“Guys,
mulai sekarang manajer kalian nona ini.” andy oppa memperkenalkanku pada mereka
“apa kau bercanda hyung? manajer park kemana?” changjo membuka
suaranya
“dia mengundurkan diri.”
“apa alasannya?”
“haahhh??” mereka berenam berteriak bersamaan. wajah mereka
menunjukkan tidak senang.
“sekarang perkenalkan dirimu pada mereka..” andy oppa
mempersilahkanku memperkenalkan diri.
“annyeong.. aku sun hee. Park sun hee.”
“oh jadi sekarang manajer kami masih bernama park..” chunji
menunjukkan ketidak-sukaannya padaku
“haruskah dia perempuan?” cap menatapku tajam sambil menaikkan
salah satu alisnya
“apa maksudmu, bang minsoo?” andy oppa menatap bingung ke arah
cap
“manajer park yang laki-laki saja tidak mampu mengatasi kami,
apakah menurut hyung dia mampu?”
Andy hyung tersenyum. “kita buktikan saja nanti..”
Aku tersenyum sementara mereka berlima kecuali ricky masih
terlihat tidak puas dengan jawaban andy oppa. aku merasa aku akan mengalami
hari-hari yang berat mulai saat ini... aku menghela nafas pelan.
***
Aku masih memandang mereka yang sedang sibuk dikerubungi make
up artist. satu persatu aku memperhatikan mereka. Rata-rata umur mereka
dibawahku. umurku 25, tahun ini. aku tersenyum getir, cukup tua untuk berharap
akan lolos dalam sebuah audisi trainee. mungkin sudah waktunya aku menyerah.. yah
mungkin menjadi manajer adalah jalan hidupku.
Aku
menatap chunji, umurnya baru 20 tahun tapi gayanya sudah seperti cassanova
dengan jam terbang tinggi. aku melihat video musik nya di lagu no more perfume
on you, dia menjadi model mv dengan salah satu aktris terkenal korea. chunji
berakting seperti seseorang yang menyukai wanita yang lebih tua dari umurnya.
benar-benar terlihat penggoda.. ckck.. tak heran dia yang paling banyak
memiliki penggemar diantara member teen top lainnya...
Kemudian
aku beralih memandang niel yang duduk disamping chunji. umurnya baru 19 tahun,
dia yang paling talkative. setiap orang suka dengan sifat supelnya, dia dulu
adalah aktor cilik dalam sebuah drama, jadi dunia entertaiment seperti ini tidak asing
baginya.
Aku menengok ke arah suara, ricky sedang memasang muka polosnya
menatapku, mata berbinarnya menunjukkan aegyo nya padaku. Ricky memang bukan
maknae yang sebenarnya, tapi dia adalah member satu-satunya yang terlihat lebih
cocok berperan sebagai maknae daripada changjo, sang maknae asli.
“kau mau makan apa ricky~ah?”
“tokpokki!!” dia tersenyum lebar
“oke...” aku berdiri memakai coat ku,
“ehm, belikan buatku juga noona..” kata changjo tanpa melihat
ke arahku. aku tersenyum.
“siapa mau lagi?”
“...” tidak ada jawaban
“oke aku rasa tidak ada lagi..” aku berjalan keluar ruangan
menuju kedai tokpokki terdekat.
***
15 Menit kemudian aku kembali ke ruangan, menyerahkan tokpokki
ke ricky yang disambutnya dengan wajah bahagianya. ricky membuat setiap noona
menjadi gemas padanya, ricky maknae kedua walaupun lahir di tahun yang sama
dengan changjo, tapi tingkat kedewasaan mereka berdua benar-benar berbeda.
“gomawo noona...!!” katanya riang sambil menyuapkan tokpokki ke
mulutnya. aku tersenyum melihat tingkahnya.
Tokpokki
terakhir kuberikan pada changjo. maknae asli satu ini benar-benar tidak
bersikap seperti maknae. lebih memilih menjaga image nya daripada membebaskan
jiwa ramajanya. Changjo mengambil tokpokki dari tanganku tanpa melihat ke
arahku.
“gomawo.”
Aku tersenyum. dia terlihat mulai terbuka padaku. Changjo
terlihat lebih tampan dan lebih dewasa dibanding ketika teen top mengeluarkan
album pertamanya. maklum saat ini dia masih berumur 18 tahun, bayangkan betapa
mudanya 3 tahun lalu dia sudah memulai debut menjadi idola.
Aku mengedarkan pandangan ke sekitar, Ljoe sedang menatapku.
aku memandangnya heran,
“aniyo..” jawabnya sambil tersenyum kecil
L.Joe, rapperberumur 20 tahun ini berkarakter unik, walaupun
dia terlihat paling malas bergerak, dan terlihat paling lemah, dia memiliki
bakat menulis lagu, dan dia adalah tipe siswa yang memiliki tingkat kecerdasan
tinggi. AKu pernah mendengar cerita dari Andy oppa, ketika masih berumur 12
tahun dia pernah pergi ke USA mengikuti ibunya sedangkan ayahnya masih tinggal di
korea. orang tuanya berpisah, sebuah keadaan keluarga yang tidak pernah
diinginkan oleh setiap anak di dunia ini. ketika di USA dia mengalami kesulitan
bersosialisasi dengan anak-anak seumurannya disana, karena badannya yang kecil
dan lebih pendek, hanya sekitar 171 cm, paling pendek diantara member lainnya
dia jadi bahan olok-olokan teman-temannya sehingga dia dipanggil L.Joe. L untuk
Little dan Joe adalah panggilannya disana, nama aslinya lee byung hyun. dari
keadaan itulah dia nekat kabur kembali ke korea 5 tahun kemudian, yaitu ketika
berumur 17 tahun untuk mengejar mimpinya menjadi seorang rapper. aku menatapnya
sambil tersenyum. itulah latar belakang yang membentuk karakternya hingga
seperti ini. aku paham, jadi aku tidak akan memaksanya merubah kepribadiannya. aku
hanya akan memasuki celah-celah diri setiap member termasuk orang seperti L.Joe,
dan..
CAP... Aku menatapnya
sedang tidur tengkurap di atas bangku. Dia adalah member yang paling
membuatku penasaran. dingin, kaku, kasar, dan paling jarang membuka dirinya
pada orang lain dengan gampang. CAP sang leader, berumur paling tua diantara
member lainnya, 21 tahun. paling diam dan paling tenang. Aku pernah mendengar
temanku yang pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan dengan CAP ketika acara
fansigning beberapa minggu yang lalu.
“CAP oppa... apakah kau
rindu padaku?”
“aniyo.”
jawabnya singkat sambil memasang wajah dingin dan tenang.
Atau, pengalaman temanku lainnya bersama CAP,
“CAP oppa.. Ketika aku
melihat wajahmu kurasakan hatiku leleh seketika..”
“Kau
terlalu berlebihan..” jawabnya datar
Aku tertawa ketika mendengar teman-temanku dengan emosi dan
kesal bercerita tentang sikap tidak sopannya CAP pada mereka.
“Aku pikir CAP adalah
satu-satunya member yang tidak pernah ramah dengan penggemarnya..”
“Aku
pikir jawaban CAP memang jujur. aku mendukungnya. hahahahah.. kalian memang
berlebihan..”
“Yaaaa!!
Sunhee~aahh!!”
“Hahahahahahahaha...”
Aku penasaran dengannya, kenapa sikapnya tidak seperti idola
pada umumnya, apa yang dia inginkan?
***
Pagi-pagi buta aku sudah dalam perjalanan menuju dorm mereka
berenam. jadwal mereka hari ini adalah pemotretan sebuah majalah terkenal pukul
9 pagi. Hari ini adalah pertama kalinya aku membangunkan mereka. Kupercepat laju
mobil van milik perusahaan yang diserahkan padaku oleh Andy oppa untuk
mengantarkan teen top menuju tempat kegiatan mereka sehari-hari. Mobil ini
tidak terlalu besar, hanya cukup menampung kami bertujuh termasuk aku yang mengemudikannya.
Setelah kuparkir van di depan dorm mereka, aku segera masuk ke dalam. Dengan
kunci yang diberikan andy oppa kepadaku, aku segera membuka pintu untuk
membangunkan mereka. Oppa berpesan padaku bahwa grup idola remaja didikannya
ini sedikit sulit mengatur pola tidur mereka. Jadi setiap harinya aku harus
membangunkan mereka dan menyuruh mereka bersiap dengan jadwal kegiatan hari itu
yang padatnya membuatku tercengang. Dengan umur mereka, seharusnya mereka hanya
bermain-main dan belajar di sekolah, menikmati masa muda mereka. Tapi dengan
kepoluleran yang mereka dapatkan sebagai salah satu resiko menjadi idola, kecil
kemungkinan mereka untuk hanya melakukan hal-hal itu. selain tetap bersekolah
mereka harus mengadakan show, fanmeeting, fansigning, latihan setiap harinya,
rekaman lagu, syuting reality show, syuting video music, dan... masih banyak
yang lainnya..
Aku
membuka pintu, dorm masih gelap, tirai jendela masih belum dibuka. Aku menuju
salah satu ruangan disana ada 2 orang sedang tidur di ranjangnya, aku mencari
tahu siapa kedua orang itu, kepala ricky dan chunji menyembul di antara bantal
dan selimut, aku segera menggoyang-goyangkan badan mereka,
“ricky~ah,
chunji~ah.. sudah saatnya kalian bangun..”
Ricky
bangun lebih dulu, sambil mengucek kedua matanya dia membuka matanya kemudian
wajahnya terlihat kaget ketika tahu aku berada di depannya.
“Noona...”
ricky memanggilku dengan nada panik
“bangunlah
ricky, tolong aku untuk membangunkan yang lain..” aku tersenyum
“chunji~ah..
bangun..” aku menggoyangkan tubuh chunji lagi
Chunji
mulai membuka matanya kemudian memandangku terkejut,
“Jadi
sekarang noona akan membangunkan kami setiap harinya?”
“ya
begitulah... cepat bangun!”
“hmm..
menarik..”
Aku
memandang bingung ke arah chunji. chunji tersenyum kemudian bangun. aku tertawa
ketika aku menyadari chunji memakai piyama.
“noona..
seharusnya kau tidak tertawa seperti itu. aku tidak bisa tidur tanpa
piyamaku..”
“mianhe..
hahahaha..” aku masih belum bisa berhenti tertawa, untuk ukuran remaja seumuran
chunji, aku pikir piyama sedikit kekanak-kanakan.. hahahahaha...
Chunji
terlihat kesal kemudian dia bangun pergi ke luar kamar. aku merapikan tempat
tidur mereka secepatnya kemudian pergi ke ruangan lain, sebuah ruangan yang
lebih terasa aroma laki-laki, aku mengintip ke arah kedua orang yang kepalanya
masih tertutup selimut, aku menggoyangkan badan mereka, tapi sedikitpun mereka
tidak bergeming. Aku membuka tirai sehingga cahaya matahari langsung bebas masuk
ke dalam ruangan, kemudian aku menuju ke salah satu sisi ranjang, menggoyangkan
badan salah satu orang,
“bangunlah..
sudah saatnya kalian bangun..”
Orang
itu masih belum juga bergerak, kemudian aku memperkuat goncanganku sambil masih
menyuruhnya bangun. dia bergerak sedikit kemudian diam lagi, oh Tuhan... susah
sekali orang ini bangunnya. aku membuka sedikit selimut yang menutupi
kepalanya, aku terkesiap. Bang min soo alias cap sedang memejamkan matanya.
Wajahnya terlihat lucu, tiba-tiba dia membuka mata, karena silau dia memakai
tangannya untuk melindungi matanya.
“what
the..” cap memandangku, dia merasa kesal tidurnya terganggu.
“bangun..
kita akan terlambat..”
Wajahnya
terlihat tidak suka, kemudian dia menarik kembali selimutnya sampai menutup
kepalanya tak memperdulikanku. Aku menarik dengan kuat selimutnya sehingga
sekarang selimutnya terlempar keluar ranjang. Wajahnya terlihat marah,
“HEI...
BIARKAN AKU SENDIRI..” suaranya keras namun dengan nadanya rendah
“kita
akan terlambat, ini sudah jam 8.. kalian harus ke pemotretan jam 9.”
“biarkan
aku tidur dulu.. pergilah dari sini!!”
“YAAAA!!!!”
dia duduk, wajahnya terlihat marah
Aku
terkejut melihat wajahnya semarah itu. matanya membelalak. aku terdiam beberapa
detik. Kemudian di sampingnya Ljoe bangun kemudian menatap kami. suara Cap
telah membangunkannya. wajahnya terlihat bingung kemudian dia bangun keluar
ruangan tanpa ekspresi.
Sekarang
tinggal mengurusi remaja keras kepala ini.
“BANG
MIN SOO!!” aku berteriak memanggilnya
Dia
menatapku tajam. “kau bukan manajer kami. jadi diam dan keluarlah.”
Aku
manajer kalian untuk saat ini. bangun atau aku akan melaporkannya pada andy
oppa.” suaraku terdengar mengancam.
“Kau
tidak punya kelebihan apapun. kau hanya mengandalkan hyung.”
Aku
mendelik. bocah kepala batu ini semakin menyebalkan. aku menghela nafas
kemudian bangkit berdiri meninggalkannya. aku keluar duduk di sofa sambil masih
mengatur emosiku.
“Noona..
cap hyung masih belum bangun?”
“bangunkan
dia, aku kewalahan.”
Ricky
menatapku, dia kemudian berdiri menuju kamar cap. mereka berdua terdengar
berdebat. Ini benar-benar akan menjadi hari-hari yang melelahkan.
***
“Mianhee..”
aku menunduk
“kau
pikir ini jam berapa? mengapa terlambat sampai 1 jam? kami masih punya jadwal
padat..” lelaki itu menghela nafas, nada suaranya terdengar kesal
“Tadi
kami sedikit kesulitan, traffic sedang padat.”
Lelaki
itu memandangku, aku memasang wajah menyesal dan menyedihkan. Aku pikir
kemampuan inilah yang satu-satunya kubutuhkan saat ini.
“oke..
kali ini kumaafkan. sekarang persiapkan mereka segera.”
“ye..
gomawo..” aku tersenyum lega.
Aku
masuk ke ruang make up, melihat mereka dan sang troublemaker, cap terlihat
sedang tidur dengan wajah sudah dimake-up. aku menggeleng-gelengkan kepalaku.
sepertinya lelaki ini memang sleepyhead..
***
2
“Kalian mau makan apa?” tanyaku ketika kami di dalam mobil
perjalanan pulang dari studio pemotretan
“Bibimbap!!” ricky berteriak keras
“Pizza.” Niel ikut berteriak
“Oke aku akan mengantarkan kalian ke hotpot.” aku mengambil
keputusan sendiri.
Ricky dan niel tertawa, sedangkan lainnya masih membisu. aku
melihat dari spion atas, chunji sedang memandangku dengan tersenyum. Changjo
dan Ljoe sedang memandang ke luar jendela, dan Cap sedang tidur. Aku memandang
jalan lagi segera mempercepat menuju ke restoran hotpot terdekat.
Ketika sampai di restoran, aku segera menyuruh mereka turun
dari mobil. Semua segera turun dan berjalan memasuki retoran.
Aku menengok ke arah suara, lagi-lagi cap. cap berbalik
meninggalkan kami, berjalan menjauh
“yaa minsoo~ah!! jangan lama-lama!! setengah jam!!” aku
berteriak padanya, dan dia tidak menjawab teriakanku.
“Ayo kita masuk noona..” ricky mengajakku masuk.
“oke.. apakah ada lagi yang tidak suka hotpot?” Aku berbalik memandang
mereka berlima.
Ricky, niel, chunji menggeleng-gelengkan kepalanya, changjo dan
Ljoe tidak menjawab segera melewatiku masuk ke dalam restoran.
“Oke, aku pikir tidak ada.” aku berbicara sendiri sambil
tersenyum masam.
***
“Annyeong..”
“Annyeong..
Sunhee.. bagaimana hari pertamamu bekerja?”
“oppa.. sebenarnya ada masalah..”
“Ada apa?”
“Bang min soo belum kembali dari dorm sejak siang.”
“Kau di dimana?”
“Dorm
mereka.”
“Aku
segera kesana.”
ceklek
***
“kenapa
kalian berpisah?”
“min
soo ingin mencari tempat makan lain.”
“Apa
kau sudah menghubungi handphone nya?”
“sudah
oppa, tapi non aktif.”
Andy
oppa menghela nafas. “oke kita tunggu dia datang.” oppa melihat jam tangannya.
“sekarang jam 11 malam, apa yang lain sudah tidur?”
“mereka
sudah masuk kamar masing-masing oppa..”
“oke..”
15
menit kemudian, pintu dibuka, cap masuk, dia terkejut karena di dorm sudah ada
aku dan oppa.
“hyung..”
“duduklah
sebentar minsoo~ah..” oppa menyuruhnya duduk di sampingnya
“kemana
saja kau dari siang?”
“Aku
berkeliling.”
“mengapa
handphonemu tidak bisa dihubungi?”
“baterai
habis..”
“tidak
tahukah kau sunhee~ssi kebingungan mencarimu?”
“Aku
bukan anak-anak lagi.”
“tapi
kau leader dari grup ini. kalau kau seenakmu sendiri bagaimana kau akan menjadi
contoh adik-adikmu?”
Dia
terdiam.
“mianhe
hyung. aku tidak akan mengulanginya lagi.”
“kalau
memang kau punya masalah dengan sunhee~ssi, jangan libatkan pekerjaanmu. dia
ada disini kusuruh untuk mengurus kalian. dia disini bukan untuk bermain-main
dengan kalian. jadi marilah kita bekerja sama agar semuanya berjalan
sebagaimana mestinya. oke minsoo~ah?”
“ye..”
cap menunduk
“oke
clear. Aku pergi dulu, aku masih harus ada pekerjaan.” oppa berdiri berjalan
keluar dorm
“oke
oppa, hati-hati di jalan.” Aku membungkuk
Aku
mengambil tasku dan coat ku, tiba-tiba cap menghalangi jalanku,
“Kau
memang bisa sangat menyebalkan, sunhee~ssi..”
Aku
tersenyum datar, “gomawo.” aku berusaha melewatinya
“Aku
juga bisa bersikap sangat menyebalkan lebih dari ini..” dia masih berusaha
menghalangi jalanku
“jangan
coba-coba..” Aku menatapnya tajam
Hari
pertamaku bekerja benar-benar luar biasa. bertengkar dengan leader grup yang
kumanajeri, dimarahi photographer majalah, dan seharian kelabakan karena si
leader menghilang. Aku harus segera pulang dan tidur, besok akan menjadi hari
yang berat lagi. aku harus menghemat energiku.
***
Aku
menguap lebar. Bahkan di dalam acara fanmeeting dan fansigning seperti ini aku
masih merasa bosan. Para angel, sebutan bagi para fans Teen top sudah memadati
ruangan. mereka berbaris mengantri untuk meminta tanda tangan teen top. Ricky
sedang berpose aegyo ketika ada fans yang memintanya kemudian memfotonya, Ricky
dan fans wanita itu tertawa bersama, ricky memang favorite karena keramahannya.
aku mengalihkan pandanganku ke member lainnya, semua sedang dengan ramah
menandatangani album dan kertas sesuai permintaan fans... kecuali.. cap.. aku
mendekati cap,
“Oppa..
apakah kau akan memberikanku cokelat ketika white day?” fans itu berbicara
dengan nada aegyo
“Aku
tidak suka merayakan white day.” cap menjawab dingin
Aku
tercengang. jadi seperti inilah yang dimaksud teman-temanku? fans wanita itu
terlihat ketakutan kemudian segera pergi. aku menghampiri cap,
“oppa..
bisakah kau terlihat lebih ramah dengan fansmu?” aku berbicara dengan nada
aegyo seperti yg fans biasa lakukan
Cap
mendongak ke atas, wajahnya terlihat terkejut. kemudian dia kembali memasang
wajah dingin.
“Minggirlah
ahjumma. kau bisa mengantri di belakang kalau kau ingin tanda tangan dariku.”
Aku
mendelik. aku dipanggilnya ahjumma? setua itukah aku? sial.. Aku menyeringai
padanya. kemudian aku kembali duduk di kursi seberang sambil mengamati acara
ini sampai akhir
***
3
Suasana sesak di airport. Kami akan mengadakan konser di
jepang. Fans memenuhi airport untuk menemui teen top. aku kewalahan mencari
celah jalan agar mereka berenam bisa lewat. 4 bodyguard masih kewalahan
menghadapi antusiasme fans untuk bertemu idolanya, kadang aku harus melesak
mendorong mereka agar lebih mundur dari jalan kami. Menjadi manajer wanita
memang baru terasa beratnya ketika menghadapi sikon seeprti ini. dengan postur
tubuhku yang tidak terlalu tinggi membuatku semakin tenggelam di lautan
manusia. Ketika aku masih berusaha mencari celah untuk jalan, tiba-tiba aku
merasa kakiku tersandung sesuatu, karena aku tidak siap, aku kemudian limbung
dan kupikir sebentar lagi aku akan terjatuh. kemudian kurasakan sebuah tangan
memegangku menariknya agar tidak terjatuh, aku menatap pemilik tangan itu, Ljoe
menatapku terlihat khawatir.
“Hati-hati Sunhee~ssi..”
“ah.. gomawo Ljoe~ah..” aku berusaha berdiri kemudian berusaha
lagi melakukan tugasku sebagai manajer saat ini, mendorong para fans agar tidak
menghalangi jalan kami. disampingku aku tau Ljoe masih menatapku.
***
“anata ni aete, yokatta.. choukawaii!!”
seorang fans jepang sedang berbicara dengan Changjo di sela-sela acara
fanmeeting
Changjo terlihat bingung kemudian dia meminta bantuan member
lainnya, mereka berenam memandang cewek itu kebingungan. Aku menghampiri
mereka,
“Fans ini bilang dia merasa senang bertemu denganmu. dan dia
bilang kau manis.” aku menjelaskan pada changjo.
“oh.. arigatou.. changjo terbata-bata berbicara dalam bahasa
jepang. dia menunjuk fans wanita jepang itu, “kirei..”
“ah arigatou..” fans jepang itu terlihat senang
“gomawo noona..” changjo mengucapkan terimakasih padaku ketika
fans tadi sudah pergi.
“kalian harus segera belajar bahasa jepang. hahahaha..” Aku
tertawa.
***
“Noona.. aku ingin soba mie..” niel mendekatiku ketika kami
sedang menghabiskan waktu di hotel malam itu.
“hah?”
“aku juga sunhee~ssi..” chunji tersenyum
“haa.. arasoo.. aku akan belikan. tunggu disini.”
“gomawooo noonaaa....!!” ricky berteriak senang
Ini akan sedikit menjadi masalah.. aku tidak tau dimana soba
mie dijual. aku menunggu taksi lewat, tapi sudah 10 menit berlalu tidak ada
taksi yang kosong. Aku memutuskan berjalan menelusuri toko-toko di pinggir
jalan. suhu jepang sedang musim gugur. aku merapatkan jaket hangatku sambil
terus berjalan mencari kedai mie soba. beberapa waktu kemudian aku masih belum
menemukan kedai yang menjual mie soba. Ketika aku mengamati sekitar, aku panik,
aku baru sadar aku sudah berjalan terlalu jauh, dan aku tidak tahu dimana aku
berada. Aku melihat jam tanganku, pukul 10 malam. Aku mendekati salah satu
orang bertanya arah jalan, orang itu memberiku petunjuk kemudian aku berjalan
kembali.. namun setelah beberapa belokan jalan, aku kembali bingung, aku
kemudian bertanya kepada seorang kakek yang sedang duduk di depan kedai. Kakek
itu memanggil anak laki-lakinya kemudian baru akhirnya aku bisa mendapatkan
penjelasan arah kembali ke hotel. ketika sampai di hotel hari sudah larut. 2
jam kuhabiskan untuk perjalanan kembali ke hotel, kepalaku terasa pusing. Aku
belum pernah ke jepang sebelumnya akhirnya aku tersesat. seharusnya aku
menunggu taksi saja tadi. aku memijit pundakku.
“noona.. kemana saja tadi? kami khawatir kepadamu..” ricky
menyambutku dengan wajah khawatir
“mianhe ricky~ah.. aku tidak menemukan soba mie. aku tersesat
tadi.” aku duduk di sofa sambil memijit kepalaku yang semakin pusing.
“ah.. kenchana noona..”
“aku balik dulu ke kamarku..”
“ye.”
“sunhee~ssi..”
Aku menengok ke arah suara. Ljoe sedang di depan kamarku,
menatapku khawatir.
“ah.. Ljoe~ah.. sedang apa kau disini?”
“Aku sedang.. berjalan-jalan..”
“oh.. kembalilah ke kamarmu. istirahatlah.. besok kalian ada
konser.”
Ketika aku sedang berusaha membuka kunci kamar. Ljoe
menempelkan punggung tangannya ke dahiku.
“Kau demam sunhee~ssi..”
“ah...” aku melepaskan tangannya dari dahiku, kemudian
menempelkan tanganku sendiri ke dahiku. “aku akan sehat ketika bangun nanti.
sekarang pergilah..”
Ljoe pergi, aku segera masuk ke kamar kemudian merebahkan
badanku ke ranjang. beberapa menit kemudian pintu kamarku diketuk, dengan lemas
aku berjalan meraih pegangan pintu kemudian membukanya.
“Aku membawakan..obat untukmu.”
Aku terkejut, Ljoe menyerahkan bungkusan plastik itu kepadaku.
“Ah sebenarnya tidak perlu.. tapi gomawo Ljoe~ah.. kembalilah
ke kamarmu..” aku tersenyum
“oke.. cepat sembuh sunhee~ssi..”
“ye..” aku menutup pintu kemudian menguncinya. aku meminum obat
dari Ljoe kemudian memejamkan mata.
***
Aku memandang studio latihan milik teen top. dinding dan
lantainya didominasi kayu mahal. sebuah kaca super besar terpasang di salah
satu sudut. Aku selalu ingin berlatih di studio seperti ini. sayangnya untuk
menjadi trainee saja aku tidak pernah bisa apalagi menjadi idola? aku menghela
nafas. Aku baru mengantarkan teen top kembali ke dorm nya setengah jam yang
lalu. aku kembali lagi ke studio untuk..aku tersenyum..
Aku menghampiri mp4 player,
menyalakan musiknya. lagu BoA, “eat you up” mulai dimainkan, aku berjalan berdiri di depan
kaca, kemudian mulai menggerakkan badanku mengikuti alur irama.
Lagu akhirnya berakhir aku berbalik akan mematikan musik,
ketika kulihat cap sedang menyandarkan di dinding, aku terkejut. kemudian dia berjalan
ke arah sebuah bangku, mengambil sebuah topi kemudian berbalik menuju pintu.
Sebelum sampai ke pintu dia berbalik memandang ke arahku,
“kau lebih cocok menjadi trainee dibandingkan menjadi manajer
kami.”
Aku terdiam. apakah itu sebuah pujian? Aku mengerutkan dahi
memandang dia pergi..
***
4
Aku membuka pintu dorm mereka pagi itu untuk membangunkannya.
Aku terlonjak ketika melihat chunji sudah duduk di sofa dengan baju sudah rapi
memandangku sambil tersenyum.
“Noona.. kau cantik hari ini..”
“jangan mulai.. mana member lainnya?”
“masih tidur..”
“dan kau sudah bangun? tumben..”
“aku ingin menyambutmu ketika kau datang..”
Aku tertawa. “kau seorang cassanova sejati chunji..”
“Aku tertarik padamu noona..”
Aku tercengang.
“Jika
kau mau berjanji akan berkencan denganku, aku akan membantumu menaklukkan
member lainnya.” dia tersenyum jahil
Aku
masih bengong, kemudian memasang muka datar berlalu masuk ke ruangan ricky yang
sekarang tidur sendiri karena chunji sedang sibuk merayuku.
“aku
tidak bercanda.. kau akan membutuhkan bantuanku suatu saat nanti.. lihat saja..”
Aku
tidak memperdulikan chunji, masih berusaha membangunkan member lainnya.
***
“Niel..
kau harus memakainya..” wajahku sudah mulai terlihat tidak sabar.
“Aku
tak mau noona.. aku tak mau pakai baju wanita!! dan wig itu?? apa kau sedang
bercanda noona??”
“Kalian
sedang syuting reality show, dan kau terpilih memerankan karakter wanita..”
“aku
tak mau..” niel berbalik meninggalkanku.
“kau
butuh bantuanku noona?”
Aku
menengok, chunji sedang memandangku sambil tersenyum senang
“kau
bisa membuatnya?”
“aku
bisa melakukan apapun asal noona ingat perjanjiannya..”
“oke..”
aku menghela nafas pelan, senyum chunji berubah semakin lebar dan menyiratkan
senyum kemenangan.
Aku
melongo. Niel akhirnya mau memakai baju dan wig itu. Entah bagaimana cara chunji
merayunya, tapi caranya memang berhasil.. chunji menatapku sambil mengedipkan
sebelah matanya. aku menggeleng-geleng.. anak muda jaman sekarang terlalu cepat
tumbuh dewasa sebelum waktunya..
“noona..
kau siap menepati janjimu?”
“oke..
akan kemana kita?”
“bioskop!”
“oke,
jam berapa?”
Aku
membuka notes tebalku, melihat sekitar jam itu apakah ada jadwal untuk mereka.
“ehm..
kalian baru bebas dari jadwal sekitar jam 5 sore..”
“ehm..
oke jam 5..” chunji tersenyum
Aku
menutup buku catatanku kemudian pergi.
***
“aku
merasa seat kita sedang ditendang-tendang oleh orang di belakan kita..” chunji
terlihat kesal
“sstt..
jangan keras-keras. filmnya sedang bagus nih..” aku menyuruhnya diam
Chunji
kemudian diam, namun aku merasa kursiku juga didorong-dorong dengan kasar oleh
orang yang duduk di belakang kami, Akhirnya chunji berbalik untuk
memperingatkan orang jahil yang duduk di belakang kami agar menghentikan
perbuatannya.
“kalian...”
Aku
ikut berbalik dan aku terkejut ketika di belakangku, sudah tersenyum
menyeringai ricky, niel, cap, Ljoe, dan changjo. mereka menatap kami dengan
kesal.
“kalian
berusaha bersenang-senang sendirian hah??” Niel terlihat kesal
“yaa...
chunji hyung.. jahat sekali kau meninggalkan kami di dorm sementara kau
bersenang-senang dengan noona..” ricky ikut memprotesnya
“kalian
sendiri sedang apa disini??” chunji terlihat gusar acara kencannya denganku
terganggu
“membuntuti
kalian..” changjo menjawab pendek
“darimana
kalian tau?” chunji masih penasaran
“min
soo hyung yang memberitahu kami.” ricky menjawab dengan polos
Aku
melihat cap langsung membuang muka, wajahnya terlihat datar, berpura-pura tidak
mendengar. Aku bingung, darimana cap tau bahwa aku dan chunji akan pergi ke
bioskop?
“darimana
hyung tau?” chunji bertanya ke arah cap
“dia
dengar ketika kalian membuat perjanjian.” Niel menjawab
“ya..
hyung.. kenapa kau menceritakannya pada mereka??” chunji memprotes cap, namun
cap masih berpura-pura tidak mendengarnya
Aku
tercengang. kemudian aku berbalik ke arah layar film dan berpura-pura tidak memperdulikan
mereka yang masih berdebat. Aku benar-benar merasa memiliki setengah lusin dongsaeng...
aku menghela nafas panjang..
***
5
Aku mengendap-endap masuk ke dorm mereka malam itu, tasku
tertinggal disana. aku tidak ingin membangunkan mereka.
“hyung, mengapa kau memberitahu yang lainnya kalau chunji dan
sunhee~ssi pergi ke bioskop?”
Aku mendengar suara orang bercakap-cakap dari dalam kamar LJoe
dan cap.
“Aku tidak suka mereka bersenang-senang sendiri seperti itu.”
“Apa kau cemburu?”
“hahaha.. jangan bercanda..”
“Biasanya kau tidak pernah peduli dengan urusan orang lain
hyung, tidak sampai saat ini..”
Suara hening
“bagaimana denganmu? bukankah kau memberi obat kepadanya ketika
kita di jepang?”
“dia sedang sakit.”
“biasanya kau tidak pernah sebaik itu dengan orang asing.”
“dia bukan orang asing.”
“oh.. jadi kau pikir kau sudah sangat mengenalnya? lalu
bagaimana dia sebenarnya?”
“hyung, jangan mulai.. aku tidak suka bertengkar denganmu..”
“kalau begitu berhenti mencampuri urusanku.”
hening
Aku menghela nafas. kemudian dengan berjinjit pelan-pelan pergi
mengambil tas dan segera berjalan meuju pintu.
“noona.. apa yang kau lakukan disini malam-malam?”
Aku menengok kaget ke arah suara, Ricky keluar kamar dengan
wajah bingung.
“ah,, aku mengambil tasku yang tertinggal tadi. kau sedang apa
malam-malam begini belum tidur ricky~ah?”
“Aku haus noona..oke hati-hati di jalan..” ricky berjalan ke
dapur.
“sunhee~ssi..”
Aku berbalik lagi, sial.. Ljoe sudah memandangku di depan
kamarnya
“ah.. Ljoe~ah.. maaf aku membangunkanmu..” aku gugup
“kau mendengarnya?” matanya memandang tajam ke arahku
“apa?” aku berpura-pura tidak tau apa-apa
“ah lupakan.. hati-hati di jalan..” dia tersenyum
“ah ye..” aku tersenyum kemudian segera keluar dari dorm
mereka. jantungku masih berdetak cepat. Sambil berjalan ke mobil aku masih
memikirkan percakapan cap dan Ljoe.
“yang lain kemana changjo~ah?”
“berenang di bawah noona..”
“kau tidak berenang?”
“malas..”
“Kita kan sedang di Indonesia, mumpung disini kenapa kau tidak
bersenag-senang.. di sini sedang musim panas.. berenanglah..”
“nanti saja..”
Aku tertawa. changjo bukan tipe orang yang bisa dipaksa. aku
meninggalkannya kemudian turun dengan lift menuju kolam renang yang berada di
bawah hotel ini. Sampai disana aku melihat ricky dan niel sedang berenang
sambil saling menjahili chunji dan Ljoe yang sedang duduk di kursi malas
samping kolam, aku mengedarkan pandanganku lagi mencari cap.
Nafasku tercekat, jantungku berdegup sangat cepat.. cap sedang di pinggir kolam renang, setengah tubuhnya terbenam di air, dia menghadap ke arah kanan dan melihatnya basah seperti itu membuatku panik. sebuah tato terlihat di punggung kanannya, aku menelan ludah. aku tidak pernah tau cap memiliki tato, kemudian di menyeburkan diri lalu muncul lagi di permukaan. dia naik ke pinggir kolam kemudian bercanda dengan chunji dan member lainnya. dan sekali lagi aku tercengang, sebuah tato besar terlihat di punggung kirinya, aku mengamatinya, tato itu berbentuk unik, kombinasi antara angel dan demon.
Nafasku tercekat, jantungku berdegup sangat cepat.. cap sedang di pinggir kolam renang, setengah tubuhnya terbenam di air, dia menghadap ke arah kanan dan melihatnya basah seperti itu membuatku panik. sebuah tato terlihat di punggung kanannya, aku menelan ludah. aku tidak pernah tau cap memiliki tato, kemudian di menyeburkan diri lalu muncul lagi di permukaan. dia naik ke pinggir kolam kemudian bercanda dengan chunji dan member lainnya. dan sekali lagi aku tercengang, sebuah tato besar terlihat di punggung kirinya, aku mengamatinya, tato itu berbentuk unik, kombinasi antara angel dan demon.
“sunhee noona.. kau tidak ingin berenang?”
aku terkejut, kemudian menatapsumber suara. Niel sedang
memanggilku ketika dia mneyadari aku berdiri diam selama beberapa menit disitu.
“ah.. aniyo.. aku sedang haid..”
“hah??” niel melongo
Kemudian aku menyadari bahwa jawabanku sangat vulgar, aku
memandang member lainnya yg ternyata juga sedang memandangku kaget, wajah
mereka langsung memerah seketika. Aku panik langsung berbalik pergi, berlari
kencang. apa telah kukatakan?? aarghhh!! aku memukup pelan kepalaku sendiri.
***
Aku membuka pintu dorm pelan-pelan
Aku tercekat, di depanku cap sedang memunggungiku dengan
kondisi topless. tatonya terlihat menawan..
Cap terhenyak karena aku datang tanpa diketahuinya
“yang lain sedang berjalan-jalan di lobby..” dia masih belum
berbalik sambil memakai kaosnya.
Aku masih memandang punggung bidangnya yang kini sudah terbalut
kaos putih, aku melihat tatonya samar-samar terlihat. tanpa sadar aku berjalan
mendekatinya,
“bolehkah... aku melihat tatomu sebentar?”
Dari belakang, aku bisa melihat dari gestur tubuhnya, dia
terkejut.
“Apa maksudmu?”
“Aku ingin melihat tato angel and demon milikmu..”
Dia diam beberapa saat, lalu tiba-tiba dia mengangkat kaosnya dan melepasnya. aku tercengang, aroma tubuhnya harum dan menyegarkan, aku kembali menelan ludahku.
Aku terlalu tua untuk bermain-main dengan anak seumuran cap. tapi saat ini aku tidak bisa lagi berpikir apa-apa,
Dia diam beberapa saat, lalu tiba-tiba dia mengangkat kaosnya dan melepasnya. aku tercengang, aroma tubuhnya harum dan menyegarkan, aku kembali menelan ludahku.
Aku terlalu tua untuk bermain-main dengan anak seumuran cap. tapi saat ini aku tidak bisa lagi berpikir apa-apa,
aku mengangkat tanganku. menyentuh tatonya dengan jemari tanganku, mengusapnya, menelusuri bentuknya, mengamati detailnya. kurasakan punggung cap bergerak pelan, seperti berusaha menahan sesuatu, tapi aku tidak tahu apa itu, aku masih menyentuh tatonya, aroma tubuhnya semakin membuatku merasa nyaman, tiba-tiba aku melakukan sesuatu di luar kemauanku, di luar batas akal sehatku, aku menyentuhkan bibirku ke tatonya dengan lembut. kemudian cap terlonjak namun masih tetap berdiri membiarkanku mencium punggungnya. aku memejamkan mataku masih sambil menempelkan bibirku ke tatonya. Tiba-tiba dengan sangat cepat aku merasa tubuhku melayang, bibirku terasa menyentuh sesuatu. Aku membuka mataku dan aku terbelalak, cap menciumku. matanya terpejam, lengannya menarik tubuhku kuat masuk dalam pelukannya, tangan kirinya menangkup wajahku, aroma tubuhnya membuatku melayang-layang, aku semakin tak berdaya..
***








.jpg)

.jpg)


.jpg)











.jpg)
L.Joe suka sama sunhee jg? Terus chunji jg beneran suka thor?? Kyaaa.... What a lucky noona..
ReplyDelete