1
Kepalaku masih berdenyut. Semalam konser baru
kelar sekitar jam 3 pagi. tidur jam 4, bangun jam 8, kuliah jam setengah 9. Ngumpulin
nyawa 5 menit, perjalanan rumah-kampus naik motor makan waktu 20 menit,
perjalanan jalan kai dari tempat parkir ke kelas makan waktu 5 menit, jadi
jangan berharap aku sudah mandi apalagi keramas. Poni lepek teratasi dengan
bando. Rambut lepek kucepol tinggi. Fiuh.. Bad hair mengakibatkan bad mood. Bad
mood mengakibatkan bad day. Dan kuucapkan selamat datang hari berat...
watdehel...
“Woii Kim….!!! Tumben telat?” suara bass Nathan
menjadi cobaan pertamaku hari ini.
“Bawel lo...” kujawab dengan malas. Berharap tidak
ada lanjutan cobaan dari dia.
Aku berhenti berjalan, aku berencana memberi
tatapan peringatan “don’t bother me!”
aku menengok ke samping kananku, aku mendongak tinggi. Kupasang muka “senggol
bacokku”. Dan cowok itu cuma tersenyum menghadapi alert signal-ku. Senyuman dia bisa meluluh-lantakkan pertahanan
setiap wanita di dunia. Tapi tidak berlaku untuk wanita yang sudah mengenalnya
dari jaman ingusan. Aku sudah divaksin, jadi dengan kata lain senyuman cowok
itu useless. Kulanjutkan jalanku
tidak peduli.
“Come on
kim.. don’t starting today with a terrible thing! hahahaha”
“You make
my day becoming terrible, you moron..”
Jawabku cuek sambil terus berjalan.
“What?
I’m your best friend kimi... you know that.. I never be troublemaker to you.. hahahahaha”
Nathan terus menggodaku menghalang-halangi jalanku.
“One..
two..” aku mulai mengeluarkan
jurus pamungkasku.
“What? Will
you punch me? Ayolah kim, ini
masih pagi untuk bergulat.. hahahahaha” Nathan tidak mengindahkan peringatanku.
“Three...!!” bukkkkk
“Awww..!!!
shitt..!! Kimi, dare you kick my leg!!” Nathan berteriak marah sambil memegang kakinya
“I’ve
warned you Nathan..” aku
tinggalkan dia terus berjalan masuk ruang kelas. Di kelas terlihat Mrs. Piggy
sudah memulai kuliah Bussines law
nya.
“You late
Miss Kimi..” Mrs. Piggy menyambutku
dengan manis. Jangan sampai aq menendangnya seperti aku menendang troll tadi.
“We are
know that..” Jawabku pendek
sambil terus berjalan ke salah satu bangku di pojok kiri atas. As usual.
Mrs. Piggy menggeleng-gelengkan kepalanya yang
bulat dihiasi dengan rambut ala dora-nya.
Nathan baru datang ketika Mrs. Piggy meneruskan
lagi kuliahnya. Aku sudah tau bagaimana alur cerita yang akan terjadi.
“Mr.
Nathan.. you late.” Mrs Piggy
berkacak pinggang.
“Better
late than never come, Miss Piggy..”
jawabnya dengan senyumannya yang luar biasa menyebalkan.
Mendengar Nathan memanggilnya “miss” membuatku ingin muntah. That
boy is so fucking hypocrite.
“Ah.. you
so talkative Nathan.. you save this time. Please sit down, I have continue my
class.”
“Ah sure
Miss Piggy..” sambil tersenyum
puas, Nathan berjalan naik duduk di sampingku.
“You’re
fucking asshole.” Aku berkata
sambil terus menulis menyalin tulisan di papan tulis.
“Thank you..
hahaha” Nathan tertawa menganggapnya sebagai pujian.
Yeah.. I’ve
cursed. Cursed have a friend like Nathan. Damn it..
v
Kuliah miss Piggy dihabiskan dengan ocehan Nathan
yang sibuk flirting dengan cewek sebelah bangku tempatnya duduk.
“Hei kim, kamu tau hot girl sebelah kita? Daritadi ngeliatin aku nih..” Nathan
berbisik kepadaku.
“So what” kujawab malas sambil terus bertopang dagu
memandang Mrs. Dora.
“Tau gak namanya?” Nathan belum menyerah.
“Sutini.” Jawabku ngasal.
“Hah? Serius? Orang Indo?” Nathan masih juga belum
nyerah.
“Keturunan Suriname-Arkansas.” Jawabku masih
ngasal.
“Ngasal lo!” akhirnya Nathan sadar jawabanku
ngasal.
“Gue deketin ya Kim?” Nathan meminta ijin dulu.
Seperti biasanya.
“Gue restuin.” Jawabku. Seperti biasanya.
v
2
“Kim, itu gebetan baru si Nathan?” Grace menunjuk
pemandangan membosankan bagiku. Nathan sedang duduk bersama hot girl. Yeah that Sutini.. I named her
that.
“Hmm.. yeah
I think so.” Jawabku sambil tetap
mengunyah porsi jumbo beef burger.
“Itu sudah berapa cewek yang digebet dalam
sebulan?” Grace melanjutkan pertanyaannya sambil mengunyah saladnya.
“Twelve
maybe.. ”
“One
dozen?? That boy so crazy.. hahahaha.”
“We
already know Grace..” sambil
menepuk pundaknya.
“Hahahahaha.. kok bisa kamu betah temenan sama
orang gila kayak gitu sih Kim?”
“Aku dikutuk Grace. Aku dikutuk harus jadi temennya
dari kecil. What a cruel destiny...
fiuhhh...” aku menghela nafas kemudian meneguk cola.
“Hahahaha... mungkin dia berjodoh denganmu Kim..
jadi kamu dilatih untuk menghadapi kelakuannya itu sebelum nikah! Hahaha”
“Demi Tuhan.. aku tidak mau berjodoh dengannya..”
“Yakin? Walaupun dia berubah?”
“I’ll
think about it.” Jawabku sambil
melanjutkan mengunyah menu French fries-ku.
“I think
you've affected of Nathan madness. hahahahaha” Grace tergelak.
“Kimi..
my honey.. what was your lunch menu today?” tangan Nathan tiba-tiba sudah hinggap di pundakku.
“Don’t disturb my lunch.” Jawabku sambil terus
makan.
“Pantesan jomblo.. galak banget sih lo kim..
hahahaha” Nathan duduk di samping Grace yang berhadapan denganku.
Aku berhenti mengunyah dan menatap Nathan dengan
tatapan membunuh. Nathan semakin tertawa keras melihat reaksiku.
“Nathan, please
itu si Kimi jangan diganggu dulu. Daritadi mood-nya
lagi naik turun tuh..” Grace menengahi
“Oh sorry
Kimi honey.. hahaha.. eh, Grace
hari ini lo cantikan sih?” Nathan ganti mengganggu Grace.
“Jadi gue calon mangsa lo yg keberapa nih?” Grace
membalas rayuan Nathan dengan manis.
“Hahahahaha.. sial.. pasti diajarin Kimi.. yaudah
deh gue cabut dulu mau kencan nih sama Audrey hahahaha…” jawab Nathan sambil
nyomot French fries yg sedang
dipegang Kimi
“Oh Sutini..” jawab Kimi dengan datar
“Please don’t be jealous with her. Hahahahaha”
Nathan tertawa tergelak
“Me? Jealous? Are you kidding me?” jawab Kimi
sambil menyeringai.
“Hahahaha
yes I just kidding.. every girl must be jealous with you.”
“Hah? why?” Kimi berhenti mengunyah memandang
Nathan.
“Because
you always be my side everytime everywhere. Hahahaha”
“Karena kamu selalu mengekoriku.” Aku melanjutkan mengunyah.
“Karena kamu membutuhkanku.” Nathan menggodaku.
menyentuh daguku dengan jarinya.
“Funny.” Mengusir tangannya dari daguku.
“Hahahahaha..
have a nice day my kimi...!!”
Nathan pergi sambil tertawa puas.
“Kim, tapi ada satu hal yang aku akui dari dulu
sampai sekarang tentang Nathan..”
“What?”
“Nathan
is so handsome.. georgeous.. awesome..”
“Jadi sekarang kamu mulai menjadi salah satu
fansnya?”
“Hahahahahaha... apa kamu gak sadar dia mirip Kris
leader EXO-M?”
“Shut up
Grace!! You make me loss my appetite!”
“Hahahahaha sorry... gimana konsermu kemarin?
Sukses?”
“Yeah begitulah..”
“Gimana si Bayu? Masih seganteng kai EXO-k gak
dia?”
“Masih lah..” jawabku ringan.
“Masih suka lo sama dia?” Grace mencondongkan
badannya ke arahku. Penasaran.
“I don’t know..” jawabku datar.
“Lah? Kok gitu?” Grace masih penasaran.
“Grace, I
just wanna playing music there. He’s member of my band. I don’t want to mix my
personal issue with my band. That’s unprofessional.” Aku mengubah ekspresiku menjadi serius.
“Hahahaha serius amat lo Kim.. gue cuma nanya, please...” Grace protes.
“Hahahaha...
I just have headache Grace. Sorry..” ekspresiku
melunak.
“Tenang Kim.. gue tau lo lah.. hahahaha. Anyway kenapa sampai sekarang lo masih
gak ngebolehin Nathan nonton konser lo?”
“Males. Ntar yg ada dia nyepikin semua cewek yang
nonton konser gue trus cewe-cewek pada patah hati terus trauma datang ke konser
gue.”
“Cuma itu alasannya?”
“Yooaa..”
“Hahahaha... dan dia mau nerima alasan lo?”
“Gak”
“Terus?”
“Terus ya gue cuekin. Bodo amat.”
“Hahahahaha...jahat banget sih lo Kim..”
“Biarin aja, Nathan doang.”
“Hahahahahaha.. kejam.”
v
3
“Kim, besok kita rehearsal di Four Seasons
Centre, lo bisa kan?” Tanya Bayu sambil menyodorkan Americano.
“Thanks.
Oh..bisa Bay, alat kita yang bawa kan? Jadi kita berangkat bareng dari sini?”
jawabku sambil memasukkan gitar ke sarungnya.
“Iya. Ntar lo barengan aja ma gue. Josh,
Billy sama Sammy biar naik mobil bawa alat-alat.”
“Naik Bruno?” aku berhenti sejenak
memandang Bayu yang sedang meneguk Americano-nya
“Iya. Kenapa? Lo keberatan? Hahahaha” Bayu
tertawa
“Bukan gue yang keberatan. Gue khawatir
Bruno keberatan gue.” Jawabku datar.
“Tenang Bruno udah fit kok. Udah gue
masukin bengkel habis duit kuliah satu semester. Hahahahaha” Bayu tersenyum
sambil menepuk pundakku.
“Nah makin khawatir gue kalo habis gue
naikin langsung masuk bengkel lagi.. bisa sia-sia duit kuliah satu semester..
hahahaha” jawabku sambil tertawa.
“Bilang aja lo gak mau boncengan ma gue
Kim..” Bayu tiba-tiba memasang muka serius.
“Eh, gue mau kok.” Aku terkesiap melihat
ekspresi bayu yang tidak biasa.
“Dari tadi lo alesan aja sih hahahahaha”
Bayu tertawa tergelak
“Gue cuma basa-basi Bay, biasa orang Indo.
Mau tinggalnya di Negara mana juga masih bawaan sifat. Hahahaha” masih kaget
dengan ekspresi serius bayu yang ternyata cuma ingin menjahiliku.
“Hahahaha... bisa aja lo Kim.. yaudah
besok jam 9 malem ya. Lo telat gue jual gitar lo.” Bayu mulai menjahiliku lagi.
“Jual aja habis itu gue hancurin si
Bruno.” Jawabku membalas kejahilannya.
4
Hari ini moodku lebih baik daripada
kemarin. Itu karena aku cukup punya waktu untuk tidur semalam. Latihan cuma
sampai jam 10 malam. Setelah itu aku langsung bisa menghinggapi bed empukku di rumah. Jadi pagi ini aku
bangun dengan segar.. dan moodku pun
bagus.
“Hai Nath..” Sapaku sambil duduk di bangku
“Hai
Kim... seems you have better mood than yesterday.” Nathan tersenyum
memandangku.
“Yeah,
lucky you.” Jawabku datar.
“Thank
you for making me lucky, Kimi honey..” jawab Nathan sambil tersenyum
menahan tawa.
“Bukankah ini terlalu pagi untuk bersikap
manis denganku, Nath?”
“Hahahahaha..
you right..”
“So
how your dated yesterday?” aku penasaran.
“Sutini
if you means.. yeah..bored.” jawab Nathan dengan malas
“Sampai berapa lama rencananya?”
pertanyaan rutin ini selalu kutanyakan ketika ada sinyal dari Nathan bahwa dia
sudah tidak akan lama lagi membuang mangsanya.
“Today
I think. I could’t stay longer with boring girl, Kim.. I just feel not
comfortable. It’s like stay in hell... that empty-headed girl.. ahh.. I
can’t..” jawab Nathan terlihat sibuk mencari-cari alasan yang bisa diterima
olehku.
“I
know, I know.. please stop making excuses.” Aku melambaikan tanganku
menyuruhnya berhenti mengoceh.
“Hehehehe...
you always understand me, oh Kimi Goddess..” Nathan merangkulku dengan
tangannya yang sebesar tangan troll.
“Are
you satisfied now? Player..!” jawabku sambil berusaha melepaskan tangan
raksasanya dari pundakku.
“Hahahaha...” Nathan tertawa puas sampai
Mr Connor terlihat masuk ruang untuk memulai kelas International Law nya.
v
Aku memesan menu grilled beef steak with mashed potato,
lettuce salad and hot vanilla-latte. Nathan berdiri di sampingku memesan
menu yang sama denganku, tanpa salad. Bagi dia salad adalah makanan gadis diet.
Tapi faktanya aku tidak sedang diet. Aku hanya perlu sayuran. Susah menemukan
makanan yang berisi sayuran di sini. Padahal kalau di Indo sangat mudah
menemukan sayuran segar, sayur asam, sayur sop, ahhh.. kangen Indo..
“Kau cari tempat duduk Kim, aku bawakan
nanti makananmu.” Kata Nathan sambil membayar makanannya di kasir
“Thanks.
And please pastikan steak-ku
sampai ke meja dengan selamat mr. Nathan.” Aku memperingatkan dia, beberapa
waktu yang lalu onion ring dan burger ku tinggal piring ketika sampai
di meja. Dan aku mengamuk selama beberapa hari. Dan jika Nathan pintar dia
tidak akan mengulanginya.
“Oke.. aku akan memastikan piring steak-mu sampai di meja dengan selamat.”
Jawabnya ringan sambil menerima uang kembalian.
“Hahaha
funny..” jawabku sambil mencari meja kosong.
Ah.. aku menemukan sebuah meja kosong
dekat jendela. Posisi strategis. Aku dan Nathan selalu suka posisi meja dekat
jendela. Sekarang lagi autumn. Maple leaves yang berwarna cokelat
keemasan sedang berguguran. So
beautiful.. Aku datang menghampiri meja dan kemudian mulai memandangi
pemandangan indah itu.
“Sudah autumn
ya..” Nathan datang
“Dan sebentar lagi winter...” jawabku tidak mengalihkan pandangan ke maple trees di luar.
“Nanti pas winter main ski yuk?”
“Gak ah ntar kamu tiba-tiba batalin janji
seperti winter tahun lalu.”
“I
got a cold Kim.. please don’t make me fell guilty” Nathan memasang muka
memelas.
“So
are you sure this time you will not get a cold again?” tanyaku sambil meneguk pelan hot vanilla-late.
“Yeah.
I’m sure.” Jawab Nathan percaya
diri.
“So
I hope you will get a bad cold.” Jawabku sambil memakan salad
“Hahahaha..
come on Kim.. don’t be cruel..” Nathan memprotes.
“I
can’t. because I’m cruella.” Jawabku sambil terus mengunyah
“Hahahaha...
so cruella never eating beef steak
right?”
“What
do you means?” aku berhenti mengunyah dan memandang Nathan.
“Cruella
eating human steak.”
“So?”
“I’ll
eating your beef steak.” Nathan
bersiap menancapkan garpunya ke steak-ku
“And
I will eating you.” Jawabku
sambil mengacungkan pisau steak-ku ke
arahnya.
“Nathan,
can I speak only with you?” tiba-tiba
ada suara cewek terdengar.
“Right
now? Can you see I eating my lunch, girl.” Jawab Nathan datar.
“You’re
not picking my calls last night!” suara cewek yang ternyata Sutini ehm,
Audrey I mean.. itu meninggi.
“I’ve
already slept.” Jawab Nathan masih datar sambil mengunyah makanannya.
“You
lied!!!” suara cewek itu berubah menjadi teriakan.
“You
know it. So stay away from me. You make me loss my appetite.” Nathan masih
tidak memperdulikan cewek itu.
”How
dare you make me like dumb!!!” suara teriakan makin keras. oke, aku sudah
tidak tahan mendengarnya.
“Please,
can you guys let me eating my lunch in a peace? What the hell??!!” bentakku
sambil berdiri mencari meja lain jauh dari arena pertarungan dua orang gila
itu. Dua orang itu sempat kaget dengan reaksiku. Namun setelah aku pergi
keduanya masih bertengkar. Nathan terlihat menarik tangan cewek itu keluar dari
canteen. Beberapa menit kemudian
Nathan kembali ke canteen diikuti
tatapan-tatapan aneh dari orang lain yang ikut menyaksikan adegan pertarungan
tadi. Nathan mengambil piring makanannya dari meja sebelumnya, kemudian duduk
di bangku yang kutempati sekarang. Aku masih sebal acara makan siangku
diganggu, jadi aku tidak akan berbicara dengannya selama beberapa waktu.
Setidaknya sampai makan siangku berakhir.
“Kim..” Nathan mulai membuka percakapan.
Aku tidak menjawab panggilannya.
Kuteruskan makan siangku. Setelah selesai aku segera pergi masuk ruang kelas.
Nathan hanya terdiam membiarkanku pergi. Sebenarnya hal seperti ini sudah
biasa. Bahkan pertama kali aku mengalami hal seperti itu aku sempat shock. Namun itu sudah beberapa tahun
yang lalu. Sekarang aku mulai terbiasa. Aku hanya tidak suka ketika aku
diganggu. Jadi aku sedang memberi pelajaran padanya.
“Kim..
come on.. I’m sorry..” Nathan berbisik padaku selama kelas.
“You
have to pay.” Jawabku ringan
“Ask
me..”
“Buy
my lunch tomorrow.”
“Only
that?” Nathan tersenyum.
“You
want more? Are you sure?” tanyaku sambil memandang tajam ke arah matanya.
“I
think it’s pretty enough.” Jawabnya sambil tersenyum senang.
“Smart
boy.” Jawabku bersamaan dengan berakhirnya kelas.
v
5
Jam tangan menunjukkan waktu jam 9 malam
ketika aku, Bayu, Billy, Josh dan Sammy sedang memasukkan alat-alat musik ke
van oranye VW milik Billy.
“Ayo Kim.”
“Mana Bruno?”
Kupandangi motor Harley Davidson tipe Dyna Street keluaran tahun 2007 warna hitam
kesayangan Bayu. Ganteng.. seganteng yang punya...hahaha.
“Kim, mau
berapa lama lagi mandangin Bruno?” Tanya Bayu yang sudah bersiap di atas Bruno.
“Eh..
hahaha.. gak.. aku lagi lihat bannya ada yang kempes apa gak.” Jawabku sambil
garuk-garuk kepala
“Ini
semacam basa-basi lagi Kim? Bayu tersenyum
“Yeah...”
jawabku pendek sambil berusaha naik Bruno di belakang Bayu.
“Are you ready?” Tanya Bayu sebelum dia
menjalankan motornya.
“Yeah.” Jawabku dan Bruno pun
dijalankan.
Di tengah
perjalanan ke tempat rehearsal
suasana senyap. Sedikit akward. Aku
bingung mau memulai percakapan darimana. Melingkarkan tanganku ke pinggangnya
selama perjalanan saja sudah membuatku frozen.
“It’s your first time, right?” Bayu membuka percakapan.
Suaranya sayup-sayup terdengar karena diterpa angin malam. Terdengar seksi.
“Hah?” aku kaget. First time? Jangan bilang dia mau mengejekku ini pertama kalinya
aku dibonceng cowok. Ehm.. Nathan tidak termasuk hitungan.
“first time you riding Bruno with me.” Kata
bayu mengoreksi pertanyaannya.
“Ehm..
iya. Kamu kan jarang bonceng cewek, Bay..” jawabku pelan
“Jangan
bilang kamu kira aku gay? hahahahaha”
bayu tertawa.
“Kalo aku
bilang gitu gimana?” senyum jahilku keluar
“Kuturunin
kamu disini.” Jawab Bayu menanggapi jahilku.
“Turunin
aja kalo berani.” Jawabku menantang ancaman Bayu.
“Oke..turun..”
motor berhenti dan aku kaget setengah mati. Please
ini di tengah ladang sepi. Jangan bercanda!
“Oke..”
jawabku bersiap turun. Aku terlalu gengsi memohon ke cowok. Walaupun itu ke
Bayu.
“Hahahaha... please Kimi.. I’m just
kidding..” Bayu tergelak sambil mengacak-ngacak rambutku.
“Hahahaha.. I was joking too..” aku juga tertawa. Sial..
aku tertipu lagi.
“Ayo Kim,
anak-anak pasti segera sadar kita belum sampai di sana.” Kata Bayu sambil
menyalakan mesin Bruno.
“Kamu
sih..” Kataku protes sambil berusaha naik lagi di atas Bruno.
“Hahahaha
jangan bilang kamu sempet shock?”
Bayu masih tertawa
“Iya. Aku
kan belum kenal kamu orang yang gimana.” Jawabku pelan.
”Hahahaha..Sorry Kim.. jadi mulailah mengenalku
dari sekarang.” Kata Bayu sambil tersenyum. Terlihat dari spion tinggi sebelah
kanannya dia tersenyum lebar.. oh God..
I think I’m going crazy.
v
“Kim, udah makan belum? Makan yuk sekalian kuanter
pulang.”
“Hah? Itu anak-anak mau sekalian ikut gak?
Coba Tanya dulu Bay.”
“Hei
Guys, wanna eat something? We are starving.” Tanya Bayu ke Billy, Josh dan
Sammy.
“No.
I’m too stupid to following your dating! Hahahaha.” Jawab Billy sambil
tertawa
“Dating?
Hei guys, are you drunk?” jawabku sambil menatap sebal ke arah mereka.
“Have
fun yeaah! hahahahaha” mereka bertiga tertawa tergelak bahagia melihatku
belingsatan mendengar godaan mereka.
“Hahahaha
bule gila.. so.. where are we going on a date?” Bayu bertanya sambil
tersenyum jahil ke arahku.
“So
we are really going a date?” tanyaku serius.
“What
do you think? Should we?” jawabnya tak kalah serius.
“Please
I’m going to die. Don’t joke anymore.” Jawabku akhirnya sambil menaiki
Bruno.
“Hahahaha... oke.. makan spaghetti yuk.” Tanya Bayu sambil
memakai helmet nya
“As
you wish, Merlin..” kujawab dengan nada menggoda.
“Ah..you’re
my beloved cat..hahahaha.” jawaban
Bayu tidak kalah menggoda. Dalam kepercayaan bangsa Eropa, Merlin adalah
penyihir dan his cat adalah pelayan setianya-sekaligus
kekasihnya. What a beautiful night..
v




No comments:
Post a Comment