Sunday, March 17, 2013

no more perfume on you [part 1-5]








1

“Guys, mulai sekarang manajer kalian nona ini.” andy oppa memperkenalkanku pada mereka
      “apa kau bercanda hyung? manajer park kemana?” changjo membuka suaranya
      “dia mengundurkan diri.”
      “apa alasannya?”
      “dia sudah kewalahan mengurusi kalian..”


      “haahhh??” mereka berenam berteriak bersamaan. wajah mereka menunjukkan tidak senang.
      “sekarang perkenalkan dirimu pada mereka..” andy oppa mempersilahkanku memperkenalkan diri.
      “annyeong.. aku sun hee. Park sun hee.”
      “oh jadi sekarang manajer kami masih bernama park..” chunji menunjukkan ketidak-sukaannya padaku
      “haruskah dia perempuan?” cap menatapku tajam sambil menaikkan salah satu alisnya
      “apa maksudmu, bang minsoo?” andy oppa menatap bingung ke arah cap
      “manajer park yang laki-laki saja tidak mampu mengatasi kami, apakah menurut hyung dia mampu?”
      Andy hyung tersenyum. “kita buktikan saja nanti..”
      “Asik... sejak dulu aku ingin punya seorang noona!!” ricky berteriak senang
      Aku tersenyum sementara mereka berlima kecuali ricky masih terlihat tidak puas dengan jawaban andy oppa. aku merasa aku akan mengalami hari-hari yang berat mulai saat ini... aku menghela nafas pelan.

***
     
      Aku masih memandang mereka yang sedang sibuk dikerubungi make up artist. satu persatu aku memperhatikan mereka. Rata-rata umur mereka dibawahku. umurku 25, tahun ini. aku tersenyum getir, cukup tua untuk berharap akan lolos dalam sebuah audisi trainee. mungkin sudah waktunya aku menyerah.. yah mungkin menjadi manajer adalah jalan hidupku.
Aku menatap chunji, umurnya baru 20 tahun tapi gayanya sudah seperti cassanova dengan jam terbang tinggi. aku melihat video musik nya di lagu no more perfume on you, dia menjadi model mv dengan salah satu aktris terkenal korea. chunji berakting seperti seseorang yang menyukai wanita yang lebih tua dari umurnya. benar-benar terlihat penggoda.. ckck.. tak heran dia yang paling banyak memiliki penggemar diantara member teen top lainnya...
      Kemudian aku beralih memandang niel yang duduk disamping chunji. umurnya baru 19 tahun, dia yang paling talkative. setiap orang suka dengan sifat supelnya, dia dulu adalah aktor cilik dalam sebuah drama, jadi dunia entertaiment seperti ini tidak asing baginya.
      “Sunhee noona... aku lapar!”
      Aku menengok ke arah suara, ricky sedang memasang muka polosnya menatapku, mata berbinarnya menunjukkan aegyo nya padaku. Ricky memang bukan maknae yang sebenarnya, tapi dia adalah member satu-satunya yang terlihat lebih cocok berperan sebagai maknae daripada changjo, sang maknae asli.
      “kau mau makan apa ricky~ah?”
      “tokpokki!!” dia tersenyum lebar
      “oke...” aku berdiri memakai coat ku,
      “ehm, belikan buatku juga noona..” kata changjo tanpa melihat ke arahku. aku tersenyum.
      “siapa mau lagi?”
      “...” tidak ada jawaban
      “oke aku rasa tidak ada lagi..” aku berjalan keluar ruangan menuju kedai tokpokki terdekat.
***

      15 Menit kemudian aku kembali ke ruangan, menyerahkan tokpokki ke ricky yang disambutnya dengan wajah bahagianya. ricky membuat setiap noona menjadi gemas padanya, ricky maknae kedua walaupun lahir di tahun yang sama dengan changjo, tapi tingkat kedewasaan mereka berdua benar-benar berbeda.
      “gomawo noona...!!” katanya riang sambil menyuapkan tokpokki ke mulutnya. aku tersenyum melihat tingkahnya.
Tokpokki terakhir kuberikan pada changjo. maknae asli satu ini benar-benar tidak bersikap seperti maknae. lebih memilih menjaga image nya daripada membebaskan jiwa ramajanya. Changjo mengambil tokpokki dari tanganku tanpa melihat ke arahku.


      “gomawo.”
      Aku tersenyum. dia terlihat mulai terbuka padaku. Changjo terlihat lebih tampan dan lebih dewasa dibanding ketika teen top mengeluarkan album pertamanya. maklum saat ini dia masih berumur 18 tahun, bayangkan betapa mudanya 3 tahun lalu dia sudah memulai debut menjadi idola.
      Aku mengedarkan pandangan ke sekitar, Ljoe sedang menatapku. aku memandangnya heran,


      “Apakah ada sesuatu yg ingin kau katakan padaku?” aku bertanya padanya
      “aniyo..” jawabnya sambil tersenyum kecil
      L.Joe, rapperberumur 20 tahun ini berkarakter unik, walaupun dia terlihat paling malas bergerak, dan terlihat paling lemah, dia memiliki bakat menulis lagu, dan dia adalah tipe siswa yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi. AKu pernah mendengar cerita dari Andy oppa, ketika masih berumur 12 tahun dia pernah pergi ke USA mengikuti ibunya sedangkan ayahnya masih tinggal di korea. orang tuanya berpisah, sebuah keadaan keluarga yang tidak pernah diinginkan oleh setiap anak di dunia ini. ketika di USA dia mengalami kesulitan bersosialisasi dengan anak-anak seumurannya disana, karena badannya yang kecil dan lebih pendek, hanya sekitar 171 cm, paling pendek diantara member lainnya dia jadi bahan olok-olokan teman-temannya sehingga dia dipanggil L.Joe. L untuk Little dan Joe adalah panggilannya disana, nama aslinya lee byung hyun. dari keadaan itulah dia nekat kabur kembali ke korea 5 tahun kemudian, yaitu ketika berumur 17 tahun untuk mengejar mimpinya menjadi seorang rapper. aku menatapnya sambil tersenyum. itulah latar belakang yang membentuk karakternya hingga seperti ini. aku paham, jadi aku tidak akan memaksanya merubah kepribadiannya. aku hanya akan memasuki celah-celah diri setiap member termasuk orang seperti L.Joe, dan..

CAP... Aku menatapnya sedang tidur tengkurap di atas bangku. Dia adalah member yang paling membuatku penasaran. dingin, kaku, kasar, dan paling jarang membuka dirinya pada orang lain dengan gampang. CAP sang leader, berumur paling tua diantara member lainnya, 21 tahun. paling diam dan paling tenang. Aku pernah mendengar temanku yang pernah mengalami hal yang tidak mengenakkan dengan CAP ketika acara fansigning beberapa minggu yang lalu.
      “CAP oppa... apakah kau rindu padaku?”
      “aniyo.” jawabnya singkat sambil memasang wajah dingin dan tenang.
      Atau, pengalaman temanku lainnya bersama CAP,
      “CAP oppa.. Ketika aku melihat wajahmu kurasakan hatiku leleh seketika..”
      “Kau terlalu berlebihan..” jawabnya datar
      Aku tertawa ketika mendengar teman-temanku dengan emosi dan kesal bercerita tentang sikap tidak sopannya CAP pada mereka.
      “Aku pikir CAP adalah satu-satunya member yang tidak pernah ramah dengan penggemarnya..”
      “Aku pikir jawaban CAP memang jujur. aku mendukungnya. hahahahah.. kalian memang berlebihan..”
      “Yaaaa!! Sunhee~aahh!!”
      “Hahahahahahahaha...”
      Aku penasaran dengannya, kenapa sikapnya tidak seperti idola pada umumnya, apa yang dia inginkan?
***

      Pagi-pagi buta aku sudah dalam perjalanan menuju dorm mereka berenam. jadwal mereka hari ini adalah pemotretan sebuah majalah terkenal pukul 9 pagi. Hari ini adalah pertama kalinya aku membangunkan mereka. Kupercepat laju mobil van milik perusahaan yang diserahkan padaku oleh Andy oppa untuk mengantarkan teen top menuju tempat kegiatan mereka sehari-hari. Mobil ini tidak terlalu besar, hanya cukup menampung kami bertujuh termasuk aku yang mengemudikannya. Setelah kuparkir van di depan dorm mereka, aku segera masuk ke dalam. Dengan kunci yang diberikan andy oppa kepadaku, aku segera membuka pintu untuk membangunkan mereka. Oppa berpesan padaku bahwa grup idola remaja didikannya ini sedikit sulit mengatur pola tidur mereka. Jadi setiap harinya aku harus membangunkan mereka dan menyuruh mereka bersiap dengan jadwal kegiatan hari itu yang padatnya membuatku tercengang. Dengan umur mereka, seharusnya mereka hanya bermain-main dan belajar di sekolah, menikmati masa muda mereka. Tapi dengan kepoluleran yang mereka dapatkan sebagai salah satu resiko menjadi idola, kecil kemungkinan mereka untuk hanya melakukan hal-hal itu. selain tetap bersekolah mereka harus mengadakan show, fanmeeting, fansigning, latihan setiap harinya, rekaman lagu, syuting reality show, syuting video music, dan... masih banyak yang lainnya..
Aku membuka pintu, dorm masih gelap, tirai jendela masih belum dibuka. Aku menuju salah satu ruangan disana ada 2 orang sedang tidur di ranjangnya, aku mencari tahu siapa kedua orang itu, kepala ricky dan chunji menyembul di antara bantal dan selimut, aku segera menggoyang-goyangkan badan mereka,
“ricky~ah, chunji~ah.. sudah saatnya kalian bangun..”
Ricky bangun lebih dulu, sambil mengucek kedua matanya dia membuka matanya kemudian wajahnya terlihat kaget ketika tahu aku berada di depannya.
“Noona...” ricky memanggilku dengan nada panik
“bangunlah ricky, tolong aku untuk membangunkan yang lain..” aku tersenyum
“ye noona..” ricky bangun kemudian segera keluar kamar

“chunji~ah.. bangun..” aku menggoyangkan tubuh chunji lagi
Chunji mulai membuka matanya kemudian memandangku terkejut,
“Jadi sekarang noona akan membangunkan kami setiap harinya?”
“ya begitulah... cepat bangun!”
“hmm.. menarik..”
Aku memandang bingung ke arah chunji. chunji tersenyum kemudian bangun. aku tertawa ketika aku menyadari chunji memakai piyama.
“noona.. seharusnya kau tidak tertawa seperti itu. aku tidak bisa tidur tanpa piyamaku..”
“mianhe.. hahahaha..” aku masih belum bisa berhenti tertawa, untuk ukuran remaja seumuran chunji, aku pikir piyama sedikit kekanak-kanakan.. hahahahaha...
Chunji terlihat kesal kemudian dia bangun pergi ke luar kamar. aku merapikan tempat tidur mereka secepatnya kemudian pergi ke ruangan lain, sebuah ruangan yang lebih terasa aroma laki-laki, aku mengintip ke arah kedua orang yang kepalanya masih tertutup selimut, aku menggoyangkan badan mereka, tapi sedikitpun mereka tidak bergeming. Aku membuka tirai sehingga cahaya matahari langsung bebas masuk ke dalam ruangan, kemudian aku menuju ke salah satu sisi ranjang, menggoyangkan badan salah satu orang,
“bangunlah.. sudah saatnya kalian bangun..”
Orang itu masih belum juga bergerak, kemudian aku memperkuat goncanganku sambil masih menyuruhnya bangun. dia bergerak sedikit kemudian diam lagi, oh Tuhan... susah sekali orang ini bangunnya. aku membuka sedikit selimut yang menutupi kepalanya, aku terkesiap. Bang min soo alias cap sedang memejamkan matanya. Wajahnya terlihat lucu, tiba-tiba dia membuka mata, karena silau dia memakai tangannya untuk melindungi matanya.
“what the..” cap memandangku, dia merasa kesal tidurnya terganggu.
“bangun.. kita akan terlambat..”
Wajahnya terlihat tidak suka, kemudian dia menarik kembali selimutnya sampai menutup kepalanya tak memperdulikanku. Aku menarik dengan kuat selimutnya sehingga sekarang selimutnya terlempar keluar ranjang. Wajahnya terlihat marah,
“HEI... BIARKAN AKU SENDIRI..” suaranya keras namun dengan nadanya rendah
“kita akan terlambat, ini sudah jam 8.. kalian harus ke pemotretan jam 9.”
“biarkan aku tidur dulu.. pergilah dari sini!!”
“tidak!” aku menarik lengannya agar bangun.”

“YAAAA!!!!” dia duduk, wajahnya terlihat marah
Aku terkejut melihat wajahnya semarah itu. matanya membelalak. aku terdiam beberapa detik. Kemudian di sampingnya Ljoe bangun kemudian menatap kami. suara Cap telah membangunkannya. wajahnya terlihat bingung kemudian dia bangun keluar ruangan tanpa ekspresi.
Sekarang tinggal mengurusi remaja keras kepala ini.
“BANG MIN SOO!!” aku berteriak memanggilnya
Dia menatapku tajam. “kau bukan manajer kami. jadi diam dan keluarlah.”
Aku manajer kalian untuk saat ini. bangun atau aku akan melaporkannya pada andy oppa.” suaraku terdengar mengancam.
“Kau tidak punya kelebihan apapun. kau hanya mengandalkan hyung.”
Aku mendelik. bocah kepala batu ini semakin menyebalkan. aku menghela nafas kemudian bangkit berdiri meninggalkannya. aku keluar duduk di sofa sambil masih mengatur emosiku.
“Noona.. cap hyung masih belum bangun?”
“bangunkan dia, aku kewalahan.”
Ricky menatapku, dia kemudian berdiri menuju kamar cap. mereka berdua terdengar berdebat. Ini benar-benar akan menjadi hari-hari yang melelahkan.

***


“Mianhee..” aku menunduk
“kau pikir ini jam berapa? mengapa terlambat sampai 1 jam? kami masih punya jadwal padat..” lelaki itu menghela nafas, nada suaranya terdengar kesal
“Tadi kami sedikit kesulitan, traffic sedang padat.”
Lelaki itu memandangku, aku memasang wajah menyesal dan menyedihkan. Aku pikir kemampuan inilah yang satu-satunya kubutuhkan saat ini.
“oke.. kali ini kumaafkan. sekarang persiapkan mereka segera.”
“ye.. gomawo..” aku tersenyum lega.
Aku masuk ke ruang make up, melihat mereka dan sang troublemaker, cap terlihat sedang tidur dengan wajah sudah dimake-up. aku menggeleng-gelengkan kepalaku. sepertinya lelaki ini memang sleepyhead..

***

2
      “Kalian mau makan apa?” tanyaku ketika kami di dalam mobil perjalanan pulang dari studio pemotretan
      “Bibimbap!!” ricky berteriak keras
      “Pizza.” Niel ikut berteriak
      “Oke aku akan mengantarkan kalian ke hotpot.” aku mengambil keputusan sendiri.
      Ricky dan niel tertawa, sedangkan lainnya masih membisu. aku melihat dari spion atas, chunji sedang memandangku dengan tersenyum. Changjo dan Ljoe sedang memandang ke luar jendela, dan Cap sedang tidur. Aku memandang jalan lagi segera mempercepat menuju ke restoran hotpot terdekat.
      Ketika sampai di restoran, aku segera menyuruh mereka turun dari mobil. Semua segera turun dan berjalan memasuki retoran.
      “Aku sedang tidak ingin makan hotpot. aku akan cari makanan sendiri.”

      Aku menengok ke arah suara, lagi-lagi cap. cap berbalik meninggalkan kami, berjalan menjauh
      “yaa minsoo~ah!! jangan lama-lama!! setengah jam!!” aku berteriak padanya, dan dia tidak menjawab teriakanku.
      “Ayo kita masuk noona..” ricky mengajakku masuk.
      “oke.. apakah ada lagi yang tidak suka hotpot?” Aku berbalik memandang mereka berlima.
      Ricky, niel, chunji menggeleng-gelengkan kepalanya, changjo dan Ljoe tidak menjawab segera melewatiku masuk ke dalam restoran.
      “Oke, aku pikir tidak ada.” aku berbicara sendiri sambil tersenyum masam.
***
     
      “Annyeong..”
“Annyeong.. Sunhee.. bagaimana hari pertamamu bekerja?”
      “oppa.. sebenarnya ada masalah..”
      “Ada apa?”
      “Bang min soo belum kembali dari dorm sejak siang.”
      “Kau di dimana?”
“Dorm mereka.”
“Aku segera kesana.”
ceklek
***

“kenapa kalian berpisah?”
“min soo ingin mencari tempat makan lain.”
“Apa kau sudah menghubungi handphone nya?”
“sudah oppa, tapi non aktif.”
Andy oppa menghela nafas. “oke kita tunggu dia datang.” oppa melihat jam tangannya. “sekarang jam 11 malam, apa yang lain sudah tidur?”
“mereka sudah masuk kamar masing-masing oppa..”
“oke..”
15 menit kemudian, pintu dibuka, cap masuk, dia terkejut karena di dorm sudah ada aku dan oppa.
“hyung..”
“duduklah sebentar minsoo~ah..” oppa menyuruhnya duduk di sampingnya
Cap duduk di samping oppa, dia diam.

“kemana saja kau dari siang?”
“Aku berkeliling.”
“mengapa handphonemu tidak bisa dihubungi?”
“baterai habis..”
“tidak tahukah kau sunhee~ssi kebingungan mencarimu?”
“Aku bukan anak-anak lagi.”
“tapi kau leader dari grup ini. kalau kau seenakmu sendiri bagaimana kau akan menjadi contoh adik-adikmu?”
Dia terdiam.
“mianhe hyung. aku tidak akan mengulanginya lagi.”
“kalau memang kau punya masalah dengan sunhee~ssi, jangan libatkan pekerjaanmu. dia ada disini kusuruh untuk mengurus kalian. dia disini bukan untuk bermain-main dengan kalian. jadi marilah kita bekerja sama agar semuanya berjalan sebagaimana mestinya. oke minsoo~ah?”
“ye..” cap menunduk
“oke clear. Aku pergi dulu, aku masih harus ada pekerjaan.” oppa berdiri berjalan keluar dorm
“oke oppa, hati-hati di jalan.” Aku membungkuk
Aku mengambil tasku dan coat ku, tiba-tiba cap menghalangi jalanku,
“Kau memang bisa sangat menyebalkan, sunhee~ssi..”
Aku tersenyum datar, “gomawo.” aku berusaha melewatinya
“Aku juga bisa bersikap sangat menyebalkan lebih dari ini..” dia masih berusaha menghalangi jalanku
“jangan coba-coba..” Aku menatapnya tajam
Dia menyeringai, “kita lihat saja nanti..” dia berbalik masuk kamarnya


Hari pertamaku bekerja benar-benar luar biasa. bertengkar dengan leader grup yang kumanajeri, dimarahi photographer majalah, dan seharian kelabakan karena si leader menghilang. Aku harus segera pulang dan tidur, besok akan menjadi hari yang berat lagi. aku harus menghemat energiku.


***


Aku menguap lebar. Bahkan di dalam acara fanmeeting dan fansigning seperti ini aku masih merasa bosan. Para angel, sebutan bagi para fans Teen top sudah memadati ruangan. mereka berbaris mengantri untuk meminta tanda tangan teen top. Ricky sedang berpose aegyo ketika ada fans yang memintanya kemudian memfotonya, Ricky dan fans wanita itu tertawa bersama, ricky memang favorite karena keramahannya. aku mengalihkan pandanganku ke member lainnya, semua sedang dengan ramah menandatangani album dan kertas sesuai permintaan fans... kecuali.. cap.. aku mendekati cap,
“Oppa.. apakah kau akan memberikanku cokelat ketika white day?” fans itu berbicara dengan nada aegyo
“Aku tidak suka merayakan white day.” cap menjawab dingin
Aku tercengang. jadi seperti inilah yang dimaksud teman-temanku? fans wanita itu terlihat ketakutan kemudian segera pergi. aku menghampiri cap,

“oppa.. bisakah kau terlihat lebih ramah dengan fansmu?” aku berbicara dengan nada aegyo seperti yg fans biasa lakukan
Cap mendongak ke atas, wajahnya terlihat terkejut. kemudian dia kembali memasang wajah dingin.
“Minggirlah ahjumma. kau bisa mengantri di belakang kalau kau ingin tanda tangan dariku.”
Aku mendelik. aku dipanggilnya ahjumma? setua itukah aku? sial.. Aku menyeringai padanya. kemudian aku kembali duduk di kursi seberang sambil mengamati acara ini sampai akhir

***




3
      Suasana sesak di airport. Kami akan mengadakan konser di jepang. Fans memenuhi airport untuk menemui teen top. aku kewalahan mencari celah jalan agar mereka berenam bisa lewat. 4 bodyguard masih kewalahan menghadapi antusiasme fans untuk bertemu idolanya, kadang aku harus melesak mendorong mereka agar lebih mundur dari jalan kami. Menjadi manajer wanita memang baru terasa beratnya ketika menghadapi sikon seeprti ini. dengan postur tubuhku yang tidak terlalu tinggi membuatku semakin tenggelam di lautan manusia. Ketika aku masih berusaha mencari celah untuk jalan, tiba-tiba aku merasa kakiku tersandung sesuatu, karena aku tidak siap, aku kemudian limbung dan kupikir sebentar lagi aku akan terjatuh. kemudian kurasakan sebuah tangan memegangku menariknya agar tidak terjatuh, aku menatap pemilik tangan itu, Ljoe menatapku terlihat khawatir.

      “Hati-hati Sunhee~ssi..”
      “ah.. gomawo Ljoe~ah..” aku berusaha berdiri kemudian berusaha lagi melakukan tugasku sebagai manajer saat ini, mendorong para fans agar tidak menghalangi jalan kami. disampingku aku tau Ljoe masih menatapku.

***



      “anata ni aete, yokatta.. choukawaii!!” seorang fans jepang sedang berbicara dengan Changjo di sela-sela acara fanmeeting
      Changjo terlihat bingung kemudian dia meminta bantuan member lainnya, mereka berenam memandang cewek itu kebingungan. Aku menghampiri mereka,
      “Fans ini bilang dia merasa senang bertemu denganmu. dan dia bilang kau manis.” aku menjelaskan pada changjo.
      “oh.. arigatou.. changjo terbata-bata berbicara dalam bahasa jepang. dia menunjuk fans wanita jepang itu, “kirei..”
      “ah arigatou..” fans jepang itu terlihat senang
      Changjo dan member lainnya ikut tersenyum.
    “gomawo noona..” changjo mengucapkan terimakasih padaku ketika fans tadi sudah pergi.
      “kalian harus segera belajar bahasa jepang. hahahaha..” Aku tertawa.

***





      “Noona.. aku ingin soba mie..” niel mendekatiku ketika kami sedang menghabiskan waktu di hotel malam itu.
      “hah?”
      “aku juga sunhee~ssi..” chunji tersenyum
      “haa.. arasoo.. aku akan belikan. tunggu disini.”
      “gomawooo noonaaa....!!” ricky berteriak senang
      Ini akan sedikit menjadi masalah.. aku tidak tau dimana soba mie dijual. aku menunggu taksi lewat, tapi sudah 10 menit berlalu tidak ada taksi yang kosong. Aku memutuskan berjalan menelusuri toko-toko di pinggir jalan. suhu jepang sedang musim gugur. aku merapatkan jaket hangatku sambil terus berjalan mencari kedai mie soba. beberapa waktu kemudian aku masih belum menemukan kedai yang menjual mie soba. Ketika aku mengamati sekitar, aku panik, aku baru sadar aku sudah berjalan terlalu jauh, dan aku tidak tahu dimana aku berada. Aku melihat jam tanganku, pukul 10 malam. Aku mendekati salah satu orang bertanya arah jalan, orang itu memberiku petunjuk kemudian aku berjalan kembali.. namun setelah beberapa belokan jalan, aku kembali bingung, aku kemudian bertanya kepada seorang kakek yang sedang duduk di depan kedai. Kakek itu memanggil anak laki-lakinya kemudian baru akhirnya aku bisa mendapatkan penjelasan arah kembali ke hotel. ketika sampai di hotel hari sudah larut. 2 jam kuhabiskan untuk perjalanan kembali ke hotel, kepalaku terasa pusing. Aku belum pernah ke jepang sebelumnya akhirnya aku tersesat. seharusnya aku menunggu taksi saja tadi. aku memijit pundakku.
      “noona.. kemana saja tadi? kami khawatir kepadamu..” ricky menyambutku dengan wajah khawatir
      “mianhe ricky~ah.. aku tidak menemukan soba mie. aku tersesat tadi.” aku duduk di sofa sambil memijit kepalaku yang semakin pusing.
      “ah.. kenchana noona..”
      “aku balik dulu ke kamarku..”
      “ye.”
      Aku berjalan menuju kamarku yang hanya berjarak beberapa kamar dari kamar mereka. mataku memburam,

      “sunhee~ssi..”
      Aku menengok ke arah suara. Ljoe sedang di depan kamarku, menatapku khawatir.
      “ah.. Ljoe~ah.. sedang apa kau disini?”
      “Aku sedang.. berjalan-jalan..”
      “oh.. kembalilah ke kamarmu. istirahatlah.. besok kalian ada konser.”
      Ketika aku sedang berusaha membuka kunci kamar. Ljoe menempelkan punggung tangannya ke dahiku.
      “Kau demam sunhee~ssi..”
      “ah...” aku melepaskan tangannya dari dahiku, kemudian menempelkan tanganku sendiri ke dahiku. “aku akan sehat ketika bangun nanti. sekarang pergilah..”
      Ljoe pergi, aku segera masuk ke kamar kemudian merebahkan badanku ke ranjang. beberapa menit kemudian pintu kamarku diketuk, dengan lemas aku berjalan meraih pegangan pintu kemudian membukanya.
      “Aku membawakan..obat untukmu.”
      Aku terkejut, Ljoe menyerahkan bungkusan plastik itu kepadaku.
      “Ah sebenarnya tidak perlu.. tapi gomawo Ljoe~ah.. kembalilah ke kamarmu..” aku tersenyum
      “oke.. cepat sembuh sunhee~ssi..”
      “ye..” aku menutup pintu kemudian menguncinya. aku meminum obat dari Ljoe kemudian memejamkan mata.

***



      Aku memandang studio latihan milik teen top. dinding dan lantainya didominasi kayu mahal. sebuah kaca super besar terpasang di salah satu sudut. Aku selalu ingin berlatih di studio seperti ini. sayangnya untuk menjadi trainee saja aku tidak pernah bisa apalagi menjadi idola? aku menghela nafas. Aku baru mengantarkan teen top kembali ke dorm nya setengah jam yang lalu. aku kembali lagi ke studio untuk..aku tersenyum..
Aku menghampiri mp4 player, menyalakan musiknya. lagu BoA, “eat you up”  mulai dimainkan, aku berjalan berdiri di depan kaca, kemudian mulai menggerakkan badanku mengikuti alur irama.


      Lagu akhirnya berakhir aku berbalik akan mematikan musik, ketika kulihat cap sedang menyandarkan di dinding, aku terkejut. kemudian dia berjalan ke arah sebuah bangku, mengambil sebuah topi kemudian berbalik menuju pintu. Sebelum sampai ke pintu dia berbalik memandang ke arahku,

      “kau lebih cocok menjadi trainee dibandingkan menjadi manajer kami.”
      Aku terdiam. apakah itu sebuah pujian? Aku mengerutkan dahi memandang dia pergi..


***



4
      Aku membuka pintu dorm mereka pagi itu untuk membangunkannya. Aku terlonjak ketika melihat chunji sudah duduk di sofa dengan baju sudah rapi memandangku sambil tersenyum.


      “Noona.. kau cantik hari ini..”
      “jangan mulai.. mana member lainnya?”
      “masih tidur..”
      “dan kau sudah bangun? tumben..”
      “aku ingin menyambutmu ketika kau datang..”
      Aku tertawa. “kau seorang cassanova sejati chunji..”
      “Aku tertarik padamu noona..”
      Aku tercengang.
“Jika kau mau berjanji akan berkencan denganku, aku akan membantumu menaklukkan member lainnya.” dia tersenyum jahil
Aku masih bengong, kemudian memasang muka datar berlalu masuk ke ruangan ricky yang sekarang tidur sendiri karena chunji sedang sibuk merayuku.
“aku tidak bercanda.. kau akan membutuhkan bantuanku suatu saat nanti.. lihat saja..”
Aku tidak memperdulikan chunji, masih berusaha membangunkan member lainnya.
***

“Niel.. kau harus memakainya..” wajahku sudah mulai terlihat tidak sabar.
“Aku tak mau noona.. aku tak mau pakai baju wanita!! dan wig itu?? apa kau sedang bercanda noona??”
“Kalian sedang syuting reality show, dan kau terpilih memerankan karakter wanita..”
“aku tak mau..” niel berbalik meninggalkanku.
Aku memegang kepalaku yang mulai terserang pusing mendadak


“kau butuh bantuanku noona?”
Aku menengok, chunji sedang memandangku sambil tersenyum senang
“kau bisa membuatnya?”
“aku bisa melakukan apapun asal noona ingat perjanjiannya..”
“oke..” aku menghela nafas pelan, senyum chunji berubah semakin lebar dan menyiratkan senyum kemenangan.


***




Aku melongo. Niel akhirnya mau memakai baju dan wig itu. Entah bagaimana cara chunji merayunya, tapi caranya memang berhasil.. chunji menatapku sambil mengedipkan sebelah matanya. aku menggeleng-geleng.. anak muda jaman sekarang terlalu cepat tumbuh dewasa sebelum waktunya..

“noona.. kau siap menepati janjimu?”
“oke.. akan kemana kita?”
“bioskop!”
“oke, jam berapa?”
“2 siang!”
Aku membuka notes tebalku, melihat sekitar jam itu apakah ada jadwal untuk mereka.
“ehm.. kalian baru bebas dari jadwal sekitar jam 5 sore..”
“ehm.. oke jam 5..” chunji tersenyum
Aku menutup buku catatanku kemudian pergi.


***










“aku merasa seat kita sedang ditendang-tendang oleh orang di belakan kita..” chunji terlihat kesal
“sstt.. jangan keras-keras. filmnya sedang bagus nih..” aku menyuruhnya diam
Chunji kemudian diam, namun aku merasa kursiku juga didorong-dorong dengan kasar oleh orang yang duduk di belakang kami, Akhirnya chunji berbalik untuk memperingatkan orang jahil yang duduk di belakang kami agar menghentikan perbuatannya.

“kalian...”
Aku ikut berbalik dan aku terkejut ketika di belakangku, sudah tersenyum menyeringai ricky, niel, cap, Ljoe, dan changjo. mereka menatap kami dengan kesal.
“kalian berusaha bersenang-senang sendirian hah??” Niel terlihat kesal
“yaa... chunji hyung.. jahat sekali kau meninggalkan kami di dorm sementara kau bersenang-senang dengan noona..” ricky ikut memprotesnya
“kalian sendiri sedang apa disini??” chunji terlihat gusar acara kencannya denganku terganggu
“membuntuti kalian..” changjo menjawab pendek
“darimana kalian tau?” chunji masih penasaran
“min soo hyung yang memberitahu kami.” ricky menjawab dengan polos
Aku melihat cap langsung membuang muka, wajahnya terlihat datar, berpura-pura tidak mendengar. Aku bingung, darimana cap tau bahwa aku dan chunji akan pergi ke bioskop?
“darimana hyung tau?” chunji bertanya ke arah cap
“dia dengar ketika kalian membuat perjanjian.” Niel menjawab
“ya.. hyung.. kenapa kau menceritakannya pada mereka??” chunji memprotes cap, namun cap masih berpura-pura tidak mendengarnya
Aku tercengang. kemudian aku berbalik ke arah layar film dan berpura-pura tidak memperdulikan mereka yang masih berdebat. Aku benar-benar merasa memiliki setengah lusin dongsaeng... aku menghela nafas panjang..



***
















5
      Aku mengendap-endap masuk ke dorm mereka malam itu, tasku tertinggal disana. aku tidak ingin membangunkan mereka.
      “hyung, mengapa kau memberitahu yang lainnya kalau chunji dan sunhee~ssi pergi ke bioskop?”
      Aku mendengar suara orang bercakap-cakap dari dalam kamar LJoe dan cap.
      “Aku tidak suka mereka bersenang-senang sendiri seperti itu.”
      “Apa kau cemburu?”
      “hahaha.. jangan bercanda..”
      “Biasanya kau tidak pernah peduli dengan urusan orang lain hyung, tidak sampai saat ini..”
      Suara hening
      “bagaimana denganmu? bukankah kau memberi obat kepadanya ketika kita di jepang?”
      “dia sedang sakit.”
      “biasanya kau tidak pernah sebaik itu dengan orang asing.”
      “dia bukan orang asing.”
      “oh.. jadi kau pikir kau sudah sangat mengenalnya? lalu bagaimana dia sebenarnya?”
      “hyung, jangan mulai.. aku tidak suka bertengkar denganmu..”
      “kalau begitu berhenti mencampuri urusanku.”
      hening
      Aku menghela nafas. kemudian dengan berjinjit pelan-pelan pergi mengambil tas dan segera berjalan meuju pintu.

      “noona.. apa yang kau lakukan disini malam-malam?”
      Aku menengok kaget ke arah suara, Ricky keluar kamar dengan wajah bingung.
      “ah,, aku mengambil tasku yang tertinggal tadi. kau sedang apa malam-malam begini belum tidur ricky~ah?”
      “Aku haus noona..oke hati-hati di jalan..” ricky berjalan ke dapur.
      Ketika aku berbalik kembali menuju pintu,

      “sunhee~ssi..”
      Aku berbalik lagi, sial.. Ljoe sudah memandangku di depan kamarnya
      “ah.. Ljoe~ah.. maaf aku membangunkanmu..” aku gugup
      “kau mendengarnya?” matanya memandang tajam ke arahku
      “apa?” aku berpura-pura tidak tau apa-apa
      “ah lupakan.. hati-hati di jalan..” dia tersenyum
      “ah ye..” aku tersenyum kemudian segera keluar dari dorm mereka. jantungku masih berdetak cepat. Sambil berjalan ke mobil aku masih memikirkan percakapan cap dan Ljoe.

***




      “yang lain kemana changjo~ah?”
      “berenang di bawah noona..”
      “kau tidak berenang?”
      “malas..”
      “Kita kan sedang di Indonesia, mumpung disini kenapa kau tidak bersenag-senang.. di sini sedang musim panas.. berenanglah..”
      “nanti saja..”
      Aku tertawa. changjo bukan tipe orang yang bisa dipaksa. aku meninggalkannya kemudian turun dengan lift menuju kolam renang yang berada di bawah hotel ini. Sampai disana aku melihat ricky dan niel sedang berenang sambil saling menjahili chunji dan Ljoe yang sedang duduk di kursi malas samping kolam, aku mengedarkan pandanganku lagi mencari cap. 


Nafasku tercekat, jantungku berdegup sangat cepat.. cap sedang di pinggir kolam renang, setengah tubuhnya terbenam di air, dia menghadap ke arah kanan dan melihatnya basah seperti itu membuatku panik. sebuah tato terlihat di punggung kanannya, aku menelan ludah. aku tidak pernah tau cap memiliki tato, kemudian di menyeburkan diri lalu muncul lagi di permukaan. dia naik ke pinggir kolam kemudian bercanda dengan chunji dan member lainnya. dan sekali lagi aku tercengang, sebuah tato besar terlihat di punggung kirinya, aku mengamatinya, tato itu berbentuk unik, kombinasi antara angel dan demon.
      “sunhee noona.. kau tidak ingin berenang?”
      aku terkejut, kemudian menatapsumber suara. Niel sedang memanggilku ketika dia mneyadari aku berdiri diam selama beberapa menit disitu.
      “ah.. aniyo.. aku sedang haid..”
      “hah??” niel melongo
      Kemudian aku menyadari bahwa jawabanku sangat vulgar, aku memandang member lainnya yg ternyata juga sedang memandangku kaget, wajah mereka langsung memerah seketika. Aku panik langsung berbalik pergi, berlari kencang. apa telah kukatakan?? aarghhh!! aku memukup pelan kepalaku sendiri.

***

      Aku membuka pintu dorm pelan-pelan
      “kalian dimana? ayo sudah waktunya makan malam!!” aku berteriak kencang sambil masuk
      Aku tercekat, di depanku cap sedang memunggungiku dengan kondisi topless. tatonya terlihat menawan..
      Cap terhenyak karena aku datang tanpa diketahuinya
      “yang lain sedang berjalan-jalan di lobby..” dia masih belum berbalik sambil memakai kaosnya.
      Aku masih memandang punggung bidangnya yang kini sudah terbalut kaos putih, aku melihat tatonya samar-samar terlihat. tanpa sadar aku berjalan mendekatinya,
      “bolehkah... aku melihat tatomu sebentar?”
      Dari belakang, aku bisa melihat dari gestur tubuhnya, dia terkejut.
      “Apa maksudmu?”
      “Aku ingin melihat tato angel and demon milikmu..”

Dia diam beberapa saat, lalu tiba-tiba dia mengangkat kaosnya dan melepasnya. aku tercengang, aroma tubuhnya harum dan menyegarkan, aku kembali menelan ludahku. 

Aku terlalu tua untuk bermain-main dengan anak seumuran cap. tapi saat ini aku tidak bisa lagi berpikir apa-apa, 

aku mengangkat tanganku. menyentuh tatonya dengan jemari tanganku, mengusapnya, menelusuri bentuknya, mengamati detailnya. kurasakan punggung cap bergerak pelan, seperti berusaha menahan sesuatu, tapi aku tidak tahu apa itu, aku masih menyentuh tatonya, aroma tubuhnya semakin membuatku merasa nyaman, tiba-tiba aku melakukan sesuatu di luar kemauanku, di luar batas akal sehatku, aku menyentuhkan bibirku ke tatonya dengan lembut. kemudian cap terlonjak namun masih tetap berdiri membiarkanku mencium punggungnya. aku memejamkan mataku masih sambil menempelkan bibirku ke tatonya. Tiba-tiba dengan sangat cepat aku merasa tubuhku melayang, bibirku terasa menyentuh sesuatu. Aku membuka mataku dan aku terbelalak, cap menciumku. matanya terpejam, lengannya menarik tubuhku kuat masuk dalam pelukannya, tangan kirinya menangkup wajahku, aroma tubuhnya membuatku melayang-layang, aku semakin tak berdaya..
Oh Tuhan... apa yang sedang kulakukan???!!!”




***
     




     
      

1 comment:

  1. L.Joe suka sama sunhee jg? Terus chunji jg beneran suka thor?? Kyaaa.... What a lucky noona..

    ReplyDelete