6
Min Soo lebih dulu melepaskan ciumannya. Aku mundur beberapa langkah, wajahnya terlihat memerah. Nafasnya dan nafasku terengah-engah,
“Maaf...” Aku meminta maaf atas tindakan lancangku sebelumnya
“Aku juga minta maaf..” dia membuang muka
“Aku.. aku tidak bermaksud melakukannya, aku tak tahu apa yang ada di otakku..”
“Apakah kau.. menyukaiku?” dia memandangku bingung
“Aku tidak tahu..” wajahku terasa panas. Aku memang jujur tidak tahu apa yang sedang terjadi padaku. Aku hanya ingat, aroma tubuh CAP membuatku gila, membuatku melepas logikaku.
“Lalu mengapa kau mencium punggungku?” dia masih berusaha mencari jawaban dariku
“Aku... suka aroma tubuhmu..” aku membuang mukaku
“Ehm.. maksudmu.. parfumku?” dia menaikkan salah satu alisnya
“ah.. iya..” aku baru sadar, itu memang bau harum parfum. baunya manis, segar dan ada tambahan sensasi lain yang membuatku merasakan sesuatu yang aneh.
Min soo berbalik memakai mengambil pakaiannya,
“Parfum apa yang kau pakai?”
Dia berbalik memandangku tajam, kemudian berjalan menghampiriku, dalam beberapa detik dia mendorongku kuat sampai kami berdua terhempas jatuh ke atas sofa. aku terhenyak melihat perbuatannya.
“Min soo~ah.. apa yang kau lakukan...”
“Aku tidak akan membiarkan kau tau apa parfum yang kupakai..” wajahnya mendekat pada wajahku
“kenapa??”
“Agar kau tetap tertarik pada aroma tubuhku..” dia mendekatkan wajahnya ke leherku,
“tunggu.. Min soo~ah..” aku meronta-ronta, namun tiba-tiba aroma aneh yang memabukkan itu kembali tercium olehku.. aku memejamkan mata, tubuhku serasa ringan. Kurasakan kini kancing kemejaku sudah terbuka, Minsoo membukanya sambil bibirnya masih menelusuri permukaan leherku, Aku kembali memejamkan mata, nafasku terengah-engah.. seharusnya aku tidak melakukannya dengannya, tidak... tapi apa yang bisa kuperbuat sekarang? tiba-tiba tenagaku hilang seketika, aroma parfum itu telah menyerang syaraf otakku, membuatku tidak berdaya..
tok tok..
“Min soo Hyung.. ayo kita sudah menunggumu di bawah.. sedang apa kau?”
Suara Ricky terdengar dari luar pintu. Kami berdua terlonjak secara refleks, Min soo berdiri dengan panik, aku memandang keadaan pakaiannku, kancing kemeja terbuka tinggal menampilkan bra hitamku, secara panik aku berbalik memunggunginya, buru-buru mengancingkan kemejaku.
Dia melewatiku, “aku lapar.. ayo turun..” suaranya terdengar datar
“ah.. ye..” suaraku terdengar gugup,
Kami benar-benar dalam masalah besar sekarang
***
Kami sedang makan bersama di sebuah restaurant makanan khas Indonesia, “sate ayam” begitu tertulis di papan depan restaurant.
“Sunhee noona, kau pernah ke Indonesia?” Ricky bertanya padaku
“Aniyo..” jawabku pendek sambil menggigit daging ayam yang ditusuk ke sebuah batang
“Noona bisa bahasa mereka?” Niel ganti bertanya
“ya.. lumayan..” jawabku sambil mengunyah
“kau bisa bahasa apa saja sunhee~ssi?” Chunji memandangku tertarik
jepang, korea, Inggris, Indonesia, dan bahasa kalbu.” jawabku sambil memasang wajah serius
“Hah?” ricky memasang wajah polos
“hahahaha... noona, kapan terakhir kali kau berciuman?”
Aku tersedak, Aku mendelik memandang Chunji. cowok ini memang benar-benar luar biasa. Aku memandang member lainnya, semua sedang menunggu jawabanku, Ljoe terlihat memukul lengan Chunji, bagus, chunji memang perlu dihukum karena menanyakan pertanyaan berani seperti itu. Ricky memandangku malu, wajahnya memerah.Minsoo yang duduk rada jauh di depanku sedang meminum air sodanya dengan cuek.
“Bisakah kita tidak membicarakannya ketika makan?”
“aniyoo.. katakan noona.. kapan terakhir kali kau berkencan?”
Aku melirik Minsoo, dia menatapku, wajahnya datar,
“Aku sudah lama tidak berkencan...” aku menjawab sambil menyuapkan nasi ke mulutku
“aahhh.....” nada suara kecewa keluar bersamaan dari mulut mereka
Aku mencuri pandang minsoo, minsoo menatapku sambil menyeringai kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Di sampingnya kulihat Ljoe memandangku bingung.
“Ada apa dengan kalian hari ini? kalian aneh..” Ljoe menatapku dan minsoo bergantian
Aku terkejut, Ljoe benar-benar jeli.
“Maksudmu aneh bagaimana LJoe~ah?”
“Kalian tidak bertengkar hari ini.. dan sepertinya dari tadi kalian saling menatap. ada apa noona?”
Gawat!!!
Semua member memandangku dan min soo dengan tatapan curiga.
“Kalian berlebihan, jadi kalian lebih suka kami bertengkar?” Minsoo akhirnya mengeluarkan suaranya
“yaa.. aniyo.. justru kami senang.. akhirnya kalian berdamai..” Niel tertawa
“jangan terlalu senang dulu..” minsoo melanjutkan kata-katanya sambil meneguk habis air sodanya
Member lainnya mendelik ke Minsoo, sementara aku menelan ludah..
***
“Aku ingin Sunhee~ssi jadi model mv crazy denganku.” Ljoe memasang wajah serius
“Hah?? denganmu??? aniyoooo!!!” semua member berteriak tidak setuju
Aku melongo
“Aku tau Sunhee~ssi sebenarnya berbakat akting.. ya kan noona?”
“Kau tau darimana?”
“Andy hyung yang bilang..”
Aku menghela nafas pelan, yaya.. seharusnya aku sudah tau andy oppa yang bilang...
“Aniyo.. aku tak setuju!!” Chunji berteriak keras
“Aku jugaa!!!” diikuti suara berisik lainnya
Aku melihat Min soo terlihat tidak suka, tapi dia malah mengambil tablet pc kemudian terlihat sibuk bermain game. Tidak peduli sama sekali dnegan suasana yang semakin riuh di sekitarnya.
Aku memijit dahiku.
***
7
“Noona.. kau mau kan? semua member sudah setuju kok..”
“bagaimana bisa?”
Ljoe tersenyum, “Aku bisa meyakinkan mereka..”
“termasuk Min soo?”
“hmmm... minsoo hyung terlihat tidak tertarik mengurusi hal seperti ini..”
“ah...” aku mengangguk menyeringai
“Nanti kukabari lagi ya Ljoe~ah..”
“Oke noona..”
***
“Annyeong sunhee~ssi..”
“annyeong.. siapa ini?”
“Min soo.”
Aku tercekat, min soo meneleponku malam-malam.. “ada apa?”
“Kau serius akan menjadi model mv dengan Ljoe?”
“maybe..”
“jangan..”
“hah? kenapa tidak boleh?”
“aku tidak suka.” suaranya terdengar tegas
“yaaahhh minsoo~ahh!! jangan egois seperti itu.. aku tidak akan berhenti hanya karena kau tidak suka!!”
ceklek. aku menutup kasar teleponnya. sikap macam apa itu?? huh..
***
“Annyeong haseo.. Ljoe ah..” aku membuka pintu studio
“ah noona.. masuklah..” Ljoe tersenyum melihatku
Aku masuk kemudian duduk di samping Ljoe.
“Ah noona, tunggu dulu, aku akan ambil script mv nya. tunggu disini ya.. aku segera kembali..”
“ye..” aku memandang punggung Ljoe sedang berlari keluar studio. aku memandang studio,
kemudian pintu terbuka, tapi aku melihat.. Min soo masuk. Aku panik, aku berdiri dengan gugup. aku merasa sesuatu buruk akan segera terjadi.
“Hai sunhee~ssi..” dia melambaikan tangannya sambil tersenyum menyeringai
“Jangan macam-macam.. aku akan berteriak jika kau..”
Dalam sekejap min soo sudah berdiri di depanku dengan jarak tidak kurang dari 2 meter, aku berlari, melewatinya menuju pintu keluar, aku memutar knop pintu namun tidak terbuka, aku merasa pintu itu susah dibuka, ketika aku sadar aroma itu.. muncul lagi.. tubuhku membeku, aku tau min soo sedang di belakangku. aku mendongak, tangannya sedang menahan pintu agar tidak terbuka,
“kau yang jangan macam-macam padaku.. noona..”
Aku memejamkan mata, aroma itu mulai kembali menguasai akal sehatku. aku mencoba tetap sadar, namun aroma itu semakin menyelubungi indera penciumanku. aku terengah-engah, nafasku muali tak beraturan.
“jangan..”
“kalau kau masih tetap bermain di mv kami dengan Ljoe, kau tidak akan merasakan kenikmatan aroma parfum ini lagi..”
Aku terhenyak, aku berbalik memandangnya, matanya menatap tajam padaku, bibirnya membentuk sebuah senyuman seringai, dia mendekatkan bibirnya pada telinga kananku,
“Kau tidak akan mau kehilangan aroma ini kan?” dia berbisik pelan
Aku semakin terengah-engah, “ya..”
Dia kembali memandangku, tersenyum puas, kemudian berbalik berjalan menuju sofa, aku masih mematung di depan pintu. kemudian pintu terbuka, Ljoe masuk, dia terlihat heran melihatku dengan wajah memerah.
“noona.. kau sakit?” dia terlihat khawatir
“hmm.. iya Ljoe.. aku rasa aku tidak bisa bermain di mv kalian.. maaf..” aku segera melewati Ljoe berlari keluar pintu. aku benar-benar merasa akan pingsan sebentar lagi.
***
8
Aku mengendap-endap masuk ke dalam kamar CAP dan Ljoe, aku sudah gila. memang!! aku membuka laci kecil di samping ranjang, mencari benda itu, ketika aku menemukannya dan mengambilnya, aku tidak akan lagi diperbudak seperti itu lagi oleh min soo. ya.. aku tersenyum dingin. laci pertama kutarik, hanya terdapat beberapa benda kecil seperti gunting, botol vitamin, pemotong kuku, namun benda yang kucari tidak ada. aku kemudian beralih ke laci kedua
“Kau mencari parfumku, sunhee~ssi..?”
Aku terkejut, langsung berdiri berbalik melihatnya, dia sedang bersandar pada pintu yang sudah tertutup, aku panik..
“Apa kau menemukannya?” dia berjalan menghampiriku.
“Jangan mendekatiku..” aku mundur
“aku sedang membantumu mencarinya.. apakah kau benar-benar membutuhkannya, noona?” dia tersenyum
“kumohon.. jangan..” aroma itu muncul lagi.. Oh Tuhan.. seketika aku langsung memejamkan mataku, aku merasa tubuhku terhempas di kasur, dan sebuah tubuh menindihku, aku membuka mata, min soo sedang menatapku.
“Kenapa kau tidak menikmati parfum itu lewat perantara tubuhku saja?”
Kepalaku terserang pusing parah seketika, tubuhku tidak kuat melawannya, terkutuklah produsen parfum itu!! aku merutuk sambil tetap memejamkan mata, menikmati aroma dengan sentuhan lembut di sekitar leherku. Aku terlalu tua untuk diperlakukan seperti ini olehnya.. tapi.. aku menikmatinya.. aku menarik kuat kepala min soo agar semakin mendekat ke tubuhku, aku merasa hasratku sedang memuncak,
“kau menyukainya, noona..?” di sela nafasnya yang terengah-engah dia masih sempat menggodaku
“ya..” aku menjawabnya dengan nafas memburu
“APA YANG KALIAN LAKUKAN???!!!”
Aku membuka mata seketika, aku menatap Ljoe menatap kami dengan marah.
Tuhan...
***
“KALIAN BERDUA...!!!” Andy oppa mendelik marah
CAP dan LJoe menunduk, wajah mereka babak belur setelah adegan perkelahian sempat terjadi, aku tidak bisa memisahkan mereka berdua, sampai kemudian aku menelepon oppa dan mereka berduapun akhirnya dilerai Oppa. Aku masih bersyukur setidaknya diantara mereka tidak ada yang terbunuh.. dan syukurlah member lainnya sedang tidak ada disini.
“SIAPA YANG MEMULAI PERTENGKARAN???!!”
Keduanya membisu, tidak ada suara sedikitpun keluar dari mulut mereka.
“Oppa.. aku yang membuat mereka bertengkar.” Aku memberanikan diri berbicara
CAP, Ljoe dan andy oppa terkejut memandangku
“Apa maksudmu?” Oppa terlihat bingung
“Aku mengundurkan diri.”
“APA??” oppa terkejut bukan main, sementara Ljoe dan CAP hanya tercengang memandangku.
“ya.. sudah seharusnya aku keluar, aku menghancurkan grup ini. Oppa, aku akan menyerahkan resign letterku besok.” aku berdiri, tersenyum datar, kemudian membungkuk pada oppa, lalu berjalan menuju pintu keluar.
***
“Sedang apa kau disini?” aku memandang kesal pada laki-laki berbadan tegap yang sedang berdiri di pintu rumahku.
“Aku minta maaf..”
“Sudah terlambat..”
“Bolehkah aku masuk?”
“Mengapa aku harus membiarkanmu masuk?”
“kau tidak akan mau namaku terpampang di tabloid gosip besok tertulis bahwa aku memiliki skandal kencan diam-diam dengan mantan manajernya.” Dia menatapku dingin
Aku menhela nafas, memberinya jalan masuk
Dia masuk ke rumah kecilku, dia berjalan, mengedarkan pandangan ke segala sudut, kemudian duduk di sofa.
“Sekarang kau kerja dimana sunhee~ssi?”
“Aku pengangguran sekarang..” jawabku tersenyum datar sambil berjalan duduk di sofa lainnya
“Aku pengangguran sekarang..” jawabku tersenyum datar sambil berjalan duduk di sofa lainnya
“Aku minta maaf..”
“Untuk apa?”
“Karena mempermainkanmu.”
“ya.. aku memang merasa sedang dipermainkan..” jawabku dingin
“Tapi aku tidak bermaksud benar-benar mempermainkanmu..”
Aku memandangnya bingung.
“Aku.. mencintaimu.”
“jadi ini juga permainanmu?”
“Perasaanku bukan permainan, sunhee~ssi!!” nada suaranya meninggi
“Mengapa kau marah? seharusnya aku yang marah!!” nada suaraku juga ikut meninggi
“AKU MENCINTAIMU, DAN AKU SERIUS!!”
Aku tercengang
***
9
“Aku lebih tua darimu Minsoo~aah!!”
“Aku tidak peduli!!”
“Carilah wanita lain yang lebih seumuran atau lebih muda darimu!!”
“Kau tidak bisa memaksaku untuk menjauhimu.”
“Aku bisa.” aku memandangnya tajam
“Apakah umur begitu bermasalah bagimu?”
“Aku tidak punya ketertarikan dengan lelaki yang lebih muda dariku..”
“Kau bohong, kita sama-sama sudah membuktikannya.” dia menyeringai
“Kau memanfaatkan kelemahanku untuk kepentinganmu!!” aku berteriak marah
Dia terkejut, kemudian mengeluarkan sesuatu dari sakunya. sebotol parfum bening, cairannya berwarna kuning keemasan yang tinggal setengah botol.
“Aku tidak membutuhkannya lagi. ambilah untukmu.” katanya dingin sambil meletakkan botol itu diatas meja, kemudian berbalik, berjalan keluar rumahku.
Aku terdiam memandang botol itu.
***
“Annyeong, sunhee~ah..”
“Andy oppa..”
“datanglah ikut casting. aku sudah mendaftarkannya untukmu. besok jam 11 pagi.”
“hah? oppa.. casting?”
“ye.. drama. kau menginginkannya kan?”
Aku terdiam
“sampai ketemu besok, sunhee~ah..”
ceklek. tut tut tut..
***
“Annyeong oppa..”
“halo aktris terkenal.. sedang dimana?”
Aku tertawa “Aku sedang di Makau, oppa.. ada apa?”
“wah.. syuting drama disana?”
“yaa begitulah..”
“Kau sangat sibuk pasti sunhee~ssi..”
“ye oppa.. akhir-akhir ini aku kewalahan..”
“hati-hati kesehatanmu sunhee~ssi.. eh sebenarnya aku meneleponmu karena ingin menawarkanmu sesuatu.”
“apa oppa?”
“teen top ingin kau menjadi model video klip lagu baru mereka, To you. bagaimana sunhee~ssi?”
“Aku rasa aku tidak bisa oppa..” suaraku terdengar sedih. tidak mungkin bertemu lagi dengan CAP dan Ljoe. aku tidak tahu harus bagaimana menunjukkan mukaku
“Ricky dan yang lainnya merindukanmu. Apa kau tidak merindukan mereka?”
“....”
***
Aku pasti gila,
ACTION!!
Suara musik terdengar, aku berjalan dengan langkah angkuh masih diiringi suara musik, ricky sedang menyandarkan tubuhnya di tembok, aku melewatinya, dia mengikutiku
CUT!!
“waaahh noona!! aku senang kau mau menjadi model kami!!” ricky berteriak memelukku
Aku terkejut, “hahaha.. ricky~ah.. kau lebih terlihat tampan sekarang...”
“hahaha.. aku berusaha keras meninggalkan kesan imutku noona..”
“tapi bagiku kau masih imut...” aku mencubit pipi bakpao nya.
“yaaa.. noonaa!!!” dia memprotes dengan ekspresi lucu
“sunhee~ssi, bersiaplah untuk take selanjutnya.” sutradara memberitahuku.
“ah ye..”
Take selanjutnya adalah adeganku dengan Minsoo.. aku menarik nafas panjang. pertemuan terakhir kami tidak terlalu baik. Min soo mewarnai rambut cepaknya menjadi putih. aku terkesiap, dia terlihat lebih garang sekarang. aku bersiap,
ACTION!!
Musik dimainkan, aku berjalan di sebuah basement, minsoo sedang duduk di atas sebuah motor, aku melewatinya namun minsoo menghalangiku sambil mengikuti lirik rap nya, dia merangkulku dan aku berusaha melepaskan rangkulannya,
CUT!!
Aku memandangnya setelah take berakhir namun dia berbalik, pergi. dia benar-benar tidak memperdulikanku. Aku pikir memang lebih baik seperti ini. kami berdua adalah orang asing, tidak ada hubungan lain selain partner bisnis. aku tersenyum masam.
***
10
“sunhee~ssi.. apa kau baik-baik saja?”
“ah.. ye.. mianhe..”
“oke, kita mulai lagi pemotretannya. siap?”
“ye..” aku tersenyum sambil menggenggam botol bening parfum berwarna ungu.
Aku teringat Minsoo dan aromanya. aku dikontrak menjadi ambassador sebuah parfum ketika aku memiliki masa lalu buruk dengan parfum... sebuah keputusan yang salah..
***
“Sunhee~ah.. kau tidak apa-apa?”
“ah aniyo Minho~ah..” aku tersenyum
“Kau pucat sekali, jangan terlalu bekerja terlalu keras.”
“hahahaha.. kenchana...”
Aku memandang Minho. lelaki ini sekarang menjadi kekasihku. kami bertemu dalam sebuah syuting drama, kami berdua berperan sebagai sepasang kekasih, dan akhirnya kami berdua memang benar-benar menjadi kekasih di dunia nyata.
“ah.. minho~ah.. bisakah aku meminta sesuatu darimu?”
“apa?”
Aku mengeluarkan botol bening parfum itu dari tasku.
“Aku ingin kau memakainya, cobalah sedikit..”
“Ah..ye..”
Aku menyemprotkan sedikit ke lengannya, kemudian aku menunggu reaksi dari aromanya. baunya manis dan segar.. tapi sensasi itu.. aku tidak merasakan apapun. dimana sensasi itu? aku mengerutkan dahiku
“kenapa sunhee~ssi?”
“ah aniyo.. apa kau suka baunya?”
“aku tidak suka, ini terlalu manis..”
“ah.. oke.. kalau begitu kau tidak perlu memakainya.” aku tersenyum lebar.
Ada apa ini? apa aku sudah kehilangan rasa ketertarikan dengan aroma parfum ini? aku merindukan aroma itu, dan sensasinya.. aku menunduk sedih.. aku merasa kehilangan bagian yang paling penting dari diriku.
***
“Ada apa kau kesini?” minsoo memandangku dingin
“Aku ingin kau memakai parfum ini lagi..”
“oh..” dia tersenyum menyeringai. “untuk apa?”
“Aku ingin memastikan bahwa aku sudah tidak terpengaruh dengan aromanya.”
“Lalu mengapa kau tidak mencobanya ke tubuh kekasihmu itu?” dia tersenyum sinis
“sudah..”
“lalu?”
“Aku tidak merasakan apa-apa..”
Min soo memandangku tajam, “Apa kau ingin merasakannya lagi?”
“...” aku terdiam
“katakan..!!” Minsoo membentakku
“Aku merindukan aromanya, aku...” kata-kataku terpotong
“kau menginginkannya..” dia menatapku tajam
Aku menatapnya, nafasku tercekat, “ya..aku menginginkannya.”
Dia tersenyum puas, “bagaimana jika memang ternyata kau sudah tidak terpengaruh lagi dengan aromanya?”
Aku menunduk.. ”aku harap aku masih bisa merasakannya..”
Dia meraih botol kuning dalam genggamanku, aku mendongak menatapnya, dia menyemprotkan di pergelangan kedua tangannya kemudian mnegusapkan ke daerah lehernya, kemudian dia mendekatiku. Tuhan.. aku bisa merasakan aromanya!! aku memejamkan mata, tersenyum,
“Kau merasakannya?”
“ye..” aku tidak bisa berhenti tersenyum
“Kau sedang mengulangi kesalahanmu sunhee~ssi..”
Aku membuka mataku, minsoo sedang menatapku dengan ekpresi lapar, aku menelan ludah, kami berciuman dengan liar, tangannya sudah menari di atas kemejaku, dia membuka kancingnya satu persatu, aku menahan nafas. aku memejamkan kedua mataku,
“putuskan hubunganmu dengan laki-laki itu, kembalilah padaku.”
Aku membuka mata, terkejut dengan apa yang baru dikatakannya.
“itu tidak mungkin..”
Dia melepaskanku dari dekapannya, mundur,
“kalau begitu, pertunjukan sudah selesai.”
“apa maksudmu?”
“pulanglah..”
Aku merasa kecewa, dadaku terasa sesak, seperti sebuah hasrat yang belum terselesaikan, aku butuh untuk menyelesaikannya, tapi ketika sudah di puncak, semua harus berhenti kemudian menghilang. aku menggeram kesal, kemudian berbalik berlari. pertunjukan?? dia pikir dia siapa?? aku menangis.
***









.jpg)

.jpg)









Ini udah end blm sih? Serius? Kenapa sunhee-nya g mutusin minho ajaaaaa?!
ReplyDeleteKeren banget ceritanya <3
ReplyDeleteLanjutannya ya :)