Friday, March 1, 2013

Your Life is My Scenario [part 11-15]






11
`               “Yoora~ssi.. dreamcatcher necklace mu dimana?” Oppa memandang leherku.
      Aku terkesiap. tak kusangka oppa cepat menyadarinya. “ehm..rusak oppa..talinya kemarin putus tersangkut..em.. paku...” aku berusaha tenang mencari alasan sebisaku.

      Oppa memandangku tajam, mendekatkan wajahnya ke wajahku, “kau tidak terluka juga kan? hati-hati lain kali yoora~ssi...”
      Aku menghela nafas lega.. Oppa tidak curiga. Aku menengok ke arah Bae soo, dia sedang menatapku tajam sambil tersenyum. sial.. dia terlihat menikmati kepanikanku. soo eun di sampingnya sedang menatap bae soo dengan curiga.
      “Bae soo~ah.. kita harus segera pergi ke acara farewell party. kru majalah itu sudah menunggu kita.”
      “Oh.. ye soo eun ssi..” dia mengalihkan pandangannya ke soo eun, “hyung, kami harus pergi..” dia berpamitan pada oppa.
      “ye.. hati-hati..” oppa melambaikan tangannya
      Aku memandang mereka. aku masih belum menemukan jawaban apa yang sebenarnya bae soo pikirkan? mengapa dia menciumku kemarin? apa tujuannya? apa maksudnya dia bilang bahwa aku miliknya? kepalaku pusing, aku rasa aku butuh udara segar sekarang sebelum menjadi gila...

***

      “Oppa, malam ini aku mau jalan-jalan sebentar di pantai...”
“Tapi aku harus bertemu partner bisnis sekarang, yoora~ssi”
“kenchana oppa, aku bisa sendiri. lagipula disana pasti ramai kok.. mumpung di jeju, oppa.. sayang sekali kalau aku tidak berjalan berkeliling sebelum kembali ke seoul besok.. hehehe”

“yakin? kalau ada apa-apa hubungi aku secepatnya ya, Yoora~ssi..”
“yes sir!!” aku menjawab dengan gaya prajurit pada komandannya. Oppa tertawa, kemudian mengacak-acak rambutku.
Aku diantar oppa ke pinggir pantai dekat restaurant kemarin, karena pantai disitu ramai, jadi aku tidak akan sendirian, begitu kata oppa. dia khawatir aku diculik. hahahaha..
Setelah sampai, oppa segera pergi. aku berjalan menuju pantai. suasana cukup ramai, sepertinya sedang ada acara pesta.. aku menjauh dari keramaian, menelusuri pinggir pantai hingga sampai di sebuah taman. taman di pinggir pantai? terdengar cukup menarik. aku berjalan memasuki area taman kecil yang memiliki banyak bangku menghadap laut.
“Soo eun~ssi, maukah kau menikah denganku?”
Aku terkejut tiba-tiba sebuah suara terdengar, aku celingak celinguk mencari asal suara. kemudian aku melihat dua orang sedang berdiri, laki-laki dan perempuan. aku memincingkan mataku, karena minim cahaya, penglihatanku tidak terlalu jelas. karena masih belum berhasil mendapat penglihatan jelas, aku maju beberapa langkah mengendap-endap dan akhirnya aku menemukan spot strategis. aku terbelalak...

“Bae soo~ah.. apa kau serius?”
“Aku tidak bercanda.” dia mengeluarkan sebuah kotak hitam, kemudian membukanya, sebuah cincin berlian dikeluarkannya kemudian dipasangkan ke jari manis soo eun.
Soo eun tersenyum. “ye...”
Bae soo juga tersenyum. dan mereka berciuman..
Aku menutup mulutku, berusaha menahan agar teriakanku tidak keluar. Mataku tiba-tiba terasa memburam, pipiku sudah basah. aku menggeram,
“jadi ini jawabannya.. kau mempermainkanku? aku tidak akan tinggal diam bae soo~ah...” aku menggumam pelan, aku mengusap kembali air mataku, masih bersembunyi di balik pohon
“Bae soo~ah, hapus video kita yg itu.. aku tidak mau sampai tersebar..”       
Bae soo memandang heran, “oh.. yang itu.. tenang aku menyimpannya di flashdisk di kantorku. besok akan kuhapus..” bae soo tersenyum.
“lagipula kenapa sih kau merekamnya dan menyimpannya? jangan sampai tersebar.. kita kan tamat...” soo eun terlihat khawatir
Aku terkejut, video apa? apapun isi video itu, pasti sebuah barang penting mereka yang tidak boleh sembarangan diketahui orang... aku mengerutkan dahi,
“iya.. besok akan kuhapus sesampainya di rumah, sayang..” bae soo mencium soo eun lagi.
Aku merasa jijik, kuputuskan segera pergi dari situ. aku mempercepat langkah, segera meninggalkan tempat itu dan pasangan terkutuk itu sambil mengatur siasat bagaimana mendapatkan video itu.

***


“Annyeong, bae soo~ah.. aku jung yoo ra.”
“hah? kau meneleponku? kau terkena racun apa? hahahaha..”
“aku ingin membicarakan hal kemarin denganmu. aku ke rumahmu sekarang, berikan alamatmu. kirimkan lewat pesan.”
ceklek. aku menutup telepon sebelum bae soo berbicara lagi. Aku menunggu pesan bae soo yang berisi alamat rumahnya. kupandangi handphone ku. jika dia tidak memberikan alamat rumahnya, rencanaku akan gagal..
brrr..brr...
Aku cepat membuka handphoneku, sebuah pesan. dari bae soo. berisi alamat rumahnya. aku tersenyum, oke next step!! aku segera mengambil coat dan tasku berlari pergi menuju rumahnya.
Sampai di alamat yang dikirimkan bae soo, aku segera memencet bel pagar. rumah di kawasan perumahan elite, besar dan megah.. aku mengerutkan bibir..
“annyeong, ini aku. jung yoo ra.” aku merekam suaraku ke sebuah alat.
ceklek
Pintu pagar tiba-tiba terbuka. Aku segera masuk ke area taman, menuju pintu rumahnya yang berukuran raksasa. Aku menghela nafas. kuketuk pintunya, bae soo segera keluar.

Dia tersenyum, “welcome yoora~ssi.. kau pasti merindukanku..”
Aku menatapnya kesal, “biarkan aku masuk dulu. kita bicara di dalam..”
Dia masih tersenyum memberi ruang agar aku bisa lewat. Aku duduk di sofa berwarana hitam yang ukurannya lebih besar dari sofa-sofa pada umumnya. dia berdiri menatapku.
“jadi apa yang ingin kau bicarakan Yoora~ssi?” dia mendekatiku kemudian membungkuk mendekatkan wajahnya ke wajahku.
“Tolonglah, jangan mulai lagi. aku hanya ingin berbicara baik-baik denganmu.” aku membuang mukaku, wajahku terasa panas. sensasi aneh ketika malam dia menciumku kembali muncul lagi sekarang.
Dia tersenyum menjauhkan wajahnya, “kupikir kau datang kesini untuk meminta ciumanku lagi...”
Aku menatapnya tajam.
teett..tett.. bunyi sebuah suara mengagetkan kami. Bae soo mendekati sebuah mesin yang terpasang di dinding,
“siapa itu?”
“ini aku soo eun. bukalah pintunya.”
Aku bisa melihat wajah bae soo berubah menjadi panik. kemudian menatapku. “eh..ye soo eun..” dia memencet sebuah tombol bulat hijau di mesin itu, kemudian menghampiriku menarikku,
“kau harus segera bersembunyi...!!” dia menarikku ke dalam sebuah ruangan.
“hei... pelan-pelan... aku bukan hewan!!” aku berteriak kesal
“diamlah...!!” dia memasukkanku ke sebuah ruangan, “selama soo eun disini kau harus tetap diam disini, jangan bersuara. atau aku akan membunuhmu!” bae soo menatapku tajam..
Aku masih menatapnya tajam, bae soo keluar ruangan kembali menutup pintu. aku mengedarkan pandanganku ke ruangan itu, banyak rak-rak berisi buku. kemudian aku melihat meja, dan computer, dan... tunggu! ini kantor? aku terbelalak, kemudian tersenyum kegirangan. aku melihat pintu. kuncinya ditinggalkan dari bagian sisi dalam pintu, kebetulan.. aku segera menguncinya. kemudian aku mendekati meja kerja bae soo, membuka lacinya. laci paling atas terkunci.. aku kecewa.. pasti flashdisk itu di laci ini... aku berpikir keras. aku berjongkok memandang laci kayu itu. tiba-tiba mataku tidak sengaja menangkap sebuah kotak kecil di bawah meja, kotak berwarna hitam itu terpasang di langit-langit bawah meja. dengan penasaran aku membuka tutupnya, cklek.. terbuka.. dan aku mengambil isinya..sebuah.. KUNCI!! Aku memegang kunci kecil berwarana tembaga itu, kemudian dengan gugup kumasukkan ke lubang kunci laci pertama..
cklek.. terbuka..
Aku hampir berteriak kegirangan, kemudian kututup mulutku dengan tanganku. Aku menarik kuat laci itu, menengok isinya, lumayan banyak barang disitu.. ada kertas-kertas kecil, sebuah note, dan flashdisk!! 

mataku melebar..sebuah senyuman kemenangan muncul di wajahku. segera kuambil flashdisk itu dan kumasukkan dalam saku coat ku. kemudian mengembalikan laci dan menguncinya kembali, terakhir meletakkan kembali kunci itu ke kotak tempatnya. kemudian aku berdiri berjalan ke pintu, mendekatkan telingaku di sana.
“bae soo~ah.. malam ini kita harus ke wedding organizer... aku sudah meneleponnya kemarin..” suara soo eun terdengar manja. aku mencibir
“iya yeobo, nanti kujemput ya...”
“ye.. jangan lupa jam 7 ya... I love you..” aku begidik jijik. sialan aku harus terkunci disini sementara diluar mereka bermesraan..
“ye.. hati-hati di jalan soo eun~ah...”
“ye..”
Cklek. Terdengar suara pintu tertutup, kemudian langkah kaki terdengar semakin lama semakin mendekat. aku mundur menjauh dari pintu.
pegangan pintu bergerak, “hei yoora~ssi.. bukalah! kenapa kau menguncinya?”
Aku panik kemudian segera membuka kuncinya, pintu terbuka. bae soo menatapku, Aku tersenyum lebar.
“Aku hanya tidak ingin tiba-tiba soo eun masuk kesini dan melihatku. kau juga tidak mau kan?”
Bae soo menghela nafas, “oke.. kau mau bicara apa, katakan sekarang?”
Aku menatapnya. kemudian tersenyum.. “Aku tidak akan mengalah darimu. aku mencintai oppa. kau tidak berhak menghalangi kami!”

Dia tersenyum sinis, “Aku hanya tidak mau kau membohongi perasaan hyung dan perasaanmu sendiri.”
Aku membelalak.. ”apa maksudmu?” 
Dia masih tersenyum, “kau akan menyesal nanti jika kau tidak segera menyadarinya.” dia mendekatkan wajahnya di telingaku. “kau mencintaiku”
Aku mendorong tubuhnya menjauh. “aku tidak pernah mencintaimu!” nada suaraku terdengar tegas.
      Aku berjalan keluar ruangan itu, kemudian memakai sepatu boot ku dan berjalan keluar rumah itu. kepalaku tiba-tiba terasa sakit, seperti ada sebuah batu menimpaku dan dadaku terasa sesak.. aku memikirkan perkataan bae soo, dan aku mulai gelisah... ada apa denganku?
***

ost: sistar 19-gone not around any longer





12
      Aku terbelalak, mulutku menganga, badanku mematung. Aku memandang layar laptopku lekat-lekat. dadaku berdegup cepat, flashdisk itu berisi sebuah video berdurasi sekitar 15 menit. sepertinya perekam itu mereka letakkan di meja pinggir ranjang Karena tampilan video itu jelas dan tidak goyang-goyang. aku menahan nafas. tampilan pertama aku melihat mereka sedang berciuman di atas ranjang, bae soo hanya memakai celana jeans nya sedangkan tubuh soo eun hanya tertutup sehelai selimut. kemudian adegan selanjutnya aku tidak berani melihatnya. aku close kemudian menunduk di meja, menenggelamkan kepalaku di antara lenganku. Aku benar-benar shock.. aku mendongak kembali menatap flashdisk yang posisinya masih menancap di laptop. aku mengalihkan pandangan ke handphone ku. kuputiskan mengambil dan memencet sebuah nomor.
      “Annyeong Mingkyung~ah.. kita harus bertemu..” suaraku terdengar lemas.
      “weyoo? sesuatu terjadi?”
      “ye... kita bertemu sekarang di tempat biasanya..”
      “okay..”
      cklek.
      Aku mencabut flashdisk itu dan segera pergi menemui minkyung. kepalaku semakin sakit.

***



      Minkyung terbelalak, mataknya melotot sedangkan mulutnya terbuka lebar. sama seperti reaksiku ketika melihat rekaman video bae soo.
      “KAU PASTI BOHONG!!!” minkyung berteriak keras, kulihat seisi café melihat ke arah kami
      “sst... pelankan sedikit suaramu Minkyung~ah!!!” aku menarik tangannya, menyuruhnya diam.
      “Aku tidak percaya...” minkyung menyandarkan ke kursinya sambil memasang muka kesal
      Aku mengeluarkan flashdisk berwarna hitam keemasan itu, kemudian menyerahkannya kepada minkyung. “Buka ini. kau akan percaya.”

      Minkyung terlihat kaget memandang benda itu. “ini... rekamannya?”
      “ye...”
      “kau sudah melihatnya?”
      “Hanya permulaan. aku jijik melihat kelanjutannya.”

      brrr..brrr..
      Aku mengambil handphone dari saku coat ku.
      “annyeong oppa, ye..”
“Dimana kau? aku ingin bertemu denganmu.”
“oh aku sedang... bersama minkyung di café dekat namsan tower.”
“Aku jemput sekarang ya, kebetulan aku di sekitar situ sekarang. 5 menit..”
“eh.. em..oke..oke, oppa..”
cklek.
Aku menutup teleponku, kemudian menatap minkyung. minkyung masih terlihat memandang flashdisk itu dengan tatapan ragu. wajahnya terlihat shock. aku tidak heran, dia adalah salah satu fans berat bae soo sejak SMA.. aku menghela nafas panjang..
“ya.. minkyung~ah.. aku harus pergi menemui oppa sekarang. bawalah dulu, simpan baik-baik.. jangan sampai hilang atau rusak!”
Minkyung mengangguk lemas tanpa memandangku masih menatap benda itu.
Aku segera keluar dari café itu, menunggu oppa di pinggir jalan. sambil masih berpikir, aku jadi ragu ingin menyebarkan video itu. itu benar-benar akan menghancurkan hidup dan karir mereka berdua dalam sekejap mata...

***

“yaa!! yoora~aah!!! aku menjatuhkan flashdisk itu di jalan..!!! aku tak tahu dimana!!!” minkyung berteriak panik
Aku terkejut bukan main... “YAAAA!!! MINKYUNG~AAHHH!!!! KAU AKAN KUBUNUH JIKA VIDEO ITU SAMPAI TERSEBAR!!!!” suaraku menggelegar
“Yoora~ah.. mianhe”, suara minkyung terdengar terisak-isak.
Aku menghela nafas berat, “dimana kau menjatuhkannya?”
“Ketika aku pulang dari café itu.. aku berjalan sampai ke rumah..”
“Aku kerumahmu sekarang. kita cari sampai ketemu.”
“ye..” jawab minkyung masih terisak-isak
cklek.
matilah aku...

***


Semalaman itu aku menyelusuri jalan, sambil mengarahkan senter ke setiap sudut jalan aku memasang mata mencari flashdisk naas itu. benar-benar bencana jika itu sampai tersebar... aku tidak bisa membayangkan bagaimana akibatnya jika rekaman itu tersebar... kepalaku benar-benar pusing.
Kami pulang ke rumah sekitar jam 3 pagi, kemudian aku bangun jam 6 paginya. kepalaku berat. aku tidak bisa tidur nyenyak. aku benar-benar gelisah. semoga tidak terjadi apa-apa... semoga... aku berusaha menenangkan diri.
Aku menyalakan televisi, mengalihkan pikiranku sementara dari itu. aku berdiri memasak ramyun instan, kemudian memakannya di depan tv..
“berita selanjutnya adalah datang dari seorang aktor terkenal kim bae soo dan aktris cantik lee soo eun yang terlibat dalam sebuah skandal besar karena video porno mereka telah beredar di berbagai situs internet. sampai sekarang keduanya masih belum bisa dihubungi sampai berita ini disiarkan..”

Aku melongo... panci ramyun terlepas dari peganganku...

***






      Oppa menatap tajam ke arah kim bae soo dan lee soo eun. aku menatap mereka dengan perasaan campur aduk.
      “KALIAN....” suara oppa terdengar mengerikan, nafas oppa terengah-engah menahan amarah.
      Bae soo dan soo eun hanya menunduk, wajah mereka terlihat sangat ketakutan.
      “AKU TIDAK AKAN MENCAMPURI KEHIDUPAN PRIBADI KALIAN... YANG INGIN KUTANYAKAN, MENGAPA VIDEO SEPRIVASI ITU BISA TERSEBAR???!!!!” suara oppa menggelegar semakin mengerikan
      Bae soo menatap oppa. kemudian menunduk, lalu dia menatapku. Aku terkesiap. apakah dia tau aku yang mengambilnya? aku panik, lalu menunduk, aku mengangkat kepalaku lagi sambil melirik bae soo. bae soo terlihat terkejut kemudian menatapku curiga.. aku kembali menunduk lemas..
      “KALIAN DIPECAT.”
      Aku membelalak mendengar perkataan oppa. Sebentar lagi pasti aku akan dibunuh oleh bae soo...


***

ost: rain love story




13
      “KAU BERJANJI AKAN MENGHAPUSNYA BAE SOO~AAHHH...!!!” soo eun berteriak kesal
      “aku tidak tau.. ketika kemarin aku baru ingin menghapusnya, flashdisk itu sudah hilang...” bae soo menjawab lemas
      “KENAPA BISA HILANG???!!” soo eun terlihat marah
      Bae soo menunduk, “Yoo ra pasti mengambilnya. dan menyebarkannya..”
      Aku terkesiap. bae soo menyebut namaku!
      “yoora~ssi?” soo eun menatap bae soo terkejut
      “ye..”
      “Darimana dia bisa tau.. dan bagaimana dia bisa mengambilnya?”
      “Dia pasti mengambilnya ketika malam itu.. waktu kau datang..”
      “dia datang ke rumahmu??” soo eun terlihat shock
      Bae soo menatap soo eun, dia kelepasan bicara... wajahnya terlihat panik. “Dia ingin datang untuk membicarakan sesuatu yang penting denganku soo eun~ah.. kami tidak ada apa-apa..”

      Soo eun tersenyum sinis. “Aku mendengarmu malam itu waktu kita menginap di jeju..”
      Bae soo terbelalak. dan aku juga...
      “Aku mendengarmu berbicara dengan yoora malam itu. dan.. aku dengar kau bilang bahwa dia milikmu... benar kan bae soo~ah?” soo eun menatap bae soo dengan marah. “Luar biasa... kau bilang dia milikmu lalu setelah itu kau melamarku...” dia menyeringai.
      Bae soo masih menatap soo eun. wajahnya terlihat terkejut.
      “KITA PUTUS.” soo eun kemudian berbalik meninggalkan atap gedung itu sementara bae soo hanya terdiam.
      Aku bersembunyi di balik tembok agar soo eun tidak melihatku. Setelah soo eun pergi aku kembali mengintip bae soo. bae soo berdiri menghadap hamparan gedung
      “kau menang yoora~ssi.” katanya masih dalam posisi memunggungiku
      Aku terkejut. dia sedang berbicara sendiri kan?
      “Keluarlah dari situ.” bae soo masih belum mengubah posisinya
      Aku panik. dia tahu aku mengupingnya. Dengan gugup aku keluar dari persembunyianku..
      “Aku tidak menyangka kau akan berbuat sejauh ini.. untuk membalasku.”
      “Aku.. bukan aku yang menyebarkannya..”
      “Aku tidak peduli dengan penjelasanmu.” bae soo berbalik menatapku. “Aku hanya benar-benar tidak mengira kau bisa sekejam ini...” bae soo menatapku marah
      Aku tertegun. aku tidak pernah melihat bae soo menatap dengan pandangan seperti itu. dia tidak tersenyum sama sekali seperti yang biasanya dia lakukan. aku mematung..
      “Yah.. mungkin aku memang pantas mendapatkannya. selamat yoora~ssi. kau menang.” bae soo berbalik meninggalkanku. aku masih membeku..
      hatiku terasa sakit.. kemudian tangisanku meledak saat itu juga.

***

ost: sunny-finally now




      “Oppa.. tidak bisakah kau memaafkan mereka?”
      Oppa menatapku. “kalau jadi aku, apa kau akan memaafkan mereka semudah itu?”
      “Tapi.. bukan mereka yang menyebarkannya..”
      Oppa menatapku
      “aku.. mengambilnya.. dan flashdisk itu jatuh di jalan.. hilang..”
      Oppa masih menatapku
      “Oppa.. mianhe.. aku tidak bermaksud jahat.. aku hanya...” aku menunduk
      “Aku tahu..”
      Aku mendongak menatap oppa.
      “Aku lihat ketika dia menciummu malam itu.”
      Aku terbelalak.
      “dan semua yang dia bilang kepadamu, aku dengar semuanya.”
      “Oppa...”
      “Aku marah sekali saat itu. dia mempermainkanmu.”
      Aku menangis..

      “Tapi oppa bilang, oppa menyayanginya dan akan melindunginya sampai kapanpun??!!”
      Oppa memandangku tajam. “ini persoalan yang berbeda yoora~ssi.. Aku tidak akan mengubah keputusanku.. kejadian itu bisa menghancurkan perusahaan ini. nasib ratusan orang berada ditanganku. aku harus bersikap tegas.”
      Aku masih menangis tersedu-sedu.. Aku berbalik pergi keluar ruangan oppa. ketika aku membuka pintu, bae soo sudah berdiri di sana, menatapku tajam, dan melihatku menangis..

***

      Aku mengunci diriku di kamar selama beberapa hari, minkyung meneleponku berkali-kali.. tapi aku tidak menjawabnya. Aku menyesal sekarang.. apa yang dikatakan minkyung benar.. balas dendam hanya akan menyebabkan kehampaan. sekarang aku merasa hampa, bukan malah merasa senang dan puas karena pembalasan dendamku sudah terbalas. Berita skandal bae soo dan soo eun sudah menyebar dengan cepat. hampir semua berita di televisi dan di majalah semua berisi berita mereka. bae soo dan soo eun dikabarkan menghilang selama seminggu ini. aku membenamkan wajahku ke bantal. aku harus bagaimana sekarang? ottoke...?
      brrr brr..
      Aku melirik handphone ku. Minkyung meneleponku lagi. aku memutuskan mengangkatnya. aku butuh teman bicara sekarang.
      “YAA YOORAA~AAHH!! kau membuatku khawatir!! kupikir kau bunuh diri!!”
      “Ini arwah ku yang berbicara...”
      “JANGAN BERCANDA!! dimana kau?”
      “rumah..”
      “Aku kesana sekarang!!”
      ceklek. Aku menutup telepon.
      Beberapa menit kemudian minkyung datang ke rumahku. dia melirik dapurku sambil menggeleng-geleng
      “Ya.. yoora~ssi.. beberapa hari ini kau hanya makan ramyun?”
      “aku malas keluar..”
      “aku sudah tahu akan begini.. aku bawa kimbap untukmu. makanlah!” Minkyung membuka sebuah wadah kotak bening kemudian menyerahkannya padaku.
      “Aku sudah kenyang..”
      “makanlah!! aku tidak mau kau mati sekarang!” minkyung menyuapkan kimbap ke mulutku dengan paksa. aku mengunyahnya pelan..

      “Aku merasa bersalah, minkyung~ah...”
      “Aku juga...”
      “Apa yang harus kulakukan sekarang?”
      “Kau sudah mencoba berbicara dengannya?”
      “belum.. sejak kejadian itu.. dia tidak mau menatapku..”
      Minkyung menghela nafas. “kau harus lebih berusaha mendekatinya. datangi rumahnya!!”
      Aku menatap minkyung heran.
      “minta maaflah..”
      “Dia tidak akan memaafkanku..”
“Tunjukkan padanya bahwa kau benar-benar menyesal..”
      Aku mengunyah kimbap keduaku sambil berpikir. “benar juga!!" aku berdiri tiba-tiba, segera berlari menuju pintu
      “yaa yoora~ssi..kau mau kemana?” minyung berteriak bingung
      “mengikuti saranmu!!” aku berlari keluar rumah.
      Minkyung tertegun.

***

ost: it’s okay luna



14
      “Bae soo~aahh!!”
      “mau apa kau kesini?”
      “aku ingin...”
      “PERGILAH!!”
      ceklek. alat perekam suara itu mati.aku menghela nafas. aku memencet bel nya lagi. tidak ada jawaban. aku meninggalkan bungkusan berisi bibimbap yang kubeli di depan pintu pagarnya. kemudian aku pergi.

      Besoknya hal itu terus terulang, bahkan makanan yang kutinggalkan di depan pagarnya tidak berubah posisinya sama sekali. aku berpikir dia tidak keluar rumah sama sekali, lalu dia makan apa? aku masih belum menyerah.. hampir seminggu aku selalu datang ke rumahnya.
      Sampai suatu hari ketika aku datang ke rumahnya, aku tidak sengaja mendorong pagarnya. pagarnya terbuka. Aku terkejut.. dia tidak menguncinya.. aku segera masuk ke rumahnya memncet bel rumahnya. tidak ada jawaban, aku mencoba memutar kenop pintunya,
      ceklek. terbuka, aku terpana. ini juga tidak dikunci..
      “Bae soo~ah..” aku memanggilnya sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya. namun tidak ada jawaban juga.. aku menengok ke samping kananku, dan aku melihat bae soo sedang tergeletak tak sadarkan diri.. aku langsung berlari menghampirinya,
      “Bae soo~aahhh!!! kau kenapa???” aku mengguncang-guncangkan badannya.
      Mata bae soo ah masih terpejam, aku panik, kemudian aku segera menghubungi ambulance dengan handphone ku. beberapa menit kemudian ambulance datang. bae soo segera dibawa ke dalam ambulance dan diantarkan ke rumah sakit.
      “Annyeong oppa, aku menemukan bae soo di rumahnya tak sadarkan diri, sekarang aku sedang menunggunya dia sedang di tangani dokter..”
      Oppa diam.
      “Oppa.. dia kemungkinan sedang dalam bahaya.. kemarilah oppa..”
      “aku sibuk.. aku tidak bisa datang.”
      “oppa...”
      ceklek.
      Aku duduk di bangku depan instalasi gawat darurat dengan lemas. Aku menunduk memandang layar handphone ku. oppa benar-benar marah kepada bae soo.. apa yang harus kulakukan? aku menghancurkan hubungan mereka.. air mataku mengalir di pipiku..
      Tiba-tiba seorang dokter keluar dari ruang IGD. aku segera menghampirinya,
      “Dokter, bagaimana keadaannya?”
      “Anda punya hubungan apa dengan pasien?”
      “ehm.. saya adiknya..” jawabku gugup
      “baiklah dia bisa dijenguk sekarang. dia hanya malnutrisi. perutnya tidak terisi selama beberapa hari. dia harus makan..”
      Aku tertegun.. “ye dokter.. bolehkah aku masuk sekarang?”
      “ye..silahkan..”
      Aku segera masuk ke ruang IGD. Bae soo terlihat tergolek lemas di atas ranjang. selang infus menancap di pergelangan tangan kirinya. matanya masih terpejam erat. Aku memandangnya sedih.. dia pasti terpukul, kehilangan semua yang dimilikinya dalam sekejap mata... aku duduk di sampingnya. terus menatapnya.. wajahnya terlihat tirus.. babo! kalau kau mati, aku akan merasa sangat menyesal seumur hidupku bae soo~ah... aku menitikkan air mataku lagi.

***

      Aku masih berada di sebuah padang rumput hijau bersama beberapa ekor kuda, aku naik di atasnya kemudian aku memacunya agar kuda itu berlari.. aku tertawa angin segar menerpa wajahku.. rambutku berkibar teriup angin..
      “hei, yoora~ssi..!!”
      Tiba-tiba aku mendengar suara memanggil namaku. aku menengok ke samping kanan, kiri lalu aku menengok belakang, tidak ada siapapun.. aku kembali menghadap depan, tiba-tiba aku sudah sampai ujung jurang tebing. aku menarik tali kekang kudaku sekuat tenaga. kuda itu terkejut dan mengeluarkan suara meringkik keras... kemudian aku terlempar ke depan jatuh ke jurang..
      BRUKKKKK
      Sakit..
      “Hei!!!”
      Aku membuka mataku, mengumpulkan kesadaran. kemudian aku melihat bae soo sedang menatapku kesal, aku terkesiap.. aku memandang ke sekeliling ruangan.. aku berada dalam posisi di lantai. aku terjatuh...? ternyata aku memang benar-benar terjatuh, dalam arti yang sebenarnya. bukan jatuh hanya di alam mimpi..
      “Sedang apa aku disini??” bae soo menatapku marah sambil tetap tergolek di ranjangnya
      “Kau pingsan kemarin.” aku beranjak berdiri, pantatku masih terasa sakit. aku terjatuh dari kursi ketika aku tidur.
      “Lalu kenapa kau membawaku kesini?”
      “Karena kupikir kau akan mati..” aku duduk di kursi samping ranjang.
      “bukankah kau ingin aku mati?”
      Aku menatapnya terkejut. “aku tidak sejahat itu..”
      Dia menyeringai. “Kau memang lebih jahat dari itu.”
      Aku menghela nafas panjang. “lebih baik kau diam dan istirahatlah. kau sedang sakit sekarang. jangan buang energimu untuk bertengkar denganku.”
      Dia menatapku tajam, “pergilah dari ruangan ini. aku tidak bisa tidur jika kau disini.”
      “oke...” aku berdiri berjalan menuju pintu.
      Tiba-tiba oppa masuk.
      “Oppa...” aku terkejut
      Oppa menatapku kemudian menatap bae soo, kemudian menatapku lagi. kau harus kembali bekerja di perusahaan sekarang. mereka membutuhkanmu..”
      “Tapi oppa, bae soo.. aku harus menunggunya.”
      “Dia sudah dewasa. biarkan dia mengurus dirinya sendiri.” Oppa menjawab dingin.
      “Oppa... kenapa oppa berbicara seperti itu...” aku menatap oppa heran
      “pergilah yoora~ssi. aku tidak butuh bantuanmu disini.” suara bae soo terdengar datar
      Aku berbalik menatap bae soo yang sedang menatap kami. “bae soo~ah.. tapi..”
      “Kau dengar itu kan?” oppa menarik tanganku kuat
      “Oppa!” aku berontak berusaha melepaskan tanganku dari tangan oppa. akhirnya tanganku terlepas. Oppa menatapku tajam.

      “Kenapa kau bertingkah seperti ini Yoora~ssi?”
      “Aku hanya merasa bersalah oppa. aku ingin menebus kesalahanku...” aku terengah-engah
      “apa kau mencintainya?”
      “oppa.. apa maksudmu??” aku terbelalak
      Oppa menghela nafas, “kembali bekerja denganku sekarang!!” nada suara oppa meninggi
      “aku tidak mau. aku mau kembali bekerja kalau bae soo juga bekerja disana.”
      Oppa terbelalak
      “Jika tidak, aku akan keluar dari perusahaan.”
      Aku mengancam oppa. memberinya pilihan sulit agar bae soo bisa kembali bekerja. Oppa menatapku tajam. aku juga menatap mata oppa dengan tatapan tajam. Kami terdiam beberapa saat.
      “Oke...”
      Aku terkejut.. oppa akan menerima bae soo lagi?
      “keluarlah. karena aku tetap tidak akan menerimanya kembali bekerja denganku.”
      Aku terbelalak tak percaya... oppa memecatku...
      Oppa sempat menatap tajam ke arah bae soo. kemudian berbalik keluar ruang itu. aku termangu, aku tidak percaya.. oppa... aku menunduk, kemudian berjalan lemas menuju pintu, kemudian meluapkan tangisanku di bangku depan ruang perawatan bae soo.. aku tak percaya oppa melakukan itu padaku..

***

ost: broken-seo in guk




15
      Aku mengambil sebuah gelas, kemudian menuangkan air dari dalam botol ke gelas itu. menyerahkan ke bae soo.
      “aku tidak membutuhkanmu. pergilah!”
      “Aku sudah tidak memiliki pekerjaan sekarang, aku bosan hanya diam di rumah.” aku tersenyum datar
      Bae soo menatapku. “Aku tidak memintamu untuk mengorbankan dirimu untukku.”
      “Aku mengorbankan diriku atas kemauanku sendiri. kau tidak perlu merasa bersalah.” aku mengupas apel kemudian menyerahkan ke bae soo
      Dia menatapku bingung, “Aku tidak suka apel.”
      “Apel baik untuk kesehatanmu. jangan pilih-pilih makanan seperti anak kecil!!” aku memasang wajah galak
      Dia terkejut, “seharusnya kau tidak segalak itu pada orang sakit..”
      “cih...” aku mencibir sambil menyuapkan sepotong apel ke mulutnya.
      Dia menutup mulutnya, aku mendelik. “aku bisa membuatmu membuka mulutmu dengan paksa sekarang jika kau mau..” aku mengancamnya
      Wajahnya terlihat kesal. “seharusnya kau menebus kesalahanmu dengan bersikap baik padaku, bukan malah mengancamku..” dia membuka mulutnya
      Aku memasukkan apel ke mulutnya, “aku sedang bersikap baik padamu.”
      Dia mengunyah pelan sambil terlihat kesal.
      Sudah sebulan aku setiap hari mengunjunginya. membuatkannya makanan, agar dia makan. merawatnya walaupun dia selalu mengusirku dan meskipun kami selalu terlibat pertengkaran yang tidak penting. tapi aku masih merasa bertanggung jawab menjaganya sampai dia sembuh. aku juga kadang membersihkan rumahnya, dan mencuci pakaian kotornya. cih.. tidak kusangka aku akan berbuat sebaik ini terhadap musuh bebuyutanku.
      “eh..? apa ini?” aku mengangkat tinggi sebuah kain kecil berwarna hitam yang terlihat aneh.


      Bae soo menyemburkan air yang sedang dia minum, kemudian terlonjak kaget dari ranjangnya dan langsung merebut kain itu. mukanya terlihat panik. Aku memandangnya bingung,
      “Apa itu... celana dalammu?” aku menunjuk barang asing yg kini dipegang bae soo
      “HEIII!!!” dia berteriak panik
      Aku tertawa terbahak-bahak



***






      “Jadi sudah 3 bulan ini kau jadi babysitter bae soo oppa?” minkyung memandangku jahil
      “sialan...” aku meminum segelas soju ku dalam satu tegukan.
      “yaa yoora~ah... maukah kugantikan peranmu? aku akan dengan senang hati melakukannya...hihihi..” minkyung tertawa cekikikan
      “Aku tau apa isi kepalamu sekarang... jorok..” aku memasukkan ramyun terakhirku ke mulut.
      “hahahahahahaha... ah kau jahat sekali.. eh setelah ini antarkan aku ke toko accessories di seberang jalan itu.. aku mau beli anting” kata minkyung sambil meneguk habis sojunya.
      “ye..”
      Setelah selesai kami segera menyeberang jalan ke toko itu, minkyung sedang memilih anting di etalase, sementara aku sedang memandangi sebuah kalung berbentuk mirip dengan kalung dreamcatcher pemberian oppa.. aku menunduk sedih. sejak kejadian di rumah sakit itu kami tidak pernah berkomunikasi lagi. aku menghela nafas panjang...


      “yoora~aah.. bukankah itu.. soo eun~ssi?”
      Aku menengok minkyung, dia sedang memandang sesuatu sambil menunjuknya. aku menyusuri pandangan minkyung. aku tercekat.. lee soo eun sedang bersama seorang laki-laki. turun dari sebuah mobil mewah kemudian masuk ke sebuah toko gaun pengantin.. aku tertegun..
      “Apakah laki-laki itu calon suaminya yang baru? kasihan bae soo oppa..” minkyung memandangku sedih.
      Aku hanya bisa terdiam

***
     

      “ya.. yoora~ah.. nyalakan televisinya. aku sudah lama tidak menonton berita..”
      Aku memencet remote tv layar datar yang berukuran besar di rumah bae soo. 

Ketika layar televisi sudah menyala, soo eun tiba-tiba muncul di layar sedang memakai gaun pengantin putih dan bersama seorang laki-laki. aku memandang bae soo panik, bae soo terbelalak. tanpa banyak bicara lagi aku langsung mengambil remote tv itu lagi dan memencet tombol power. layar tv mati.
      “Siaran tv sekarang tidak ada yang bagus. lebih baik menyalakan musik. bukan begitu bae soo~ah?” aku mengalihkan perhatiannya sambil tersenyum lebar, berjalan menuju sebuah pemutar musik, menyalakannya.
      “Matikan itu.”
      “eh?” aku menengok ke arah bae soo.


      “MATIKAN ITU!!” bae soo berteriak membentakku.
      Aku terkejut. “KAU TIDAK PERLU MEMBENTAKKU SEPERTI ITU!!!” aku membalas membentaknya
      Bae soo menatapku tajam. “Pergilah. aku ingin sendiri sekarang.”
      Aku menatapnya marah, kemudian aku segera mengambil tas ku dan pergi dari situ secepatnya. cih.. perangai buruk!!!





***










      “jadi seminggu yang lalu kau memutuskan pergi mengunjungi bae soo?”
“Aku merasa khawatir dengannya.”
“Lalu kau tahu dia telah menjual rumahnya?” minkyung memandangku
“ye..” aku menjawab lemas.
“dan kau belum bisa menghubunginya sejak saat itu sampai sekarang?”
“ye...”
“sudah kau hubungi teleponnya?”
“tidak aktif..”
“sudah kau laporkan polisi?”
“yaa.. kau gila? aku tidak bisa melaporkannya ke polisi.. dia tidak hilang! dia menghilang dariku.”
“bilang saja dia menghilang membawa kabur uangmu.” minkyung tersenyum
“lalu dia akan dipenjara.”


Minkyung terhenyak. “kalau begitu jangan! oppa tidak boleh dipenjara!” minkyung tersenyum lebar
“kira-kira dia kemana ya minkyung~ah?”
“mungkin dia sedang liburan ke hawaii...”
Aku mendelik. kemudian menggetok dahinya dengan sumpit

***


“Disiarkan secara langsung dari repoter kami yang sedang berada di TKP bahwa sebuah pesawat korean air tujuan korea-canada telah hilang di sekitar area rocky mountains. saat ini tim evakuasi masih berusaha mencari keberadaan puing-puing pesawat tersebut. demikian laporan dari kami.”
Aku memandang televisi dengan simpati. mengerikan sekali.. jatuh di pegunungan salju. pasti semua penumpangnya tidak ada yang selamat. aku mengganti channel tv, tidak ada yang menarik, aku mematikan tv. sudah 6 bulan bae soo menghilang.. aku memandang langit. sedang apa dia sekarang?
***

“Ya minkyung ah!! kau mengambil cherry ku!” aku manatap kesal ke minkyung
Dia tersenyum lebar, “aku suka cherry!”
“kemarin kau juga bilang suka strawberry ketika kau mengambilnya dariku..”
“Aku juga suka strawberry..”
“Kau juga bilang suka kecoa..”
“iya.. eh..?” minkyung tersadar aku mengerjainya. “yaaa!! kau jahat sekali...!!” minkyung berteriak protes
“Hahahahaha...” aku tertawa terbahak-bahak
“Bukankah itu berita pesawat jatuh yoora~ah? kasihan sekali..”
Aku menengok ke televisi yang dipajang di salah satu sudut café ini.
“berita terbaru dari peristiwa kecelakaan pesawat Korean air, diberitakan bahwa tim autopsi sementara mengidentifikasi salah satu korban meninggal adalah Kim Bae Soo, aktor terkenal korea yang beberapa bulan yang lalu terlibat skandal video porno dengan aktris lee soo eun. Pemeriksaan jenazah aktor yang berperan dalam berbagai drama sukses tersebut masih dalam dalam proses pemeriksaan DNA untuk memastikan bahwa jenazah tersebut memang jenazah aktor muda tersebut.”


Aku tercengang... menutup mulutku dengan kedua tanganku
“Yoora~ah... bae soo oppa??” suara minkyung terdengar panik
Nafasku tercekat, dadaku terasa sesak.. ini tidak mungkin!!!!!!
***
Aku tidak berhenti menangis selama beberapa hari. Mengapa akhirnya kau harus mati dengan cara ini bae soo~ah?!!! aku berteriak frustasi. Benar-benar seperti orang gila.. Minkyung memandangku sedih.
“Yoora~ah.. sabarlah...”
“Aku belum menebus sepenuhnya kesalahanku Minkyung~ah..!! Sekarang aku benar-benar akan dihantui perasaan bersalah selama hidupku...” Aku menangis tersedu-sedu.
Minkyung ikut menangis melihatku seperti ini, dia memelukku erat. aku masih belum bisa berhenti menangis. Oh Tuhan...

***



Aku sedang duduk menikmati daun gugur di taman. melamun. mataku masih sembab. aku lelah menangis.
“Berjalan-jalan akan membuatmu mendapat udara segar..” Minkyung menyuruhku agar aku keluar dari rumah.
Aku memandang ke sekeliling area taman. aku memandang anak kecil sedang bermain-main daun kering dengan ibunya.. kemudian aku beralih menengok ke sebelah kiriku. aku memandang seseorang yang aku yakin dia seorang laki-laki, sedang berjalan menjauh memunggungiku. punggungnya seperti tak asing.. lelaki itu terus berjalan pelan, aku masih memperhatikannya. kemudian lelaki itu menengok ke samping kiri,
Aku tercekat, Bae soo~ah? aku bangkit dan segera berlari mengejar laki-laki itu, aku berhenti ketika jarak kami hanya tinggal dua meter
“Bae soo~ah..” aku memanggil
Lelaki itu berbalik ke arahku. wajahnya sangat mirip bae soo...
“Yoora~ssi..”
Aku terbelalak. “kau..kau.. arwah kim bae soo?”
Dia menatapku. “aku belum mati..”
Aku tercengang, “berita itu? kecelakaan itu?”
“Itu terjadi kesalahan. tas berisi dompetku dicuri orang ketika aku di Canada.” aku sempat terjebak di Canada selama beberapa hari sebelum akhirnya aku bisa kembali ke korea..” dia tersenyum



Aku terdiam, aku berusaha menahan air mataku. akhirnya aku tak kuat menahannya lagi.. aku menangis tersedu-sedu..
“yoora~ssi..?” bae soo menatapku bingung
“APA KAU TAK TAHU BETAPA KHAWATIRNYA AKU??!!! KAU..KAU MENGHILANG SEPERTI ITU KEMUDIAN DIBERITAKAN MENINGGAL!!! KAU TAHU BAGAIMANA PERASAANKU???!!!!!” aku berteriak keras sambil terus terisak-isak
Bae soo terkejut. “Aku ingin menenangkan pikiranku dulu, aku pergi ke Vancouver untuk beberapa waktu..”
“SETIDAKNYA BERITAHU AKU!!! AKU MENCARIMU... AKU KHAWATIR SESUATU TELAH TERJADI PADAMU... DEMI TUHAN... JANGAN PERNAH LAKUKAN ITU LAGI PADAKU!!”
Bae soo berjalan mendekatiku, aku masih memejamkan mataku tersedu-sedu.. tiba-tiba kurasakan badanku hangat, aku membuka mata, bae soo memelukku. tangisanku semakin keras.



“mianhe.. Yoora~ssi..”


***


















ending ost
 I’ll protect you-kim jaejoong






     
     



No comments:

Post a Comment