku sekarang. penting!!” Oppa meneleponku hari itu sekitar jam 9 pagi. aku sedang menonton televisi di rumahku.
      “Weyoo oppa? ada apa oppa?”
      “Pokoknya kau harus segera kesini sekarang!” suara oppa terdengar marah
      “Tapi oppa.. apakah ada yang...”
      Ceklek.

      Aku segera ganti baju, memakai sepatu bootku dan segera pergi ke kantor oppa. Sepertinya ada hal buruk terjadi, aku langsung menuju ke ruang oppa. sampai disana aku tidak menemukan siapapun. aku lalu bertanya pada sekretarisnya. Sekretarisnya bilang, oppa sedang di ruang rapat. aku langsung turun ke lantai 10, aku gelisah. sebenarnya apa yang terjadi..

      Sampai di lantai 10 aku segera menuju ruang rapat, membuka pintunya. aku melihat sudah banyak orang berkumpul, mereka memandangku ketika aku memasuki ruangan. aku bingung. Kemudian aku melihat oppa memanggilku agar duduk di sampingnya. Aku segera duduk di sampingnya. aku masih gelisah..
      “Oke, kita mulai rapat ini. ada sesuatu yang harus aku umumkan pada kalian..”
      Aku menunggu oppa melanjutkan bicaranya. semua yang hadir terdiam. wajah mereka terlihat serius. aku benar-benar merasa takut sekarang. apakah drama kami mendapat masalah? apakah aku akan dipecat?
      Tiba-tiba pintu terbuka, bae soo dan soo eun masuk. mereka terlambat.
      “Oke aku lanjutkan, aku umumkan bahwa mulai hari ini aku berkencan dengan Yoora~ssi.”
      Aku melongo, mataku membelalak. aku langsung berdiri saking terkejutnya. “Oppa... apa yang kau katakan??” aku masih bingung menatap oppa.

      Tepuk tangan riuh menggema di ruangan itu, aku semakin bingung. Aku juga melihat bae soo dan eun soo sedang terbelalak tak percaya.
      “Tenang Yoora~ssi, jangan marah dulu. bukankah kau sudah berjanji padaku?” oppa menatapku menggoda
      “janji apa?”
      “kau akan berkencan denganku jika drama kita menang award.”

      Aku tertegun. “APAAA??? DRAMA KITA MENANG AWARD???” aku berteriak keras
      Orang-orang yang hadir disitu semakin bertepuk tangan riuh. aku memandang oppa, “apakah kau sedang mengerjaiku?”
      “Bagian mananya?”
      “award itu?”
      “Aku tidak membohongimu.” oppa mengambil sebuah amplop besar dan tebal berwarna emas kemudian menyerahkan padaku. Aku membukanya, dan benar.. drama kami menang award sebagai the best drama, the best director, the best actor, dan the best screenwriter. Aku tertegun tak percaya..
      “OPPA!!! KITA BERHASIL!!!!” Aku langsung memeluk oppa. Oppa terkejut melihatku memeluknya, kemudian dia tersenyum lebar
      “uhuk.. em.. jadi direktur dan Yoora~ssi benar akan berkencan?” seorang menyeletuk di sela-sela aku memeluk oppa.
      Aku langsung tersadar, dan dengan gugip melepaskan pelukanku.
      “Hahahaha.. Tentu saja... ayo kita rayakan kesuksesan drama kita dan hari jadiku dengan yoora~ssi...!!” oppa berteriak bahagia
      “tunggu..tungguu... aku belum memutuskan!!” aku berteriak, tapi percuma, semua orang sedang sibuk merayakan. Sekilas aku melihat bae soo dan soo eun sedang menatapku tajam. Aku memandang mereka, Bae soo tidak terlihat senang dengan award yang kami terima. Justru sebaliknya dia terlihat marah melihatku, sedangkan di sampingnya soo eun memandangku dengan kesal.

      Ada apa dengan pasangan gila itu? aku tidak peduli. Berkencan dengan oppa bukan sesuatu yang buruk. kami sudah cukup saling mengenal selama bekerja bersama, lagipula oppa orang yang sangat baik dan.. tampan. Aku tidak berusaha merebut hartanya. Aku bukan tipe wanita seperti itu. aku punya uang sendiri. aku tidak perlu melakukan hal rendah seperti yang bae soo tuduhkan padaku dulu. aku menengok, Aku melihat oppa yang ternyata sedari tadi memperhatikanku. dia tersenyum
      “Kita harus mulai berkencan nanti malam Yoora~ssi..”
      Aku tersenyum. mengangguk.

***

 ost: JYP feat Ga In- someone else


9

      Malam ini kami datang ke acara award. Aku memakai gaun merah menyala model kemben dan rambut digulung keatas, aku melihat oppa memakai kemeja putih dan jas abu-abu hitam, terlihat tampan, aku tersenyum. Kemudian aku melihat bae soo datang dengan soo eun. Bae soo menggerai rambut sebahunya, memakai tuxedo hitam abu-abu, sedangkan soo eun memakai gaun merah sepertiku. aku mendengus. kenapa aku harus kembaran dengannya.. aku mengalihkan pandanganku ke sekelilingku. Banyak aktor dan aktris datang dan mulai berjalan di red carpet. Oppa menggandengku selama kami berjalan di red carpet. semua orang memandang kami, lampu blits kamera para photographer menyilaukan mataku. alhasil kadang aku memincingkan mataku agar terlindungi dari silauannya. Oppa mengajakku duduk di seat yang telah disediakan oleh panitia kepada kami. dan.. kami semeja dengan bae soo serta soo eun.. egh...

      
Bergantian kami dipanggil ke atas panggung untuk menerima penghargaan. aku tidak berhenti-berhentinya tersenyum.
      “Terimakasih, saya sangat merasa terhormat menerima penghargaan ini. inilah pertama kali saya mendapat kehormatan seperti ini. terimakasih juga kepada CEO KING, Lee Woo Bin, dan semua kru serta pemain yang telah mendukung drama ini. hamsamida.” aku menutup speech ku dengan membungkuk hormat. tepuk tangan riuh menggema dalam ruangan besar ini.

***

      “Ya.. Yoora~ssi.. aku di depan rumahmu. keluarlah..”
      Aku masih berusaha mengumpulkan kesadaranku. “siapa ini?”
      “Jadi sekarang kau lupa dengan suara kekasihmu?”
      “eh?” mataku langsung terbuka, “Oppa?”
      “iya ini aku.. cepat keluarlah.. aku ingin mengajakmu ke suatu tempat sekarang.. hahahaha..”


      Aku bangun dengan masih merasa melayang. kepalaku pusing karena terbangun tiba-tiba. aku memakai sweaterku kemudian membuka pintu rumah, oppa terlihat sedang bersandar di dinding, memakai sweater biru dan luaran hitam. aku tersenyum. pagi-pagi sudah diberi pemandangan indah.. hahahaha
      “Hei.. kau baru bangun?”
      “hehehe.. iya oppa..” aku meringis
      “Oke.. mandilah dulu, akumau ambil sesuatu dulu di rumah.” oppa segera masuk ke mobilnya. Aku menatapnya bingung. kemudian aku masuk kembali ke rumah dan mandi segera.
      Setengah jam kemudian oppa datang, kemudian dia mengajakku pergi.
      “Kita mau kemana oppa?”


      Dia hanya memandangku sambil tersenyum mencurigakan, "sabarlah sayang.."
      Mobil berhenti di Incheon airport. Aku menatap oppa dengan bingung.
      “Oppa, kita mau kemana?”
      “ayo turun, sebentar lagi kau akan tau.”
      Aku turun masih dengan bingung, kemudian kami menuju ke loket pembelian tiket.
      “Jeju, 2 orang.”
      Aku terkejut, “kita akan ke jeju oppa?”
      Oppa memandangku tersenyum lebar
      “Tapi aku tidak membawa uang..”
      “hahahaha... tenang.. aku sudah mempersiapkan semuanya.”
      Dengan masih bingung aku mengikuti oppa menuju ke terminal pemberangkatan. akhirnya kami segera masuk pesawat dan tak lama kemudian pesawat kami take off. Aku jatuh tertidur.. ketika bangun aku menyadari pesawat sudah sampai di jeju.
      “Nyenyak tidurnya Yoora~ssi?”
      “Ini karena oppa membangunkanku pagi-pagi..”
      “Pagi? itu sudah jam 9, yeobo...” oppa mencium pipiku. aku terkejut kurasakan pipiku panas.
      Oppa mengajakku turun, di depan airport, oppa sudah mempersiapkan sebuah mobil mewah untuk dipakai selama di jeju. Aku terpana... luar biasa... Kemudian kami segera memasuki mobil,
      “Oppa, kita mau kemana?”
      “Bisakah kau menahan diri sebentar untuk tidak bertanya sayang?”
      Aku mengerutkan bibir.. aku benci merasa penasaran..

      Akhirnya mobil berhenti di sebuah villa besar di dekat pantai. aku memandang heran..
      “Oppa, apakah kita harus menghadiri acara di sini?” tanyaku sambil meminum air langsung dari botol
      “tidak” oppa menjawab pendek sambil mengajakku masuk ke villa
      “lalu mengapa kita kesini?” aku masih bertanya mengikutinya di belakang
      “Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu.”
      “heh?” aku memandangnya bingung
      “Kita bisa menginap beberapa hari disini..”
      croott..!! aku menyemburkan air minumku, “uhuk.. uhuk..” aku terbatuk-batuk. tersedak
      Oppa terlihat kaget, kemudian menepuk punggungku pelan, “hati-hati sayang..”
      “uhuk..hukkk uhukk... oppa.. kau.. uhuk..huk..uhukkk...” aku masih terbatuk
      Oppa tertawa. “jangan bicara dulu, taruh barangmu di kamar.”

      Aku kemudian naik, masih sambil sesekali terbatuk. aku menaiki tangga kayu, rumah ini sangat bagus, bergaya minimalis dan elegan.. waah... ada kolam renangnya juga! Aku berjalan sampai di kamar.
“Oppa.. kita tidak sekamar kan?” aku menatapnya khawatir
      Dia menatapku bingung, “Aku bisa mengaturnya jika kau mau sekamar denganku.”
      Aku membelalak, “oppa!!!” aku berteriak keras
      “hahahahahaha... tenanglah yoora~ssi.. aku pria terhormat.. aku tidak akan melakukannya tanpa persetujuanmu.. hahahahahaha..” oppa tertawa terbahak-bahak melihatku kebingungan seperti itu.
      Aku melongo.. “OPPPAAAAAA!!!!” aku berteriak lebih keras dari sebelumnya. Oppa tertawa terbahak-bahak.
      Setelah meletakkan tas, kami segera pergi ke sebuah restaurant besar di pinggir pantai untuk makan siang. Di depan restaurant suasana sedang ramai orang mengerubungi sesuatu, dengan iseng aku ikut masuk ke kerumunan orang-orang itu sedangkan oppa masuk ke dalam restaurant memesan makanan untuk kami. 

Dengan susah payah aku berusaha menyusup diantara orang-orang itu, setelah sampai depan barulah terlihat jelas.. aku melihat.. bae soo.. yang sekarang penampilannya sudah kembali, tidak sekurus dulu dan soo eun sedang melakukan pemotretan couple... sial.. aku menyesal bersusah-susah menyusup kesini. kemudian aku berbalik kembali menyusup keluar.
      “Hei, kenapa kau mendorong-dorong nona...?!” seorang laki-laki menghalangi jalanku
      “Minggirlah ahjussi, aku ingin keluar..” aku terus melesak keluar.
      “Tidak bisa!! diamlah.. atau aku kan memukulmu!” lelaki besar itu membentakku
      “Coba saja kalau kau berani!!” aku balas membentaknya
      Akhirnya terjadilah keributan karena aku dan lelaki itu tidak ada yang mau mengalah, tiba-tiba oppa melesak masuk kemudian menarikku dalam perlindungannya,


      “hei, lelaki tidak boleh membentak wanita.” oppa menatap lelaki besar itu. tinggi badan oppa dan lelaki itu hampir sama. oppa terlihat marah. aku tertegun
      “hei man.. kalau kau tidak bisa menjaga mulut wanitamu, aku bisa menghancurkan wajah cantiknya.” lelaki bertato itu menyeringai
      BRUKKK
      Oppa memukulnya tepat di rahangnya. Aku mundur beberapa langkah. keributan makin parah, pemotretan terlihat berhenti, bae soo berjalan mendekat ke arah kami, wajahnya terlihat terkejut karena ternyata kamilah penyebab keributan tersebut sedangkan disampingnya soo eun juga terlihat tidak kalah kagetnya dengan bae soo.
      Lelaki itu mengayunkan pukulannya ke oppa, kemudian oppa menangkisnya dan membanting lelaki itu. Aku terpana.. oppa terlihat keren sekali.. Petugas keamanan datang melerai oppa dan lelaki itu. Aku menatap Bae soo masih tertegun melihat kami. kemudian setelah lelaki itu dipisahkan, dia menghampiri kami,
      “Hyung.. apa yang kau lakukan disini? dengannya?”
      Oppa memandang bae soo sambil merapikan lengan bajunya yang tergulung, “bae soo~ah?? kau sendiri sedang apa disini dengan soo eun? wah.. kebetulan sekali kita bertemu... kalian..?” oppa memandang tempat photoshoot, “kalian sedang melakukan pre wedding? hahahaha...” oppa tertawa
      Prewedding? yang benar saja!!
      “hahahaha.. kami sedang ada pemotretan untuk sebuah majalah... kau sedang apa hyung kesini? pemotretan juga?”
      “Hahahaha.. kalau aku kesini untuk pemotretan aku akan sekalian photo prewedding.. ya kan Yoora~ssi?” oppa memandangku
      Aku tergagap, “hah..ehm...” dan akhirnya tidak ada jawaban dari mulutku, aku hanya tersenyum datar.
      Prewedding? sekarang? oppa... aku belum siap menikah!! aku mengerutkan bibirku. Kulihat Bae soo memandangku dengan tatapan aneh. dia memang tidak menyukai hubunganku dengan oppa sejak awal, sudah sudah tiga bulan sejak aku dan oppa berkencan. Aku balas menatapnya tajam. Soo eun melihat kami dengan curiga.
      “Hei, selesai photoshoot mampirlah ke villa ku.. kita adakan pesta barbeque nanti malam.. bagaimana bae soo~ah?” Aku menatap oppa tak percaya, oppa mengajaknya datang ke villa!!


      “Boleh hyung.. aku akan kesana dengan soo eun. ya kan soo eun?” dia menengok soo eun yang sedang memandangku,
      Soo eun tersadar, “ah.. iya yeobo..” jawabnya sambil tersenyum
      Aku memutar bola mataku, aku tidak suka berada disini. “Oppa, aku lapar.. tadi kau memesan apa?”
      “Oh iya hampir lupa Yoora~ssi, kau berani sekali menantang lelaki besar itu.. kalau kau terluka bagaimana?”
      “Hahahaha.. aku tidak berpikiran sampai situ oppa..untung kau cepat datang..” aku tersenyum lebar.
      Oppa mengusap-usap kepalaku, kemudian merangkul pundakku. aku terkejut dengan perlakuan oppa padaku, tapi karena di depanku masih ada bae soo dan soo eun, aku hanya bisa terdiam. Bae soo sempat terlihat kaget, kemudian wajahnya terlihat kembali tenang,
      “Hyung, kita harus kembali bekerja..” bae soo tersenyum datar kemudian berjalan kembali bersama soo eun

      “Oh oke... hwaiting Bae soo~ah!!” oppa berteriak dengan masih merangkulku. Kemudian oppa mengajakku kembali ke restaurant. Aku sempat melihat bae soo kembali menengok dan melihatku aneh. aku merasa hal buruk akan terjadi padaku sebentar lagi..

***





ost: CN Blue-Lie






10
      Malam itu kami berdua menyiapkan barbeque sementara pasangan gila itu belum datang. Oppa sedang sibuk menyalakan panggangan di taman, sementara aku mengiris bahan-bahan barbeque. Beberapa menit kemudian terdengar suara oppa sedang berbicara dengan seseorang. pasti bae soo dan kekasihnya. aku mencibir.
      “Yoora~ssi.. apakah bahannya sudah siap? bae soo dan soo eun sudah datang, ayo kita mulai panggang..”
      “ye oppa.. aku datang..” aku berjalan sambil membawa nampan besar berisi bahan-bahan barbeque yang akan dipanggang.
      Aku melihat bae soo sedang mengobrol dengan oppa sementara soo eun sedang duduk di kursi taman. aku meletakkan nampan itu di meja dekat pemanggang. kemudian duduk di kursi taman lainnya. aku tidak mau sekursi dengan wanita itu.


      “Hei, yoora~ssi, bae soo bilang dia ingin mendapat penghargaan lagi, bisakah kau membuat sebuah drama lagi untuknya? hahahahaha...” oppa tertawa sambil menunjuk bae soo yang berdiri disampingnya.
      “Boleh, aku akan membuat tokoh seorang pasien sakit jiwa untuknya.” jawabku tenang
      Aku bisa melihat bae soo tersenyum menyeringai. sementara soo eun memandangku kesal. Sementara oppa masih tertawa mendengar jawabanku.
      “Nanti dia bisa gila beneran Yoora~ssi..”
      “Aslinya kan dia memang sudah gila..” jawabku pelan


      “hei, bisakah kau sopan sedikit??!!” suara soo eun meninggi.
      Oppa terkejut mendengar soo eun marah. kemudian dia menatap bae soo. bae soo kemudian menghampiri soo eun duduk disampingnya sambil mengusap punggungnya, berusaha menenangkannya.
      “Aku yakin Yoora~ssi sedang bercanda. ya kan yoora~ssi?” bae soo memandangku tajam sambil tersenyum menyeringai.
      “Ya.. begitulah..” aku berdiri menghampiri oppa membantunya memanggang barbeque. Suasana malam itu sangat tidak nyaman. aku menghela nafas berat.

***

      Malam itu tiba-tiba bae soo bilang akan menginap disini bersama soo eun. villa ini hanya punya 2 kamar tidur. aku panik.. jadi artinya, aku dan oppa akan sekamar sedangkan bae soo dan soo eun tidur di kamar lainnya?
      “Oppa, aku tidur di sofa saja. ehm.. aku..” aku bingung menjelaskannya pada oppa. oppa menatapku,
      “Tidak!” aku terkejut, “kau tidur di kamar, aku di sofa. bagaimana? adil kan?” oppa tersenyum



      Aku bernafas lega, “gomawo oppa!” aku tersenyum lebar. oppa mengusap kepalaku.
      “jadi malam ini aku akan kesepian? ehm.. aku iri dengan bae soo...”
      “hah?” aku bingung.. “oh.. kau boleh bergabung dengan mereka oppa..”
      Oppa terkejut mendengar perkataanku, “ya.. jadi kami harus threesome begitu? hahahaha..”
      “Jadi maksud oppa, mereka berdua akan melakukan itu?” aku membelalak.
      “hahahaha.. aku tak tahu, perlukah kita membangunkan mereka untuk menanyakannya?” oppa menatap jahil padaku
      “yaaa...!! oppa!!” aku memukul lengan oppa. dia tertawa keras
      “ah aku hampir lupa, ini.. aku membawakanmu ini.. oleh-oleh waktu aku ke amerika.” oppa mengeluarkan sesuatu dari sakunya. sebuah kalung yang tidak pernah kulihat sebelumnya.
      “apa ini oppa?” aku duduk di sofa
      “dreamcatcher necklace..” jawab oppa sambil duduk disampingku
      Aku terlihat bingung, “aku baru mendengarnya..”
      “Menurut kepercayaan orang di suku asli di amerika sana, kalung ini dipercaya bisa menyaring mimpi buruk pemakainya, jadi dengan memakainya kau akan terlindungi dari mimpi buruk.” oppa memandangku sambil tersenyum
      Aku terpana, “oppa.. gomawo..” Oppa memasangkan kepadaku lewat kepalaku, tali kalung itu panjang jadi jika ingin memakainya tinggal dimasukkan lewat kepala.
Aku menunduk, memegang kalung yang telah terpasang di leherku, mengamatinya bentuknya unik.. aku menyukainya.. aku memandang oppa sambil tersenyum. 


tiba-tiba dengan cepat oppa menciumku, ciuman oppa terasa hangat, oppa mendorongku hingga badanku bersandar di pinggiran sofa. kemudian oppa melepaskan ciumannya, tersenyum. “good night yoora~ssi..”
Aku bangun dengan gugup, “good night oppa.. aku segera berbalik berlari menaiki tangga dan segera masuk ke kamarku. aku tertidur beberapa saat kemudian sambil tersenyum.

***

Aku terbangun malam itu karena kehausan, aku keluar kamar kemudian menuruni tangga. aku melihat oppa tertidur pulas, aku tersenyum, kemudian aku menuju dapur menuangkan air putih ke sebuah gelas dan meminumnya habis. Selesai minum aku segera menaiki tangga dan segera kembali ke kamarku. sampai di depan kamar bae soo dan soo eun aku berhenti beberapa saat. pikiranku berkecamuk. apa yang mereka lakukan di dalam? dadaku berdesir..
Pintu terbuka dan bae soo keluar terlihat kaget karena aku tiba-tiba berada di depan pintu kamarnya, aku terkejut. karena panik aku segera mempercepat jalanku menuju kamarku, tiba-tiba aku merasa tanganku ditarik kuat, membuat tubuhku berbalik, 
ketika aku berbalik bibirku sudah menyentuh bibir bae soo. aku membelalak. bae soo mendorongku sampai aku terjepit antara dinding dan dirinya. Aku masih terkejut dengan apa yang dilakukan bae soo sekarang, ciuman bae soo menuntut, penuh hasrat seperti meluapkan sesuatu. tanganku mendorong badannya agar menjauh, tapi tangan bae soo tiba-tiba menekan kedua tanganku ke tembok. ciuman bae soo semakin memanas, dia mengulum bibirku lembut tapi menuntut. aku tidak bisa menjelaskan bagaimana rasanya, yang jelas, inilah pertama kali seseorang menciumku dengan cara seperti ini. 
aku memejamkan mataku. aku membalas ciumannya, kemudian ciuman bae soo berubah menjadi lembut, tidak seliar sebelumnya, kemudian dia melepaskan ciumannya. aku membuka mataku, kami berdua terengah-engah. aku menatap matanya,
“sekarang jelaskan padaku, apa maksud semua ini?” aku menatapnya tajam
“Kau sudah tahu jawabannya.” bae soo tersenyum

Aku menatapnya bingung, “aku tidak tahu maksudmu.”
“Kau mencintaiku, bukan mencintai hyung.” bae soo memandangku tajam
Aku terkejut mendengar perkataannya. Kemudian aku mendorong tubuhnya agar minggir dari hadapanku, namun tangan bae soo kembali menahanku dan mendorongku sehingga aku kembali terjebak diantara tembok dan tubuhnya.
“lepaskan aku bae soo. kau menjebakku.”
Tiba-tiba bae soo memegang kalung dreamcatcher pemberian oppa yang masih kupakai. dia tersenyum menyeringai,
“jadi apakah ini berfungsi? menangkap mimpi burukmu?”
“apa maksudmu? lepaskan!” aku menarik kalung itu dari tangannya.
Bae soo menarik kuat kalung itu hingga talinya terputus. aku terkejut.
“apa yang kau lakukan??!!!” aku mendorongnya marah

“Kau milikku sekarang. kau tidak akan butuh kalung ini..” bae soo melemparkan kalung yang telah rusak talinya itu kepadaku. aku menatapnya marah
Aku menatap punggung bae soo yang berjalan kembali ke kamarnya, dia membuka pintu kemudian berbalik beberapa saat dan tersenyum menyeringai padaku. aku benci senyuman itu!!!! 



AKU MEMBENCIMU KIM BAE SOO!!!!!




***




     

     ending OST:
Shampoo - After School

     
     
      



No comments:

Post a Comment